12 Amalan Sunnah di Bulan Muharram, Jangan Lupa Puasa Tasua dan Asyura

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 21 Aug 2020

Ilustrasi - Image from ternate.tribunnews.com

Jangan lupa, yuk puasa Tasua dan Asyura 

Puasa di bulan Muharram adalah puasa yang diutamakan setelah puasa di bulan Ramadhan. Namun, tak hanya berpuasa, berikut ada 12 amalan sunnah di bulan Muharram yang bisa kamu lakukan. 

Bulan Muharram telah datang, tahun baru Islam mulai kita lewati. Tentu banyak harapan yang ingin dicapai, salah satunya untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. 

Bukan hanya dalam urusan materi, karir dan keluarga, melainkan yang paling utama adalah amalannya. 

Oleh sebab itu, untuk mengawali tahun baru Islam, yuk kita tingkatkan lagi ibadah kita dan jangan lupa untuk amalkan 12 amalan baik di bulan Muharram ini. 

Tanggal 1 Muharram 1442 H jatuh pada Kamis 20 Agustus 2020.
Dengan demikian, umat Islam saat ini telah memasuki bulan Muharram dan tahun baru Islam. 

Pada bulan-bulan tersebut khususnya bulan Muharram, terdapat amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat muslim. Bahkan ganjaran besar dan pahala akan diberikan kepada umat yang melakukan amalan sunnah.

Banyak yang menyebut puasa sunah Asyura dan puasa Tasua adalah yang paling utama dilaksanakan pada bulan Muharram.

Namun jangan salah, amalan sunah pada bulan Muharram ini tidak hanya dua puasa ini saja. Terdapat berbagai amalan sunnah lainnya seperti halnya amalan baik untuk sesama manusia.

12 Amalan di Bulan Muharram 

Dilansir dari BanjarmasinPost, para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram di antaranya:

  1. Melakukan shalat
  2. Berpuasa
  3. Menyambung silaturrahmi
  4. Bersedekah
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadham yang dinukil As-Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur. 

Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah,sambung silaturrahmi, ziarahi orang alim, menjenguk orang sakit dan bercelak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Kedua belas amalan ini hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram, mengingat keutamaannya yang terdapat di dalamnya.

Amalan Niat dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Tasua

Puasa Tasua ialah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, yakni pada tanggal 28 Agustus 2020. Berikut lafal bacaan Niat Puasa Tasua :

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita’ala"

Artinya: Saya niat puasa hari tasua, sunnah karena Allah ta’ala.

Ada tiga hikmah disyariatkannya puasa pada hari Tasua:

1. Untuk menyambung puasa hari Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja.

2. Untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari kesembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.

3. Untuk membedakan dengan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.



Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, yakni pada tanggal 29 Agustus 2020. Dalam mazhab Syafi’i, lafal niat Puasa Asyura ialahh sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa)

Artinya: saya niat puasa sunnah asyura sunnah karena Allah Ta’ala.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang luar biasa. Tiga di antaranya ialah sebagai berikut: 

1. Puasa paling utama

Puasa Asyura (juga puasa Tasua) ialah puasa yang dikerjakan di bulan Muharram. Puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Muharram dengan sabda beliau:

“Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa bulan) Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

2. Puasa yang diutamakan Nabi

Puasa Asyura merupakan puasa yang istimewa bagi Rasulullah dan sangat diutamakan oleh beliau. Ibnu Abbas menerangkan, tidak ada puasa sunnah yang lebih diutamakan Rasulullah melebihi Puasa Asyura.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ia berkata, saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW memperhatikan puasa satu hari yang diutamakannya atas yang lainnya selain hari ini, hari asyura dan bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)

3. Menghapus dosa setahun sebelumnya

Inilah keutamaan Puasa Asyura yang paling banyak diketahui. Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun sebelumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

Rasulullah ditanya tentang Puasa Asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Sungguh besar keutamaan amalan di bulan Muharram, oleh sebab itu jangan lupa untuk menunaikannya 12 amalan diatas ya. Kalau perlu buat pengingat untuk sahur di tanggal 9 dan 10 Muharram, supaya bisa puasa dan tak kelewatan.