Viral, Ranu Manduro Mojokerto, Tempat Tersembunyi Jiplakan Selandia Baru

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 26 Feb 2020

Viral, Ranu Manduro Mojokerto, Tempat Tersembunyi Jiplakan Selandia Baru

Ranu Manduro dengan Gunung Penanggungan - Image from Pinterest.id

Pasti pada tau yang lagi viral di media sosial, "Ranu Manduro", sudah pernah kesana?

Belakangan ini viral video yang menunjukkan kondisi alam di Ranu Manduro, meski belum menjadi tempat wisata yang resmi, tempat ini sudah menyedot perhatian publik. 

Bagaimana tidak, penampakan alamnya mirip dengan Selandia Baru, hamparan rumput yang terbentang luas, didampingi Gunung Penanggungan yang kokoh, serta langit biru dan awan yang turut menghiasnya. 

Ranu Manduro, Nampak seperti Selandia Baru

Nama Ranu Manduro yang merupakan tempat wisata di Mojokerto mendadak ramai diperbincangkan di jagat media sosial. Kawasan perbukitan di Mojokerto ini viral di media sosial Twitter dan Instagram, karena lanskapnya yang indah mirip Selandia Baru. 

Dalam video perjalanan menuju Ranu Manduro berdurasi 0:24 detik itu, tampak hamparan perbukitan hijau dengan latar belakang Gunung Penanggungan yang menawan. Lalu, ada pula bebatuan besar menghiasi hamparan rumput tersebut.

Alamnya nampak masih sangat alami. Ditambah dengan pemandangan langit yang biru tanpa kabut polusi. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat awan putih yang bergerumbul di puncak Gunung Penanggungan. Sekilas, persis seperti Selandia Baru. Keren kan?

Baca juga : 

Wajah Alam Selandia Baru 

Ini potret kenampakan alam selandia baru yang disebut-sebut mirip dengan lanskap indah Ranu Manduro. 

Viral, Ranu Manduro Mojokerto, Tempat Tersembunyi Jiplakan Selandia Baru

Selandia Baru - Image from kuliahdadakan.wordpress.com

Ada beberapa wisatawan yang berkunjung meski saat ini Ranu Manduro belum diresmikan sebagai tempat wisata. Ada yang tengah berjalan dan juga mengendarai sepeda motor, serta sesekali bergaya dan mengambil foto di beberapa spot. 

Menurut penuturan Hafidz pada kumparan, video itu ia ambil pada Minggu (23/2) lalu. Saat itu, Hafidz dan teman-temannya tengah mengendarai motor menuju Ranu Manduro untuk hunting foto.

Ia kemudian mengabadikan perjalanannya itu dalam Instagram Story. Video itu rupanya disenangi oleh banyak orang dan di-repost oleh berbagai akun. Dari akun personal hingga akun-akun wisata daerah. 

Pria asal Lampung itu mengaku kaget, karena video miliknya bisa viral. Karena sebenarnya, ia juga mengunjungi Ranu Manduro karena penasaran saja dan kebetulan lokasinya tak jauh dari tempatnya tinggal saat ini. 

"Tahu Ranu Manduro, terus (langsung) ke sana, deh, karena penasaran. Dan enggak tahu (bisa) sampai seviral ini," katanya ketika dihubungi kumparan, Selasa (25/2). 

Ranu Manduro sebenarnya adalah sebuah telaga. Orang-orang sering menjulukinya sebagai Ranu Kumbolo dari Mojokerto. 

Pada musim hujan, kawasan ini akan menghijau karena dipenuhi rerumputan dan lumut. Namun, pada musim panas, kamu akan menemukan pemandangan layaknya Timur Tengah di tempat ini.

