Diabetes Insipidus Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

 23 Dec 2019  Isfatu Fadhilatul

Diabetes Insipidus Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ilustrasi diabetes insipidus - Image from www.go-dok.com

Diabetes Insipidus Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya Kenali arti diabetes insipidus adalah, gejala, penyebab, dan pengobatan diabetes insipidus disini.

Diabetes tidak selalu berhubungan dengan gula darah yang berlebih, ada satu jenis diabetes yang menimbulkan gejala yaitu sering buang air kecil dalam frekuensi dan volume yang tidak seperti biasanya, yang disebut dengan diabetes insipidus.

Lalu apa penyebab, gejala lain, dan pengobatan diabetes insipidus itu? Berikut penjelasan diabetes insipidus adalah.

Baca Juga :
1. Pengentalan Darah: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
2. Penyebab, Gejala, dan Obat Trigliserida yang Ampuh
3. Difteri: Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Penanganannya

Apa Itu Diabetes Insipidus?

Diabetes insipidus adalah jenis diabetes yang cukup langka, diabetes jenis ini mempunyai gejala selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak, pada saat yang bersamaan. 

Apabila sangat parah, penderita diabetes insipidus dapat mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. 

Sedangkan diabetes insipidus, merupakan diabetes yang tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Diabetes insipidus adalah gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh adanya gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang berfungsi untuk mengatur jumlah cairan dalam tubuh.

Hormon tersebut dihasilkan oleh hipotalamus, yakni jaringan khusus di otak yang berfungsi untuk mengendalikan suasana hati dan nafsu makan. ADH disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon ADH ini ketika kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine.

Hormon antidiuretik ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi tubuh, yaitu membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Jadi, dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa diabetes insipidus adalah kelainan sistem ekskresi yang disebabkan oleh produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik.

Sehingga, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan, serta tidak dapat menghasilkan urine yang pekat. Penderita diabetes insipidus akan selalu merasa haus, sehingga mereka minum lebih banyak air karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Ada dua jenis utama diabetes insipidus, yaitu :

1. Diabetes insipidus cranial 

Diabetes insipidus cranial merupakan jenis diabetes yang paling umum terjadi. Jenis diabetes ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus.

Kondisi ini dapat diakibatkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi ini dapat disebabkan oleh terjadinya infeksi, tindakan operasi, cedera otak, ataupun tumor otak.

Selain itu, ada pula beberapa penyebab diabetes insipidus kranial yang jarang terjadi, antara lain :

  • Kanker otak.
  • Kekurangan oksigen pada otak misalnya akibat penyakit stroke.
  • Adanya infeksi yang merusak otak, misalnya seperti ensefalitis dan meningitis.
  • Sindrom Wolfram, yaitu suatu kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan kehilangan pandangan.

2. Diabetes insipidus nefrogenik

Diabetes insipidus nefrogenik akan muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, akan tetapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya.

Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya kerusakan fungsi organ ginjal atau bisa juga karena faktor keturunan. 

Selain itu, mengkonsumsi beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, misalnya seperti lithium, juga dapat menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik.

Gejala Diabetes Insipidus

Pada orang dewasa, buang air kecil biasanya sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan pada anak kecil, buang air kecil akan terjadi hingga 10 kali dalam sehari. Hal tersebut dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil.

Adapun gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh diabetes insipidus adalah :

  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Mengeluarkan urine yang sangat banyak, dapat mencapai 15-20 liter jika
  • penderitanya mengkonsumsi cairan dalam jumlah yang banyak.
  • Waktu tidur malam hari jadi terganggu karena harus sering bangun untuk buang air kecil.
  • Sering mengompol.

Sedangkan pada pengidap anak-anak, gejala diabetes insipidus adalah dapat berupa :

  • Tangisan yang sulit untuk ditenangkan.
  • Sulit tidur.
  • Demam.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Pertumbuhan terhambat.
  • Berat badan menurun.
  • Mengompol.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Rasa lelah terus-menerus.

Apabila Anda mengalami gejala utama diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan buang air kecil dalam frekuensi dan volume yang melebihi dari biasanya, sebaiknya segera temui dokter. 

Bisa jadi apa yang Anda alami bukanlah diabetes insipidus, tapi akan lebih baik untuk mengetahui penyebabnya dengan melakukan beberapa tes.

Bagaimanakah Cara Mengobati Diabetes Insipidus?

Pada kasus diabetes insipidus adalah kranial yang ringan, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan. Nah, untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengkonsumsi lebih banyak air. 

Ada pula obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik yang bernama desmopressin. Jika memang dibutuhkan, Anda juga bisa mengkonsumsi obat ini.

Sedangkan pada kasus diabetes insipidus adalah nefrogenik, pengobatan yang dilakukan adalah dengan memberi obat thiazide diuretik. Obat tersebut berfungsi untuk menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

Komplikasi Diabetes Insipidus

Kurangnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi yang diakibatkan oleh diabetes insipidus. 

Apabila dehidrasi yang terjadi cukup ringan, Anda bisa mengatasinya dengan meminum oralit. Selain itu, penanganan di rumah sakit juga akan diperlukan jika dehidrasi yang dialami cukup parah.

Itulah penjelasan tentang pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan diabetes insipidus ini. Semoga bermanfaat.