Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

 02 Dec 2019  Arief Prasetyo

Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

cerita kelakuan bejat murid kepada gurunya - Image from www.bimakini.com

Dari mengumpatkan kata "monyet" pada guru hingga menusuk gurunya sampai tewas.

Zamannya sudah semakin edan, murid malah berani dengan gurunya sendiri, padahal jika dibandingkan dengan jaman dulu yang menjunjung tinggi hormat terhadap guru.

Terlihat dari fakta-fakta kejadian banyak siswa atau murid yang berani terhadap guru, salah satunya yang sedang viral 2 siswa SMP menolak hormat terhadap bendera merah putih bahkan tak mau menyanyikan lagu kebangsaan.

Tak hanya sekali ini saja, namun bahkan ada yang sampai menewaskan gurunya, parahnya lagi ada orangtua yang tak terima anaknya dimarahi hingga hajar guru di sekolah.

Mengingatkan kembali agar tak terjadi atau terulangi kejadian yang sama mari kita belajar dari beberapa kejadian tak mengenakan dalam dunia pendidikan berikut ini.

Baca Juga : 

  • Penyebab Tikus Got Gerogoti Wajah Bayi Saat Tidur di Bogor
  • Penyebab dan Penanganan Masuk Angin Pada Bayi
  • 4 Kejadian Murid Melawan Guru

    1. 2 siswa SMP tolak hormat bendera serta menyanyikan lagu kebangsaan

    Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

    cerita kelakuan bejat murid kepada gurunya - Image from keepo.me

    Dua siswa kelas IX, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 21, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung dikeluarkan dari sekolah karena dinilai tak mau mematuhi aturan sekolah. 

    Keputusan drop out atau mengeluarkan dua siswa itu berdasarkan hasil rapat Kepala Sekolah bersama Disdik dan juga Danramil Batam Barat, Provinsi Kepri, Senin (25/11/2019) di SMP N 21 Sagulung.

    Kasus tersebut diketahui sudah berlangsung sejak lama. Kedua anak tak mau hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya lantaran mengikuti aturan dan berpegang pada kepercayaan yang dianutnya.

    Upaya mediasi juga sempat dilakukan agar kedua murid itu tak harus dikeluarkan dari sekolah, namun baik murid maupun orangtua, diketahui tak mengindahkan mediasi itu dan tetap enggan menghormati bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Lantaran tak mau berdampak pada siswa lainnya, pihak sekolah kemudian meminta orangtua yang bersangkutan untuk mencari tempat pendidikan yang sesuai dengan kepercayaan mereka.

    Baca Juga :

    2. Kecanduan hp siswa SMP bawa parang kesekolah

    Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

    cerita kelakuan bejat murid kepada gurunya - Image from bangka.tribunnews.com

    Seorang pelajar di Ngawen, Gunungkidul mendatangi sekolahannya sambil menenteng parang, ia mendatangi sekolah untuk meminta kembali ponselnya yang sudah disita gurunya.

    Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon membenarkan adanya kejadian di wilayahnya yang kemudian menjadi viral di media sosial.

    Kejadian tersebut terjadi ketika, Sang guru yang memergokinya lantas menyita ponsel milik pelajar tersebut. Lantaran dalam peraturan sekolah, siswa tidak boleh bermain gawai ketika pelajaran sedang berlangsung.

    Tidak terima anak tersebut lalu pulang dan kembali ke sekolah dengan membawa sebilah parang  ke halaman sekolah dan meminta hp yang telah disita gurunya untuk dikembalikan.

    Pihak Sekolah menambahkan dalam masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

    Akan tetapi pihaknya kepolisian tetap akan memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan detail mengenai kasus tersebut.

    Sekolah anak itu bernaung juga belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan kepada peserta didik tersebut. Lantaran masih diperlukan penyelidikan yang mendalam.

    Baca Juga : 

    3. Siswa SD ini berani melawan dan mengumpat "monyet" ke guru

    Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

    cerita kelakuan bejat murid kepada gurunya - Image from www.brilio.net

    ini kejadian lebih miris lagi, Siswa SD berani melawan gurunya bahakan hingga mengatain gurunya "monyet".

