Keputihan Abnormal Adalah: Gejala dan Cara Mengatasinya

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 01 Nov 2019

Keputihan Abnormal Adalah: Gejala dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi keputihan - Image from www.grid.id

Ada keputihan yang masih dalam batas normal dan ada keputihan abnormal. Adanya cairan putih yang berasal dari vagina merupakan kondisi yang alami. Namun beda lagi jika cairan itu menyebabkan gatal.

Rata-rata wanita pasti pernah mengalami keputihan, atau dalam istilah medis disebut dengan leukorrhea, adalah cairan yang diproduksi vagina secara berkala. Keputihan merupakan kondisi normal yang tidak selalu memperlakukan penanganan khusus.

Keputihan normal berupa cairan dan sel vagina yang secara terus menerus meluruh. Adapun cairan tersebut keluar secara alami untuk melakukan tugasnya, yaitu melembabkan, melumasi, dan menjaga jaringan vagina agar tetap sehat. Selain itu, cairan keputihan tersebut juga membantu melindungi vagina dari adanya infeksi dan iritasi.

Jadi Anda tidak perlu khawatir jika mengalami keputihan karena hal ini menandakan tubuh sedang bekerja semestinya untuk membersihkan dan mengganti sel-sel yang lama dengan sel-sel yang baru.

Akan tetapi lain lagi ceritanya jika Anda mengalami keputihan abnormal yang biasanya memerlukan perhatian medis. Keputihan-abnormal biasanya merupakan tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Apakah keputihan abnormal itu, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai keputihan abnormal dan normal.

Apakah Keputihan Abnormal Itu?

Keputihan-abnormal adalah cairan dan sel vagina yang secara terus menerus meluruh, namun dengan wujud, warna, aroma, serta tekstur cairan yang tidak seperti biasanya. Cairan tersebut juga bisa menyebabkan vagina terasa gatal, nyeri, dan juga panas.

Baik keputihan normal maupun abnormal sangat umum terjadi, bahkan dapat terjadi pada wanita yang sudah melewati usia pubertas, atau  bisa juga wanita yang telah menopause.

Adapun keputihan abnormal biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Warna cairan keputihan bervariasi mulai dari warna putih, kekuningan, kehijauan, abu-abu, hingga kemerahan yang disebabkan karena bercampur dengan darah.
  • Cairan keputihan berbau tidak sedap, amis, anyir, dan timbul bau busuk yang cukup menyengat.
  • Volume cairan keputihan lebih banyak dari biasanya.
  • Vagina terasa gatal dan menimbulkan rasa terbakar.
  • Terasa nyeri pada bagian panggul.
  • Adanya pendarahan di antara siklus haid, dan juga setelah/selama berhubungan intim.
  • Terasa sakit saat buang air kecil.

Tidak menutup kemungkinan Anda akan merasakan gejala tertentu selain yang disebutkan diatas, jika hal tersebut membuat Anda khawatir maka segera konsultasikan ke dokter spesialis.

Untuk mencari tahu penyebabnya, dokter akan bertanya kepada Anda apakah ada gejala tambahan lain, dan juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan seksual Anda.

Perawatan yang akan diberikan oleh dokter disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, Anda harus memahami bahwa pengobatan antara satu orang dengan yang lainnya tidaklah sama.

Baca Juga : Keputihan Berwarna Kuning Gejala Awal Tumor? Benarkah?

Keputihan Abnormal Saat Hamil

Keputihan abnormal saat hamil mempunyai ciri-ciri atau gejala yang sama dengan yang sudah disebutkan diatas. Yaitu adanya perubahan warna, cairan menjadi kental, dan terdapat bau yang menyengat pada cairan tersebut.

Selain itu, Ibu yang mengalami keputihan abnormal saat hamil juga akan mengalami nyeri yang tak biasa pada bagian perut. Kondisi ini disebabkan karena berbagai faktor, misalnya kebersihan pada area Miss V yang kurang terjaga, stres yang berlebihan, konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang lama, dan munculnya infeksi akibat bakteri, jamur, dan protozoa.

