Pedagang Bakso yang Ditendang Pembeli Merasa Trauma, 'Tidak berani, kita kan hanya pendatang'

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 05 Dec 2020

Pedagang Bakso yang Ditendang Pembeli Merasa Trauma, 'Tidak berani, kita kan hanya pendatang'

Pedagang bakso yang ditendang - Image from www.tribunnews.com

Apakah pendatang boleh diperlakukan seenaknya sendiri? 

Pelanggan yang salah, malah mengancam penjual bakso bahkan menendang dadanya hingga terpental. Sang pedagang bakso hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu dan alami trauma berjualan di daerah tersebut. 

Sebuah video jadi viral di media sosial, memperlihatkan seorang pedagang bakso ditendang pria tak dikenal hingga terpental. 

Peristiwa itu terjadi di Mayang mangurai, Kotabaru, Kota Jambi. Dalam video tersebut, tampak seorang pria turun dari mobil berwarna merah.

Beberapa saat setelah keduanya terlibat diskusi, si pria langsung menendang kaki tukang bakso tersebut. Tanpa perlawanan, sebuah tendangan memutar badan dihentakkannya ke dada penjual bakso hingga terpental.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa sosok penjual bakso keliling itu bernama Iwan. Ia bekerja sebagai penjual bakso Mas Nasib, nama usaha bakso milik atasannya. 

Diketahui kejadian Iwan ditendang sampai terpental itu terjadi pada Sabtu (28/11/2020). Kejadian itu viral setelah rekaman CCTV beredar di berbagai media sosial. 

Akibat aksi itu, tukang bakso harus menahan rasa sakit akibat perlakuan kasar dari pria yang ternyata adalah pembelinya. 

Sementara, Iwan mengakui sebagai perantau yang berasal dari Bandung. Ia rela mengadu nasib ke Kota Jambi untuk berjualan bakso keliling.

Kronologi Tukang Bakso Ditendang 

Setelah video tersebut viral, Iwan pun menceritakan kronologi perlakuan tak mengenakkan yang menimpa dirinya.

Insiden itu berawal ketika seorang pria membeli baksonya sebanyak empat porsi. Kemudian, Iwan berinisiatif untuk menggabungkan empat porsi baksonya dalam dua mangkuk bakso, dengan porsi yang sama, yakni sebanyak empat porsi. 

Setelah memakan bakso di dalam mobil, pria itu hanya membayar untuk dua porsi, yakni Rp 20 ribu.

Padahal, harga yang seharusnya untuk empat porsi bakso itu adalah Rp 40 ribu.

"Dia pesannya 4 porsi mas, jadi ya saya buat di dua mangkuk tetapi porsinya tetap 4, dan harga satu mangkuknya itu Rp10 ribu," jelas Iwan saat ditemui di sekitaran Jalan Multatuli, Mayang Mangurai, Kotabaru, pada Rabu (2/12/2020) sore.

Lalu saat diminta uang untuk bakso karena kurang, pria itu malah marah dan mengancam Iwan dengan kekerasan. 

"Saya minta kurangnya, dia langsung marah tidak jelas, ngancam bilang jangan macam-macam sama saya, dan dia langsung tendang dada saya," kata Iwan.

Kala itu, Iwan tak melakukan perlawanan dan hanya pasrah karena tak ingin memperpanjang masalah tersebut.

Terlebih lagi, dirinya hanya berstatus sebagai pendatang yang baru tiga bulan tinggal di kota Jambi. 

Tukang Bakso Trauma 

Tak pelak, kejadian itu pun membuat Iwan trauma dan ia mengaku masih takut berjualan di lokasi kejadian tersebut, yakni di depan Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi.

"Iya, saya tidak berani lagi mas, karena dia juga tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal. Biasalah mas, kita kan pendatang," tuturnya.

Alhasil, Iwan lebih memilih tempat lain untuk mencari rezeki guna mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya yang berada di Kota Bandung.

Pemilik Usaha Bakso Kesal 

Bakso Mas Nasib merupakan usaha yang menjual bakso keliling dan serta penggilingan bakso di kawasan Pasar Villa, Mayang Mangurai, Alam Barajo, milik Muhammad Junaidi.

"Bakso Mas Nasib itu nama usaha saya, kalau dia anggota saya namanya Iwan," kata Junaidi, pada Kamis (3/12/2020) pagi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Iwan atau yang sempat viral dan dikenal sebagai Mas Nasib tersebut baru tiba di Jambi kurang lebih dua bulan yang lalu. 

Kemudian, Iwan datang ke Jambi untuk mengadu nasib dengan berdagang bakso keliling di Kota Jambi. Ia rela meninggalkan istri dan anaknya. 

Junaidi mengungkapkan, Iwan merupakan pribadi yang sangat pendiam, dan tidak banyak bicara. Beralaskan iba, dirinya akhirnya mempekerjakan Iwan sebagai karyawannya untuk berdagang bakso keliling. 

"Hitung-hitungannya 70-30 persen mas, ya kalau bakso itu saya giling tidak ada untungnya sama saya, tapi niat awal saya adalah membantu, makanya saya kesal pas tahu dia diperlakukan seperti itu," papar Junaidi.

Mengetahui karyawannya mendapat perlakuan tersebut, dirinya langsung meminta Iwan untuk lapor ke polisi. 

Duh, saat sulit di masa pandemi seperti ini kok masih ada yang tega menipu bahkan melakukan kekerasan pada orang yang tidak salah. Semoga bapak tukang bakso diberikan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT. 

SHARE ARTIKEL