    Entah apa masalahnya, anak itu terlihat amat marah saat hendak dinasihati oleh Ibu Guru itu.

    Kejadian ini berawal dari Ibu Guru berbaju batik biru korpri, berkerudung biru tua, dengan masker tergantung di leher. Bu Guru sedang duduk di kursi, dan mencoba mendudukkan siswa berseragam merah putih itu di kursi yang ada di depannya.

    "Duduk sini opo situ?" tanya bu guru kepada muridnya

    Bocah tersebut tidak mau duduk dan memilih berdiri membusungkan dada di depan Bu Guru, seperti menantang 
    "Aku arep balik!" 

    Bu Guru mencoba sabar, bereaksi halus sambil mencubit pipi anak didiknya. "Loh kok ngrasani Bu Guru monyet ki?" kata Bu Guru.

    Si bocah masih saja menatap tajam, malah kali ini dia seperti hendak menyerang gurunya. Bu Guru mencoba mendudukkan muridnya agar tenang

    "Kamu itu anak kecil, duduk sini," kata Bu Guru yang terlihat satu kali mendorong si bocah SD.

    Tetap, bocah ini tak mau duduk. Dia tetap terlihat hendak menyerang gurunya. Bu Guru sudah menyiapkan lengannya, kalau-kalau bocah ini menyerangnya. Namun akhirnya Bu Guru jengkel juga.

    "Saya enggak mau menerima anak kayak gini loh. Biar dia sekolah di hutan,". kata bu guru

    Siswa SD ini kemudian menyoraki singkat, "Huu...," sambil meraih tasnya untuk pergi juga.

    Sungguh sangat keterlaluan seharusnya diusia dia kata-kata seperti itu tidak patut diucapkan apalagi kepada guru

    Baca Juga :

    4. Guru tewas di tusuk oleh siswa SMA di Manado

    Semakin Rusak ini 4 Kejadian Bejat Murid Terhadap Gurunya

    cerita kelakuan bejat murid kepada gurunya - Image from www.borneonews.co.id

    Seorang siswa SMK di Sulawesi tega menikam gurunya dengan senjata tajam gara-gara tidak terima ditegur saat sedang merokok. Saat ini guru yang menjadi korban tersebut kondisinya kritis.

    Kejadiannya bermula saat korban Alexander Pangkey (54) guru mata pelajaran agama Kristen mendapati pelaku berinisial FF (16) sedang mengisap rokok.

    Korban lantas menegurnya. Namun ternyata teguran tersebut direspons lain oleh pelaku. Di pulang ke rumah dengan menbawa senjata tajam kemudian kembali lagi ke sekolah.

    Saat sang guru akan meninggalkan sekolah dengan kendaraan bermotor, pelaku mengejarnya dan langsung menghujani korban dengan sembilan tusukan di sekujur tubuh.

    Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani mengatakan, Motifnya karena pelaku tak terima ditegur korban. Menurutnya, begitu mendapat laporan terjadinya kasus penganiayaan

    Tim langsung bergerak ke rumah pelaku. Namun saat itu pelaku tak ada di rumah dan telah melarikan diri. Namun pelaku dapat ditangkap.

    Naasnya Sang Guru harus meregang di Rumah Sakit usai nyawa tidak tertolong.

    Baca Juga :

    Hal seperti dapat di buat pelajaran untuk adik-adik semua apa yang terjadi diatas ini bukan suatu perbuatan yang baik dan tidak patuh di contoh.

    Kalina sebagai murid harus memiliki rasa hormat yang tinggi kepada guru kalian sebab mereka adalah orang tua kalian disekolah.

    Apa yang mereka katakan adalah hal yang baik agar kalian bisa menjadi generasi yang memiliki keintelektualan yang tinggi serta memiliki budi pengerti yang baik.

    Jika kalian melawan guru sama saja seperti melawan orang tua sendiri, ridho orang tua adalah ridho Allah SWT, murkanya orang tua adalah murkanya Allah SWT.

    Begitulah yang bisa kami sampaikan dari artikel diatas banyak hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut. Semoga dengan adanya ini membuat kalian sadar betul tentang makna guru sebagai "Pahlwan Tanpa Tanda Jasa". Terimakasih.