View this post on Instagram

Kisah Kelam, Dibalik Indahnya Ranu Manduro Oleh @elhakim_14 - Ranu Manduro menyimpan cerita yang kelam di masyarakat sekitar. Pasalnya, ranu manduro adalah bekas galian C sirtu (pasir dan batu) yang saat ini terbengkalai dan tidak direklamasi. Galian C ini mulai beroperasi sekitar tahun 2014 (ralat jika salah). Dari tahun ke tahun, galian ini semakin melebar dan meluas. Dampak dari galian ini sangat meresahkan warga. mulai dari debu, asap kendaraan, jalan berlubang, dan berkurangnya air bersih. 2016 galian ini berkembang cukup pesat dan semakin besar. Lalu lalang truck pengangkut sirtu tak pernah berhenti setiap hari. Tak bertahan cukup lama. Awal Tahun 2018 galian ini di tutup (alasannya karena yang punya lahan meninggal dunia). *Disini awal mula Ranu Manduro muncul. Saat musim penghujan 2018 datang. Ada sebuah kubangan air yang cukup besar bekas galian, semacam danau buatan. Disinilah muncul sebutan danau Ranu Manduro dari masy sekitar. Indah memang, sebuah kubangan air & hamparan ladang hijau bebatuan serta dihiasi panorama gn penanggungan. Setelah viral bbrpa bulan, danau ini seakan hilang ditelan waktu. Bukan tanpa alasan, ketika sudah ramai, muncul konflik di masy sekitar. Hingga akhirnya saat kemarau datang, sang pewaris pemilik galian memutuskan untuk menguras danau tsb Hingga tiba di Februari 2020. Saat musim penghujan kembali datang, Ranu Manduro kembali muncul dengan keindahannya. Bukan danau, tapi saat ini semacam bukit hijau bebatuan yang indah. Lagi-lagi dihiasi panorama gn penanggungan yang menambah keindahan pemandangan Ranu Manduro. . Hingga viral dan menjadi trending saat ini. Ranu manduro belum ada yang mengelola secara resmi. Hanya papan hijau dan spidol berwarna hitam bertuliskan 3ribu untuk parkir masuk dari masy sekitar. . ALAM SELALU MEMBERIKAN SEGALANYA UNTUK MANUSIA. WALAUPUN DIJARAH, DIRUSAK, HINGGA DIHANCURKAN. ALAM TETAPLAH ALAM YANG SELALU MEMBERIKAN KEINDAHAN Foto oleh : @citradairotus_ @bagoezduwi @roes_lim @prasetia_bhayu @rangga__ir @cowboyrimba NB : Infonya, tempat ini telah DITUTUP oleh pengelola galian, karena banyak SAMPAH berserakan oleh pengunjung yang membludak ? 🤔 #ranumanduro #exploregunung_ #manduro

A post shared by PENDAKI GUNUNG INDONESIA (@exploregunung_) on

Bekas Galian untuk Mengatasi Lumpur Lapindo 

Dari informasi yang didapat kumparan dari Yusrizal, salah satu pengunggah video milik Hafidz, Ranu Manduro belum menjadi tempat wisata resmi. Kawasan itu dulunya justru hanya sekadar perbukitan yang dikeruk untuk mengatasi lumpur lapindo di Sidoarjo.

"Dulu, kan, saya pernah mondok di dekatnya lumpur Lapindo itu, kan. Teman saya rumahnya dekat Ngoro itu, kan. Teman saya suka cerita. Di sekitar rumah itu sering ada truk-truk yang lewat buat ngambilin pasir. Pasirnya itu buat nguruk yang di Lapindo," kata pria yang akrab disapa Rizal itu pada kumparan, Selasa (25/). 

"Makanya waktu lumpur-lumpur meluber itu, kan, ramai truk-truk itu lewat di jalanan. Sekarang, kan, jalanan di Ngoro itu rusak," tambahnya lagi. 

Hal yang sama diamini oleh Hafidz Bashory. Menurut pria yang berprofesi sebagai guru TPQ tersebut akses menuju Ranu Manduro lumayan sulit untuk dijangkau dengan mobil.
"Sebaiknya menggunakan sepeda motor atau sepeda," ucapnya.

Ranu Manduro berlokasi di Desa Manduro, Manduro Manggung Gajah, Kec. Ngoro, Kab. Mojokerto, Jawa Timur. Biaya yang mesti kamu keluarkan juga sangat murah, cukup Rp 3 ribu saja untuk parkir kendaraan. 

Tarif itu juga sebenarnya baru-baru ini diterapkan. Karena menurut Hafidz, penerapan harga tiket berlaku sejak Senin (24/2) kemarin. Padahal sebenarnya, sebelum jadi viral pun, Ranu Manduro sudah sering didatangi wisatawan lokal. Hanya saja, memang tidak seramai sekarang. 

Oleh karena itu, dengan viralnya video ini, Rizal berharap agar pemerintah setempat jadi lebih memperhatikan potensi wisata di Mojokerto, terutama di Ranu Manduro. 

"Kalau enggak diramein, kayaknya enggak diurus sama pemkabnya, kayaknya gitu, sih. Orang tak tanyain parkirnya saja masih Rp 3 ribu di sana, itu pun kalau ada yang jaga, kalau enggak ada yang jaga, ya, enggak (bayar) parkir," jelas Rizal. 

Daripada jauh-jauh  ke Selandia Baru, mending coba dulu pelesir ke Ranu Manduro, Mojokerto, dijamin menyuguhkan penampakan alam yang tidak kalah indahnya dengan Selandia Baru. Selain dekat, juga ongkosnya murah. Selamat berwisata. 

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb