10 Cara Membuat Anak Pintar, Cerdas, dan Rajin Beribadah

 03 Jul 2019  Taufiq Firmansah
10 Cara Membuat Anak Pintar, Cerdas, dan Rajin Beribadah

Cara membuat anak - image from hallosehat.com

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas? Tentu menjadi suatu kebanggaan bagi semua orang tua saat anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Banyak juga bunda yang bertanya, bagaimana cara membuat anak cerdas? Orang tua tentu ingin agar anak jadi pintar. Semua orang tua berharap anak mereka cerdas agar bisa menjadi orang yang berilmu dan punya kemampuan memecahkan masalah kehidupan.

Para ahli tumbuh kembang anak kini berusaha menemukan cara agar anak dapat memenuhi potensi intelektual secara menyeluruh. Cara ini adalah rahasia yang dapat menjadikan si kecil pintar dan berprestasi

Ingin anak anda cerdas, mandiri, dan rajin beribadah? Berikut cara membuat anak pintar yang dapat Anda lakukan dari sekarang.

Cara Membuat Anak Pintar, Cerdas, dan Rajin Beribadah

1. Jadilah panutan dan contoh bagi anak

Pendidikan utama anak adalah orangtuanya, anak tumbuh kembang juga tergantung pada lingkungannya, utamanya adalah orangtua sebagai madrasah pertama bagi anak.

Apa yang dilakukan anak pasti meniru dari orangtuanya, anda juga harus bisa menjadi panutan baginya sebagai tokoh yang diidolakan.

Jagalah sikap anda dan perkataan anda karena anak pasti meniru apa yang anda katakan. Jadilah pengayom dan pelindung yang selalu ada untuk anak. Dengarkanlah keluh kesah mereka

2. Stop mengatakan “Jangan” pada anak

Ini yang sering dilakukan orangtua, banyak dari mereka tidak memahami makna "jangan" bila diucapkan pada anak. Orangtua terlalu banyak melarang dengan mengucapkan kata "jangan" padahal itu akan membatasi kreativitas dan daya eksplor terhadap  anak. Yang kemudian anak cenderung manja dan lebih sering menyendiri

Pada usia anak-anak rasa ingin tau atau penasaran itu tinggi mereka pasti akan cenderung meng-eksplore banyak hal di sekelilingnya.

Ada alternatif lain ketimbang anda mengucapkan "jangan" pada anak, misalkan saja ganti kata jangan dengan kata yang lainnya, contoh "jangan bermain pasir". Coba ganti dengan kata "bermain pasir itu kotor dan bisa menyebabkan kuman" atau "kalau bermain pasir itu bisa cacingan" lebih baik bukan?

Dan itu membuat anak nyaman tidak merasa dibatasi hingga memendam rasa marah pada hatinya yang membuat mereka memandang orang tua itu jahat suka melarang.

3. Latihlah problem solving pada anak sejak dini

Membiasakan anak untuk memecahkan masalahnya sendiri itu adalah cara membentuk karakter anak agar nantinya anak sudah terbiasa dengan masalah. Cara ini harus ditanamkan sejak dini pada anak.

Anak perlu belajar beradaptasi dengan berragam kondisi dan situasi yang berbeda, untuk menjadikannya kuat dan mandiri.

Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri, yang sederhana saja misalnya saat anak tak bisa membuka permen, biarkan mereka berusaha dengan caranya sendiri terlebih dahulu bila mereka sudah benar-benar tidak bisa maka ajarkan pada mereka cara membuka yang benar.

Mereka juga akan tau yang namanya toleransi dan menghargai orang lain.

4. Tanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab pada anak

Anak jaman sekarang susah sekali disiplin, kerjaannya hanya bermain hp saja. Sebagai orangtua harus menanamkan sikap disiplin untuk menghadapi anak jaman sekarang.

Disiplin menjadi hal utama untuk perkembangan masa depan anak, kedisiplinan tidak harus yang berat-berat mulailah yang sederhana saja misalnya membuang sampah pada tempatnya

Ajarkan pula anak bertanggung jawab, mulai saja juga dari yang sederhana mengajarkan mereka untuk membereskan mainan setelah bermain. Jadikan hal ini menjadi kebiasaan agar anak tetap menerapkannya hingga dewasa nanti.

