Contoh Khutbah Jum'at Keutamaan Bulan Rajab

 01 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Contoh Khutbah Jum'at Keutamaan Bulan Rajab

Ilustrasi khutbah Jum'at - Image from khazanah.republika.co.id

Khutbah Jumat bulan rajab 1434 h. Salah satu tema yang sangat bagus ketika khutbah Jum'at adalah tentang keutamaan bulan Rajab.

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa, hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firmannya berikut,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya : ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Jadi, Rajab merupakan salah satu dari empat bulan suci selain Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Keutamaan tersebut bisa dijadikan sebagai tema ketika melaksanakan khutbah Jum'at, dan berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang khutbah bulan Rajab terbaru 2020. 

Khutbah Jum'at Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya

Berikut khutbah Jum'at tema makna bulan Rajab yang bisa Anda gunakan sebagai referensi khutbah Jum'at bulan Rajab 2020.

Baca tema khutbah Jum'at lainnya disini :
1. Contoh Khutbah Jumat Singkat Tentang Menuntut Ilmu
2. Contoh Teks Khutbah Jumat Kedua

اَلْحَمْدُ ِللهِ ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَحْرَمَ رَجَبَ بِإِسْرَاءِ الرَّسُوْلِ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ اْلأقْصَى ، وَالَّذِيْ يَأْمُرُنَا بِالتَّقْوَى مْدَّةَ أُمُوْرِنَا ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ فِيْ كُلِّ أَهْوَالِنَا ، أشْهَدْ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أشْرَفِ عِبَادِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَعِتْرَتِهِِِِ أمََّا بَعْدُ : فَيَا أيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعَ وَالطَّاعَةِ

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita bisa melaksanakan majelis shalat Jum'at dengan keadaan sehat walafiat. 

Sidang Jum'at yang Dimuliakan oleh Allah,

Alhamdulillah kita telah memasuki bulan Rajab di tahun ini. Banyak kejadian dan peristiwa terus berlalu silih berganti, mengisi tiap detik, menit, jam, hari dan minggu-minggu kita semua. Berbagai kondisi kita lalui dari tahun ke tahun. Kita mengalami kebahagiaan yang kita rayakan, dan pula kesedihan yang kita rasakan, namun kita harus tetap hidup tanpa penyesalan serta selalu berada di jalan Allah SWT yang lurus.

Kita harus selalu optimis, meski berbagai rintangan selalu menghimpit dan menguras keimanan kita. Karena ketaqwaan merupakan pangkal dari segala sikap dan keputusan kita untuk menghadapi problematika dunia, maka marilah kita semua senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Marilah kita selalu percaya, yakin dan menaati perintah-perintah Allah SWT dan menghindari larangan-larangan Allah SWT. Karena hanya dengan ketaqwaanlah kita bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas kehidupan kita. Kita harus bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, bukan taqwa asal merasa takut, namun tindakannya tetap tercela di mata Allah. Seperti halnya Rajab adalah bulan mulia di sisi Allah, maka kita harus memuliakannya pula dengan hati yang bersungguh-sungguh.

Rasulullah SAW bersabda,

ألاَ إنَّ الزَمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْم خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتَ وَالْأرْضَ السَّنَةَ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً مِنْهَا أرْبَعَةُ حَرَمٌ، ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو القَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرُّ بَيْنَ جُمَادِى وَشَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya : ”Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Bulan rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Maka sebagai bentuk ketaqwaan kita kepada Allah dan juga kepercayaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, maka hendaknya kita juga harus memuliakan bulan ini.

Allah menyebutkan bahwa dalam satu tahun terdapat empat bulan haram yaitu bulan Dzulqo'dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada empat bulan tersebut kita dilarang untuk melakukan perbuatan aniaya dan peperangan, baik secara fisik maupun non fisik.

Dalam banyak hadits dapat kita temukan keutamaan berpuasa di Bulan Rajab, bahwa orang yang melaksanakan puasa pada hari pertama bulan Rajab, maka ia telah dihapuskan dosanya setahun yang lalu, pada hari kedua akan dihapuskan dosanya sebulan yang lalu, dan pada hari ketiga dihapuskan dosanya seminggu yang lalu.

Beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan puasa bulan Rajab adalah sebagai berikut :

Diriwayatkan bahwa apabila Nabi Muhammad SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)

Hadits riwayat Al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid menerangkan, “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya".

"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

Hadits riwayat Abul Fath dari Al-Hasan, Rasulullah SAW bersabda,
"Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulan ku, dan Ramadhan bulannya umatku."

Rasulullah SAW bersabda,
“Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril A.S : “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini ? ”Maka berkata Jibril A.S : “Ya Muhammad, sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

Hadirin Sidang Jum'at yang dirahmati Allah SWT,
Sebagai penutup dari khutbah Jum'at ini, marilah kita senantiasa melaksanakan shalat lima waktu yang merupakan oleh-oleh dari kejadian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di bulan Rajab tahun kedelapan dari kenabiannya.

Kita harus selalu tegar menghadapi hidup, meskipun hidup penuh dengan cobaan dan juga rintangan. Kita harus senantiasa optimis dan yakin akan janji Allah yang benar adanya, akan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi hamba-Nya yang senantiasa meningkatkan ketaqwaan, karena demikianlah sebenarnya makna pesan bulan Rajab.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتِ وَالذِّّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Itulah contoh khutbah Jumat bulan Rajab 1434 H, semoga bermanfaat.