Jamur jenis Candida sp. dan protozoa jenis Trichomonas vaginalis adalah beberapa penyebab keputihan abnormal saat hamil. Selain itu, ada juga bakteri jenis Bakteriosis vaginalis dan virus Human Papiloma Virus (HPV) sebagai penyebab keputihan yang tidak normal.

Baca Juga : Contoh Keputihan Tanda Hamil 1 Minggu dan Ciri-ciri Tanda Awal Kehamilan

Bagaimana Cara Mengobati Keputihan Abnormal?

Keputihan abnormal baik yang terjadi pada Ibu hamil maupun bukan, dapat diatasi dengan :

1. Obat antijamur

Untuk pengobatan karena infeksi jamur tergantung pada tingkat keparahannya, gejala yang ringan hingga sedang dokter akan memberikan obat antijamur dalam bentuk krim, salep, tablet, maupun supositoria.

Miconazole, terconazole, dan fluconazole adalah beberapa varian obat anti jamur yang sering diresepkan oleh dokter. Namun apabila gejalanya parah, dosis dan jangka waktu pemakaian obat jamur akan menyesuaikan.

Khusus untuk obat anti jamur jenis Fluconazole tidak diperbolehkan untuk Ibu hamil. Karena bisa menyebabkan keguguran atau cacat lahir.

2. Antibiotik

Untuk mengobati infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan resep obat antibiotik cair untuk diminum atau pun dalam bentuk krim. Metronidazole (Flagyl, Metrogel-Vaginal) adalah salah satu antibiotik oles yang biasanya dimasukkan ke dalam vagina.

Selain itu, clindamycin (Cleocin, Clindesse) juga merupakan krim oles untuk vagina. Untuk antibiotik yang diminum, dokter biasanya memberikan tinidazole (Tindamax).

3. Pembedahan

Apabila keputihan disebabkan oleh adanya kanker serviks, salah satu cara untuk mengobati adalah dengan pembedahan. Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks, yaitu:

  1. Trachelectomy, adalah pengangkatan jaringan di sekitar leher rahim dan bagian atas vagina tanpa menyentuh rahim.
  2. Histerektomi, adalah pengangkatan rahim beserta serviks dan ovarium serta saluran tuba apabila diperlukan.
  3. Pelvis exenteration, yaitu pengangkatan serviks, vagina, rahim, ovarium, saluran tuba, kandung kemih, dan juga rektum.

Baca Juga : Tanpa Harus Operasi, Begini Langkah-Langkah Meremajakan Kewanitaan Secara Alami

4. Kemoterapi

Selain dengan operasi, kemoterapi juga menjadi pilihan pengobatan kanker serviks. Kemoterapi biasanya dikombinasikan dengan radioterapi, yaitu terapi radiasi tingkat tinggi untuk menghancurkan sel kanker dan memperkecil tumor.

Kemoterapi untuk kanker biasanya menggunakan obat tunggal yang bernama cisplatin atau juga menggunakan kombinasi beberapa obat yang berguna membunuh sel kanker.

5. Pengobatan di rumah

Beberapa pengobatan di rumah untuk mengobati keputihan abnormal antara lain dengan :

  1. Mengompres area sekitar vagina dengan air dingin atau hangat untuk mengurangi rasa gatal.
  2. Tidak berhubungan seks ketika masih menjalani pengobatan.
  3. Selalu menjaga kebersihan vagina dengan membasuhnya dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri.
  4. Tidak menggunakan celana yang ketat.
  5. Menggunakan produk pembersih vagina yang lembut sesuai anjuran dokter.

Demikianlah artikel tentang gejala dan cara pengobatan keputihan abnormal dan normal ini, semoga bermanfaat.

SHARE ARTIKEL