5. Latihlah anak untuk berterima kasih

Hal sederhana yang terkadang diremehkan adalah mengucapkan terimakasih, padahal mudah dilakukan. Maka biasakan pada anak sejak kecil.

Tanamkan hal ini agar anak benar-benar ingat untuk mengucap terimakasih.

Ajarkan anak selalu menghargai dengan selalu berterima kasih kepada orang yang telah membantunya. Secara tidak langsung anak akan lebih berempati pada orang lain.

Dengan begitu mereka tidak akan tumbuh dewasa sebagai sosok yang cenderung egois dan mementingkan dirinya sendiri.

6. Jangan asal memberi mainan pada anak

Anak itu tidak bisa sembarangan diberi mainan, ada mainan yang malah mengarahkan karakter anak pada hal yang buruk.

Orangtua pikir dengan memberikan anak mainan yang cukup sudah bisa sebagai upaya menyenangkan anak, justru tidak.

Sekaran banyak mainan yang mengedukasi dan sebagai pelajaran. Berilah mainan pada anak sesuai dengan usianya, anda juga harus memberikan mainan yang mempunyai manfaat positif.

Mainan itu adalah media yang menstimulasi anak dengan cepat, bisa meningkatkan motorik atau kecerdasan anak dan juga dapat melatih kreatifitas anak, mengembangkan imajinasinya dan pola pikirnya

7. Selain itu imbangi dengan memberi nutrisi secukupnya

Selain semua yang ada diatas cara membuat anak cerdas dan pintar itu harus didukung dengan memberikan asupan nutrisi yang mencukupi untuk menjangkau pertumbuhannya.

Karena kecerdasan anak itu juga tidak hanya tergantung pada latihan tapi harus didukung dengan nutrisi yang baik dan cukup.

Pada masa perkembangan otak anak anak memerlukan nutrisi omega-3, zat-zat ini biasanya dengan mudah ditemukan dalam minyak ikan.

8. Ajak anak beribadah bersama.

Jangan hanya menuntut anak pintar perihal keduniaan, sedari kecil ajarkan anak juga untuk taat beribadah untuk mempunyai pola pikir yang baik.

Bila anak dibekali dengan iman maka kecerdasan itu tidak akan dipergunakan untuk yang salah,

anak juga bisa cerdas dalam menjalani kehidupan.

Ajarkan untuk mendalami agama islam, awali saja dengan mengajak mereka beribadah bersama, karena orangtua itu contoh utama bagi anak-anaknya.

Baca Juga:

9. Ceritakan dongeng atau pengalaman anda sebelum tidur

Menceritakan hal-hal semasa anda kecil atau dongeng pada anak akan membantu meningkatkan imajinasi mereka, selain itu cara ini dapat menguatkan  jalinan komunikasi yang baik dengan anak.

Anak akan lebih senang dan merasa dekat dengan orangtuanya melalui cara ini, jadi mereka pun tidak segan-segan menceritakan apa yang terjadi di sekolahnya di lingkungannya jadi tidak ada yang ditutup-tutupi antara orangtua dan anak.

10. Mengajak anak mengenal alam

Mengajarkan anak untuk bersyukur atas keindahan alam yang telah diciptakan oleh Allah Swt.

Dengan mengenalkan alam memiliki manfaat besar bagi pertumbuhan mental dan spiritual anak, terutama bagi mereka yang lahir di kota besar karena jarang menjelajah alam.

Agedankan untuk berlibur mengajak anak mengenal alam sekitar dan ajarkan mereka mensyukuri atas apa yang telah Allah berikan melalui alam.

Karena anak yang sering mengunjungi tempat wisata alam maka mereka akan dapat meng eksplore semua yang ada di alam.

Itulah cara membuat anak cerdas dan pintar, anak itu juga jangan ajarkan ilmu intelektual saja. Tapi ajarkan juga sisi spiritual pada anak agar semua itu seimbang menjadi satu paket dalam mendidik anak.

KOMENTAR