Ciri-Ciri, Pencegahan, dan Pengobatan Mata Minus

 04 Dec 2019  Isfatu Fadhilatul

Ciri-Ciri, Pencegahan, dan Pengobatan Mata Minus

Ilustrasi mata minus - Image from id.pinterest.com

Ciri-Ciri, Pencegahan, dan Pengobatan Mata Minus Sebelum mendiagnosa Anda mengalami mata minus, ketahui terlebih dahulu gejala dan ciri-ciri mata minus berikut ini.

Penderita mata minus semakin tahun semakin meningkat, hal ini seringkali dikaitkan dengan gaya hidup zaman sekarang, yang membuat orang lebih lama menatap layar gadget.

Nah, agar tidak salah kaprah dalam mendiagnosa mata minus, ketahui gejala dan ciri-ciri mata minus dan obat mata minus alami, obat mata minus terbaik, obat mata minus dan silinder dan obat mata minus untuk anak berikut.

Baca Juga :
1. Difteri: Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Penanganannya
2. Penyebab, Gejala, dan Obat Trigliserida yang Ampuh
3. Cara Mengatasi Vertigo 100% Ampuh

Apa Itu Mata Minus?

Mata minus adalah sebuah kondisi yang menyebabkan kesulitan untuk melihat benda dari jarak jauh. Mata minus bukanlah suatu penyakit, melainkan variasi dari mata normal.

Bahkan sering dijumpai dalam beberapa kasus, penderita mata minus boleh mendonorkan matanya, akan tetapi dengan catatan selama kornea matanya masih sehat.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang mata minus atau rabun jauh (miopi), ketahui dahulu ciri-ciri mata minus berikut ini :

  1. Pandangan buram
  2. Menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata agar bisa melihat suatu objek dengan jelas.
  3. Mata terasa perih dan lelah ketika memandang sesuatu dalam waktu yang terlalu lama.
  4. Sakit kepala.
  5. Sulit melihat saat berkendara, terutama di malam hari (rabun senja).
  6. Kesulitan ketika melihat sesuatu dari jarak jauh, namun jelas saat melihat dengan jarak dekat.
  7. Mata terasa tegang.
  8. Sering mengucek mata.
  9. Mata sering berkedip.

Meskipun mata minus ini tidak berbahaya, akan tetapi jika terus bertambah, maka akan meningkatkan risiko penyakit mata yang serius, diantaranya yaitu glaukoma, katarak dan terlepasnya retina (ablasio retina).

Ablasio retina sendiri mempunyai gejala antara lain :

  1. Tiba-tiba muncul floaters dalam jumlah yang banyak. Floaters adalah bintik-bintik kecil yang tampak seperti melayang dalam penglihatan Anda.
  2. Kilatan cahaya di satu atau kedua mata.
  3. Adanya bayangan seperti tirai di atas bidang penglihatan Anda.

Besarnya keparahan mata minus dibedakan dalam ukuran dioptri (D). Berikut pengelompokan mata minus berdasarkan tingkat keparahannya :

  • Miopia rendah : minus 0.5D hingga minus 3D
  • Miopia sedang : minus 3D hingga 6D
  • Miopia berat : minus di atas 6D

Jadi, untuk Anda yang menderita mata minus 1, mata minus 1 25, mata minus 2, dan mata minus 3, maka Anda termasuk dalam golongan penderita miopia rendah.

Meskipun masih dalam golongan rendah, Anda tidak boleh menyepelekannya. Anda tetap harus menggunakan kacamata minus yang sesuai, agar minus tidak semakin bertambah.

Terapi Mata Minus

Jika Anda mengalami hal-hal diatas, dan ternyata mata Anda sudah terlanjur mengalami gangguan mata minus, maka Anda dapat melakukan beberapa terapi, yaitu :

  1. Menggunakan kacamata

    Kacamata merupakan salah satu cara paling mudah dan paling aman untuk mengoreksi mata minus. Akan tetapi, pada kacamata untuk minus yang berat, pandangan di bagian tepi dapat mengalami distorsi penglihatan.

  2. Menggunakan lensa kontak

    Tidak seperti kacamata, penggunaan lensa atau softlens tidak dapat menyebabkan distorsi penglihatan, namun pemeliharaanya relatif lebih rumit dibandingkan kacamata. Misalnya seperti memilih cairan softlens yang tepat, dan selalu menjaga agar mata tidak kering.

  3. Operasi

    Nah, untuk Anda yang menginginkan koreksi mata secara permanen, Anda bisa memilih jalur operasi. Beberapa pilihan operasi yang bisa Anda lakukan misalnya operasi LASIK, operasi LASEK, dan photorefractive keratectomy (PRK).

    Khusus bagi penderita mata minus sedang hingga berat, implan lensa intraokular (IOL) merupakan pilihan terbaik.

    Terapi mata minus dengan jalan operasi juga memiliki efek samping atau bahkan komplikasi, misalnya seperti mata menjadi kering, infeksi, dan timbul jaringan parut pada kornea.

Pencegahan Mata Minus

Jangan salah, mata minus juga bisa dicegah dengan cara menjaga kesehatan mata. Dan berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata. Berikut obat mata minus di apotik, obat mata minus herbal, obat mata minus pada anak.

1. Makan makanan yang sehat


Mengkonsumsi makanan yang sehat bisa menjadi salah satu cara mencegah mata minus, caranya juga cukup mudah yaitu :

  1. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran, misalnya wortel.
  2. Perbanyak konsumsi kuning telur dan susu, kedua bahan tersebut mengandung banyak vitamin A yang berguna untuk kesehatan mata. 
  3. Perbanyak konsumsi ikan yang mengandung banyak omega 3, misalnya seperti tuna, salmon, dan makarel.

2. Hindari merokok

Merokok tidak hanya merusak kesehatan, akan tetapi juga bisa mempengaruhi kesehatan mata.

3. Jangan berada di bawah sinar matahari terlalu lama

Jangan menganggap sepele sinar matahari, karena selain bisa membuat kulit menjadi lebih gelap, sinar matahari juga bisa mengganggu kesehatan mata. Sebaiknya ketika berada di luar ruangan, gunakanlah kacamata hitam dengan UV protector untuk menjaga kesehatan mata.

4. Istirahatkan mata secara berkala

Ketika Anda sedang bekerja dengan komputer, atau ketika membaca dalam jangka waktu yang lama, beristirahatlah sejenak dengan cara melihat ke kejauhan. Hal ini bertujuan agar mata kembali rileks.

Mata merupakan bagian yang sangat penting untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Lakukanlah pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi mata, dan segera koreksi jika ada kelainan pada mata Anda. Itulah Ciri-Ciri, Pencegahan, dan Pengobatan Mata Minus Semoga bermanfaat.