Lafadz Doa Niat Puasa Sunnah Nisfu

 14 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Lafadz Doa Niat Puasa Sunnah Nisfu

Doa niat puasa nisfu - Image from www.kompasiana.com

Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan Sya'ban yaitu puasa nisfu. Berikut lafadz doa niat puasa nisfu.

Salah satu bulan yang sangat disukai Rasulullah SAW adalah bulan Sya'ban, karena pada bulan tersebut amalan-amalan manusia akan dinaikkan atau diangkat ke hadapan Allah SWT.

Dan diantara amalan yang yang menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW pada bulan Sya'ban, salah satunya adalah melaksanakan puasa sunnah nisfu Sya'ban. Dan berikut kami akan menjelaskan tentang lafadz niat puasa nisfu Sya ban.

Doa Niat Puasa Nisfu Sya'ban

Pada bulan Sya'ban, amalan yang kita perbuat selama beberapa bulan sebelum bulan Rajab akan dihitung dan dihadapkan kepada Allah Ta'ala.

Selain itu buku amalan kita juga akan ditutup pada bulan Sya'ban. Oleh karena itu Rasulullah SAW selalu mengerjakan puasa Sya'ban setiap bulannya, dan sebagai umatnya yang taat kita harus meneladani sunnah Nabi tersebut.

Salah satu hikmah berpuasa nisfu sya'ban adalah sebagai latihan sebelum memasuki puasa Ramadhan. Karena jika kita sudah terbiasa berpuasa, maka kita akan lebih bersemangat lagi melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Adapun tata cara berpuasa nisfu Sya'ban sama seperti puasa-puasa lainnya, sahur dan berbuka pada waktu yang telah ditentukan, dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Perbedaannya hanya pada lafadz niatnya saja, dan berikut lafaz niat puasa nisfu sya ban dan doa sahur puasa sya'ban:

نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAHBAN SUNNATAN LILLAHI TA'ALA

Artinya : "Saya niat puasa bulan sya’ban sunnah karena Allah ta’ala".

Baca Juga :
1. Niat dan Tata Cara Sholat Nisfu Sya'ban
2. Bacaan Doa Sholat Nisfu Sya'ban

Hadits yang Menerangkan Anjuran Puasa Sya'ban

Anjuran untuk melaksanakan puasa nisfu Sya'ban diterangkan oleh 'Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya : “.. saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari 1969 dan Muslim 782).

Dalam hadits riwayat lainnya juga diterangkan,

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

"Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya : “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. Ahmad 21753, Nasa’i 2357, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Apabila kita memperhatikan kedua hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa puasa Sya’ban yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah puasa selama sebulan penuh di bulan Sya'ban.

Yang perlu kita perhatikan adalah puasa tersebut bukanlah puasa yang khusus dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban saja. Jadi bisa dikatakan orang yang dengan sengaja melaksanakan puasa Sya'ban hanya pada waktu nisfu Sya’ban saja, sementara dia meninggalkan puasa di tanggal lainnya, maka hal tersebut tidaklah sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan sebagai penutup artikel tentang doa niat puasa nisfu ini, kami ingin meluruskan bahwa tidak ada puasa khusus yang dilaksanakan pada pertengahan Sya’ban seperti yang dilaksanakan kebanyakan orang. Yang ada yaitu memperbanyak puasa selama bulan Sya’ban sebagaimana yang dilaksanakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam.