Doa Malam Hari Agar Dilindungi Dari Mara Bahaya

 28 Oct 2019  Taufiq F

Doa Malam Hari Agar Dilindungi Dari Mara Bahaya

Doa malam hari - Image from liputan6.com

Dalam kitab shahih pernah meriwayatkan sebuah hadist dimana isinya tentang bacaan doa malam hari yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW pada saat malam hari.

Malam merupakan waktu istirahat bagi kita yang bekerja penuh di waktu pagi hari hingga sore hari. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita melalui hadist yang diriwayatkan oleh Muslim terkait kata doa malam hari.

Menjalani aktivitas malam merupakan rutinitas sebagian orang. Entah itu berkumpul dengan keluarga, lembur di kantor atau dalam perjalanan pulang.

Agar selamat dalam perjalanan pulang, baca juga doa keselamatan di jalan berikut ini (Baca: Doa Naik Kendaraan Darat dan Laut, Serta Keutamaannya)

Tetapi alangkah baiknya jika disertai dengan berdoa malam hari, dengan harapan agar Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada kehidupan kita khususnya malam hari, berikut kumpulan doa malam hari lengkapnya.

Dzikir dan Doa Malam Hari

Kata mutiara doa malam hari dalam islam ternyata banyak dilupakan oleh pemeluk-pemeluknya sendiri, bahkan masih banyak yang belum mengetahui bacaan doa malam hari dan dzikir-dzikirnya.

Sebelum lanjut pada pembahasan doa malam hari, disini wajib baca akan sedikit membahas mengenai hal yang termasuk penting sebagai dari renungan atau bahan evaluasi diri.

Dan juga dapat menambah kesadaran bagi yang belum sadar serta membuat semakin syukur dan tetap istiqomah bagi yang sudah sadar.

Di luaran sana, banyak di dapati orang yang hidup tak menentu arahnya. Dia tak tahu apa tujuan hidup ini sehingga banyak diantara mereka terjebak dalam lumpur kemaksiatan dengan mengikuti hawa nafsunya.

Agar tak terjerumus pada kemaksiatan baca doa ini (Baca: Doa Keselamatan Dunia Akhirat, Tulisan Arab, Latin dan Artinya)

Segala hal yang dia inginkan akan dia lakukan, tanpa memperdulikan akibat buruknya. Mereka juga mengaku muslim, tapi segala kemaksiatan yang jelas-jelas bertentangan dengan islam ditabraki, tanpa merasa berdosa atau mungkin pura-pura bodoh akan dosa.

Saat malam hari, mereka pergi ke club-club malam atau rumah bordil, mencari mangsa wanita, meneguk minuman keras dan mengisap narkoba.

Tentunya hal ini sangat berbeda dengan apa yang diajarkan dalam islam. Ketika di tengah malam mereka berhura-hura dengan maksiat yang menghinakan dirinya.

Maka seorang muslim yang mendambakan ridho Allah SWT tentu sangat berbeda dengan mereka yang mencampakkan peringatan-Nya.

Muslim yang taat akan memanfaatkan waktu malamnya untuk hal-hal yang positif, doa ibadah, dan doa malam hari. Ajaran islam yang sangat sempurna ini telah memberikan ajaran berharga bagaimana seorang muslim menggunakan waktu malamnya.

Selain itu islam juga telah mengajarkan banyak doa harian yang perlu kita pelajari dan amalkan. Tak hanya doa malam hari saja, seperti doa pagi hari, doa malam hari, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa sebelum dan sesudah wudhu, doa masuk kamar mandi, doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa minta rezeki, doa sebelum tidur, doa naik kendaraan, doa minta ilmu, doa minta keselamatan, dan doa hari jumat.

Doa Menjelang Malam Hari

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca menjelang malam hari sebagai permohonan keselamatan dari mara bahaya di malam harinya dan bahkan siang harinya juga.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah Yang jika Nama-Nya (disebut) maka sesuatu pun tidak bisa memberi mudhorot di bumi dan di langit. Dan Dia Dzat Yang Maha Mendengar dan Mengetahui. (HR. At-Tirmizi)

Apabila doa ini dilantunkan 3x setiap pagi dan sore hari maka akan dijauhkan dari segala mudhorot dan mara bahaya yang datang dari apapun.

Ingin mendapat rezeki yang lancar? Amalkan doa ini (Baca: Kumpulan Doa Minta Rezeki yang Halal dan Baik)

Doa Istirahat Malam Hari

Waktu malam adalah waktu istirahat setelah dari pagi hari hingga sore menjalani aktivitas full seharian, biasakan membaca doa sebelum istirahat, berikut doanya.

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ O وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ

Dan Kami (Allah) jadikan waktu malam sebagai pakaian. Dan Kami (Allah) jadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan. (An-Naba’: 10-11)

Ayat ini menerangkan bahwa malam itu seperti pakaian yang menutupi. Manusia di waktu malam tertutupi dengan gelap dan pekatnya, sebagai bentuk istirahat.

Meskipun pada dasarnya malam adalah waktu istirahat tapi bukan berarti tidak boleh ada aktivitas. Memang istirahat waktu malam itu harus ada dan akan lebih utama apabila malam itu disela-sela ibadah, zikir, dan doa malam hari.

