Penyebab dan Penanganan Masuk Angin Pada Bayi

 27 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Penyebab dan Penanganan Masuk Angin Pada Bayi

Ilustrasi bayi masuk angin - Image from ibudanmama.com

Penyebab dan Penanganan Masuk Angin Pada Bayi Sebelum melakukan pengobatan, yuk kenali penyebab masuk angin pada bayi berikut ini.

Bunda, masuk angin atau perut kembung adalah hal yang sering terjadi pada bayi. Meskipun dianggap normal dan tidak membahayakan, perut kembung pada bayi bisa jadi merupakan gejala penyakit yang lebih serius.

Oleh karena itu Bunda harus mengenali penyebab masuk angin pada bayi, agar dapat mencegah dan membantu mengatasinya. Lalu apa saja penyebab masuk angin pada bayi? Berikut penjelasannya.

Baca Juga :
1. Bahayakah Benjolan di Belakang Telinga Pada Bayi?
2. Penyebab, Gejala, dan Penanganan Bayi Baru Lahir Kuning
3. Tinggi Badan Ideal Bayi dan Balita, Bunda Wajib Tahu! 

Penyebab Masuk Angin Pada Bayi

Biasanya, masuk angin pada bayi dapat dikenali dari gejalanya, antara lain yaitu :

  1. Perut yang terasa keras.
  2. Sering bersendawa.
  3. Sering kentut.
  4. Sulit buang air besar.
  5. Lebih sering menangis dan rewel.

Biasanya bayi mengalami perut kembung saat berusia 0-3 bulan serta 6-12 bulan. Pada usia 0-3 bulan, tidak seperti penyebab masuk angin duduk, atau penyebab masuk angin pada anak yaitu terkena paparan udara luar yang terlalu lama, masuk angin pada bayi kerap dikarenakan saluran pencernaannya yang masih belum bisa bekerja dengan sempurna.

Sedangkan pada bayi usia 6 bulan ke atas, perut kembung atau masuk angin bisa terjadi karena saluran pencernaan bayi perlu beradaptasi kembali, untuk mencerna berbagai jenis makanan pendamping air susu ibu (MPASI).

Selain itu, ada beberapa penyebab masuk angin pada bayi lainnya, misalnya seperti :

  1. Makan dan minum sambil bermain

    Sebenarnya normal-normal saja jika saat makan atau minum, akan ada sedikit udara yang ikut tertelan. Akan tetapi ketika si Kecil diberi makan atau minum sambil bermain, maka ia akan cenderung menelan lebih cepat, sehingga makin banyak udara yang ikut tertelan masuk ke dalam lambungnya.

    Bunda harus hati-hati ya, karena selain membuatnya lebih mudah kembung, kebiasaan makan dan minum sambil bermain ini juga bisa meningkatkan resiko bayi tersedak.

  2. Kurang cairan

    Bayi yang kekurangan cairan atau kurang minum, akan lebih beresiko mengalami sembelit. Biasanya kondisi ini juga disertai dengan keluhan sakit perut dan perut kembung.

    Oleh karena itu, Bunda harus memastikan jumlah ASI yang diberikan kepada bayi cukup. Bunda juga bisa menambahkan air mineral bagi bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan, tapi ingat ya, jangan terlalu banyak.

  3. Mengkonsumsi sayuran brokoli, kacang, dan kol

    Sebenarnya bayi yang mau mengkonsumsi sayuran merupakan hal yang baik. Namun, Bunda harus tau bahwa ada beberapa sayuran yang sebaiknya tidak terlalu banyak diberikan kepada bayi, yaitu brokoli, kacang, dan kol.

    Ketiga jenis sayuran tersebut dapat menyebabkan kembung. Bunda bisa mencoba memvariasikan MPASI bayi dengan jenis makanan lainnya.

  4. Mengkonsumsi makanan berlemak atau berserat tinggi

    Pada sebagian kasus, ada kemungkinan bahwa bayi memiliki pencernaan yang sangat sensitif terhadap jenis makanan tertentu. Diantaranya yaitu makanan berlemak seperti gorengan, ataupun makanan yang tinggi serat seperti sereal.

  5. Menangis terlalu lama

    Bayi menangis merupakan hal yang wajar. Namun, Bunda harus waspada jika ia menangis terlalu lama, karena akan lebih banyak udara yang masuk melalui mulut ke saluran pencernaannya, yang mana hal ini akan mengakibatkan perut kembung.

  6. Intoleransi Laktosa 

    Perut bayi yang kembung juga bisa disebabkan oleh intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan mencerna protein dalam susu sapi. Jika si Kecil mengalami hal ini, maka Bunda perlu konsultasi ke dokter anak, guna mendapatkan referensi susu pengganti yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Cara Menangani Masuk Angin Pada Bayi

Setelah mengetahui penyebab masuk angin pada bayi, maka selanjutnya Bunda bisa melakukan penanganan terhadap si Kecil. Berikut cara mudah yang dapat Bunda coba untuk menangani bayi kembung :

  1. Tegakkan tubuhnya saat ia menyusu atau makan. Apabila si Kecil harus makan sambil berbaring, maka posisikan kepalanya lebih tinggi dari perut.

  2. Bila Bunda menyusui si Kecil langsung dari payudara, pastikan mulutnya melekat dengan sempurna pada payudara Anda.

  3. Jika si Kecil menyusu dengan botol, maka gunakanlah botol susu yang dapat mencegah timbulnya gelembung udara.

  4. Saat Bunda menyusui si Kecil, selalu miringkan botol susu agar tidak ada udara di dekat tutup botol.

  5. Untuk mencegah banyaknya udara yang ikut tertelan saat si Kecil makan, maka usahakan untuk menyusui atau memberi makan si Kecil dalam suasana yang tenang.

  6. Pijatlah perut atau usaplah punggung si Kecil secara lembut, hal ini mampu membantu angin keluar dari perutnya.

  7. Setelah si Kecil menyusu atau makan, gendonglah ia dalam posisi tegak dan tepuk lembut punggungnya, hal ini mampu membantu mengeluarkan udara dari saluran cernanya.

Nah, itulah tadi beberapa cara penanganan perut kembung atau masuk angin pada bayi. Meski umumnya tidak berbahaya, tapi segera periksakan si Kecil ke dokter jika metode-metode di atas tidak berhasil mengurangi kembung yang dialaminya.

Terlebih lagi jika perut si Kecil kembung dan disertai gejala-gejala lain, misalnya seperti demam, diare, dan muntah. Itulah
Penyebab dan Penanganan Masuk Angin Pada Bayi Semoga bermanfaat.