Amalan Sunnah dan Keutamaan Bulan Safar, Bulan Kedua Penanggalan Hijriyah

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 21 Sep 2020

Amalan Sunnah dan Keutamaan Bulan Safar, Bulan Kedua Penanggalan Hijriyah

Ilustrasi orang beribadah - Image from ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com

Yuk amalkan ibadah sunnah di Bulan Safar ini 

Muharram telah berlalu, kini kita telah menginjak bulan kedua pada penanggalan Hijriyah, yakni Bulan Safar. Lantas apa sih keistimewaan bulan Safar dan apa saja amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini?

Safar adalah bulan kedua yang terdapat dalam penanggalan Hijriyah. Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Jawa.

Berikut Daftar Amalan dan Puasa Sunah yang bisa dikerjakan pada Bulan Safar 1442 Hijriyah. 

Adapun 1 Shafar 1442 Hijriyah dalam penanggalan kabisat jatuh pada tanggal 18 September 2020 yakni pada hari Jumat lalu. 

Lantas apa saja daftar amalan dan puasa sunnah yang bisa dikerjakan di bulan Safar?

Bukan Bulan Sial 

Bulan Safar seringkali diyakini bangsa Arab sebagai bulan yang penuh kesialan dan bulan datangnya musibah. 

Keyakinan tersebut lantas diadopsi pula oleh masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan munculnya khurafat dan keyakinan lainnya seperti menghindari pernikahan, aqiqah dan bepergian saat Bulan Safar.

Padahal keyakinan tersebut tidak dibenarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana hal ini pernah disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya berikut ini:

“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan Bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).

“Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata:

“Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut?”.

Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Musibah atau kesialan semua makhluk di bumi ini merupakan bukti adanya takdir Allah SWT, dimana hal ini harus kita percayai sebagaimana rukun iman ke 5, iman pada qadha dan qodar. 

Untuk itu, perlu diyakini bahwa Bulan Safar tak lain hanyalah bulan biasa sebagaimana yang lainnya.

Di mana di bulan ini ada keistimewaan dan keutamaan beribadah yang dapat dikerjakan oleh Umat Muslim. 

Tak ada salahnya, setiap bulan maupun waktu menjadi ladang instrospeksi diri meningkatkan iman dan taqwa. Sehingga tiada hari tanpa memperbaiki dan mengupgrade kualitas diri. 

Jangan sampai hanya di bulan Ramadhan saja kita mengamalkan ibadah sebanyak-banyaknya. Sedangkan di bulan lainnya, sepi dan kosong dari bermunajat dan beribadah kepada Allah SWT. 

Amalan Sunnah di Bulan Safar 

Rasulullah dan para sahabat memang tidak mencontohkan amalan-amalan spesifik di Bulan Safar. Namun, berikut ini beberapa keutamaan dan amalan yang dapat dikerjakan di Bulan Safar, dilansir dari berbagai sumber:

1. Meningkatkan Ketakwaan

Seorang muslim dan manusia pada umumnya tentu selalu berupaya menjadi pribadi yang lebih baik. Sekalipun sudah baik, untuk menjadi taat dan lebih baik adalah ibadah abadi yang senantiasa dikerjakan manusia. 

Muslim khususnya diperintahkan untuk menjunjung tinggi nilai ketauhidan dan menjauhi khurafat seperti mitos atau dugaan.

2. Memperbanyak Dzikir

Amalan berdzikir sebenarnya bisa dilakukan setiap saat, bahkan bisa disambi dengan aktivitas lainnya. Saat bekerja, saat merawat anak dan lainnya. 

Apalagi ketika kita tahu bahwa dzikir adalah kalimat yang dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana yang termaktub di Al Quran. 

“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).

3. Salat Dhuha

Jika bulan sebelumnya sudah disiplin melakukan shalat dhuha, baiknya diteruskan pula di bulan ini. Sebab terdapat keutamaan bagi muslim yang melaksanakan Salat Dhuha. 

Dan bagi yang belum teratur menunaikannya juga sebaiknya mulai dilatih untuk menunaikan ibadah ini. Rasulullah SAW bersabda:

“Salat Dhuha itu salat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

4. Membaca Al-Qur’an

Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).

Untuk itu, amalan membaca Al Quran menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap muslim setiap saat. 

Nah, itulah beberapa amalan yang dapat dikerjakan di Bulan Safar. Tak hanya ibadah itu, melainkan masih banyak lagi amalan lainnya yang dapat dikerjakan muslim.

5. Puasa Sunnah 

Di bulan Safar ini kita juga bisa menunaikan ibadah sunnah lainnya seperti puasa sunnah, memanjatkan Shalawat Nabi, bersedekah dan lain sebagainya. Berikut ialah jadwal Puasa Sunnah di Bulan Safar 2020. 

Puasa Senin Kamis:

Senin 21 September 2020
Kamis 24 September 2020
Senin 28 September 2020
Kamis 1 Oktober 2020
Senin 5 Oktober 2020
Kamis 8 Oktober 2020
Senin 12 oktober 2020
Kamis 8 Oktober 2020
Senin 12 Oktober 2020
Kamis 15 Oktober 2020

Puasa Ayyamul Bidh:

Rabu 30 September 2020 (13 Safar 1442 H)
Kamis 1 Oktober 2020 (14 Safar 1442 H)
Jum’at 2 Oktober 2020 (15 Safar 1442 H

Itulah daftar amalan yang bisa dilakukan di bulan safar 2020 serta sikap yang harusnya diterapkan umat muslim dalam menyambut bulan ke-2 dalam kalender hijriyah ini.

Semoga kita semua istiqomah dalam memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan di bulan Safar ini.

SHARE ARTIKEL