Bacaan Doa Malam Hari

1. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

عن عائشة رضي الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيلَةٍ جَمَعَ كَفَّيهِ ثُمَّ نَفَثَفِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُل هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) و ( قُل أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ) و ( قُل أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ، ثُمَّ يَمسَحُ بِهِمَا مَااستَطَاعَ مِن جَسَدِهِ ، يَبدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأسِهِ وَوَجهِهِ وَمَا أَقبَلَ مِن جَسَدِهِ ، يَفعَلُُ ذَلكَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ   رواه البخاري

“Dari Aisyah Radhiallahu ’anha, ‘Sesunguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam apabila menghampiri tempat tidur beliau setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tanganya kemudian meniup keduanya dan membaca Qul huwallahu’ahad dan Qul a’udzubi rabbil falaq dan Qul a’udzubirobbin nass kemudian mengusap dengan keduanya (telapak tangan) tubuhnya yang mungkin beliau usap. Beliau memulai mengusap dari kepala dan wajahnya dan bagian depan tubuhnya. Hal itu beliau lakukan tiga kali.” HR. Bukhari.

Lafal surat Al-Ikhlas:

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ O لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ O اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ O قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Bacaan latin:
Qul huwallāhu aḥad (1) allāhuṣ-ṣamad (2) lam yalid wa lam yụlad (3) wa lam yakul lahụ (4) kufuwan aḥad

Arti:
Katakanlah (wahai Muhammad), “Dia Allah, Yang Maha Esa,(1) Allah tempat bergantung, (2) (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, (3) Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya”. (4)

Lafal surat Al-Falaq:

O وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ O وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ O مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ O قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙO وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bacaan latin:
Qul a’ụżu birabbil-falaq (1) min syarri mā khalaq (2) wa min syarri gāsiqin iżā waqab (3) wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad (4) wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad (5)

Arti:
Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh (fajar), (1) dari keburukan (makhluk yang) Dia ciptakan, (2) dan dari keburukan malam apabila telah gelap gulita, (3) dan dari keburukan penyihir-penyihir (perempuan) yang meniup pada buhul-buhul (tali), (4) dan dari keburukan orang yang dengki hasad apabila dia hasad.” (5)

Baca juga bacaan doa keluar masjid dan masuk masjid berikut (Baca: Doa Masuk dan Keluar Masjid, Beserta Hadist Anjurannya)

Lafal surat An-Nas:

O مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ Oاِلٰهِ النَّاسِۙمَلِكِ النَّاسِۙ O قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسOمِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ O الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاس

Bacaan latin
Qul a’ụżu birabbin-nās (1) malikin-nās (2) ilāhin-nās (3) min syarril-waswāsil-khannās (4) allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās (5) minal-jinnati wan-nās (6)

Artian
Katakanlah (wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Rabb manusia, (1) Raja manusia, (2) Sembahan manusia, (3) dari keburukan bisikan (setan) yang bersembunyi, (4) yang membisikkan ke dalam dada manusia, (5) dari (golongan) jin dan manusia.” (6)

2. Membaca ayat kursi

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أوَيُتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقُرَأ آيَةََ الكُرْسِيِّ فَإِنَّهُ لَنْ يَزَِالَ مَعَكَ مِنَ اللّهِ تَعَالَى حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَك شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila kamu menuju tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi, maka sesungguhnya akan selalu masih bersamamu penjaga dari Allah Ta’ala, dan tidak mendekatimu setan sampai kamu berpagi” HR. Bukhari.

Berikut bacaan lafal ayat kursi:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓاِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Bacaan latin :
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

Arti :
Allah tidak ada Sesembahan (Yang berhak disembah) kecuali Dia. Zat Yang Maha hidup, Yang senantiasa mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak meliputi sesuatu apa pun dari ilmu-Nya melainkan karena Dia berkehendak. Luas kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat menjaga keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung.

Baca juga doa sebelum dan sesudah wudhu (Baca: Doa Sebelum Wudhu dan Setelah Wudhu yang Mudah Dihafal)

3. Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yang terlupakan

Dua ayat ini bagian dari dzikir dan doa malam hari yang disunnahkan Rasulullah SAW

مَنْ قَرَأَ بِهِمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ.

Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari maka dua ayat tersebut telah mencukupinya (sebagai wasilah yang mencukupinya dari keburukan). (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berikut ini lafal dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ O لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُعَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَافَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Bacaan latin :
āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr (285)

lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn (286)

Artinya :
Beriman Rasul (Muhammad) kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.

(Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan diantara seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.” (285) Allah tidak membebani satu jiwa melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Baginya (kebaikan) apa yang dia kerjakan (dia akan mendapat pahala) dan tanggungannya (kejahatan) apa yang dia usahakan.

(Mereka berdoa), “Ya Rabb kami, janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak memiliki kesanggupan untuk (memikul)nya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (286)

Sangat disarankan untuk menghafal dua ayat ini, supaya lebih mudah untuk melaksanakan sunah tersebut. Orang yang belum hafal ayat tersebut, tentu dia mendapat kesulitan untuk mempraktekkan sunnah tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai doa malam hari yang dapat wajibbaca.com sampaikan pada kesempatan kali ini. Amalkan doa-doa diatas agar dapat perlindungan dari Allah SWT dari gangguan di malam hari. Semoga bermanfaat untuk kita semua.