Contoh Khutbah Jumat Singkat Tentang Menuntut Ilmu

 04 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Contoh Khutbah Jumat Singkat Tentang Menuntut Ilmu

Khutbah Jumat Tentang Ilmu - Image from www.tongkronganislami.net

Sholat jum'at adalah salah satu majelis islam, yaitu tempat untuk menuntut ilmu dan mendalami tentang ajaran islam.

Di dalam sholat jum'at, selalu ada khutbah. Khutbah merupakan bentuk masdar dari kata khataba, yakhtubu, yang mempunyai arti berpidato. Dalam hal ini khutbah dalam sholat jum'at biasanya bertema anjuran-anjuran dalam Islam, salah satunya adalah khutbah tentang ilmu.

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang contoh khutbah jumat singkat tentang menuntut ilmu.

Khutbah Jumat Tentang Menuntut Ilmu

Islam mewajibkan semua umatnya untuk menuntut ilmu, sebagaimana hadits dibawah ini :

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَىالْجَنَّةِ

Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

Dari hadist tersebut dapat kita jadikan sebagai salah satu tema khutbah yakni khutbah jumat menuntut ilmu.

Baca Juga : Tata Cara Khutbah Jumat Lengkap dengan Syarat, Rukun dan Sunnah-Sunnahnya

Berikut salah satu contoh khutbah tentang menuntut ilmu :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَ مَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِيَ لَهاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدِى السَّاعَةمَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يُعْصِيْهٍمَا فَإنَّهُ لا يَضُرُّ إلاَّ نَفْسَه وَلاَ يَضُرُّاللهَ شَيْئاًاللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَان إلَى يَوْمِ الدِّيْنأمَّا بَعْدُ :فَاُوْصِيْكُمْ وَ إيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتْقَىَ وَ خَابَ مَنْ طَغَىأعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَحِيْمِيَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَ أنْتُمْ مُسْلِمُوْنَصَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya : "Orang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada dijalan Allah sehingga ia kembali kerumahnya".

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim disebutkan bahwa ilmu terbagi dua yaitu Ilmu Haal dan Ilmu Ghairu Haal.

Yang Pertama ilmu Haal
Adalah ilmu yang seketika itu harus digunakan lalu diamalkan ketika berumur baligh, misalnya ilmu Fiqih dan ilmu Tauhid. Dalam ilmu Fiqih misalnya kita mempelajari ilmu Ubudiyah dan ilmu Muamalah.

Dalam ilmu Ubudiyyah misalnya diajarkan tentang tata cara berpuasa dan hal-hal yang membatalkannya, cara bertayamum, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam ilmu Muamalah diajarkan salah satunya mengenai sunnah berdagang.

Kemudian dalam ilmu Tauhid yang dipelajari adalah mengenai sifat-sifat wajib Allah, kepercayaan kita terhadap Malaikat, dan para Rasul, hari kiamat dan hari pembalasan atau yaumul hisab.

Yang kedua ialah ilmu Ghairu Haal
Yakni ilmu yang berfungsi sebagai ilmu kelengkapan hidup, misalnya ilmu kedokteran, ilmu bersosial, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat bagi kelanjutan hidup manusia.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah,
Ilmu memegang peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Suatu negara tidak akan maju jika masyarakatnya tidak berilmu. Kita ambil contoh negara China kenapa bisa menyaingi negara-negara besar seperti Amerika? padahal negara China adalah negara di Asia. Tidak lain dan tidak bukan karena masyarakatnya yang berilmu dan mempunyai pengetahuan luas.

Pada zaman dahulu, Islam pernah mengalami masa jaya karena menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ketika itu lahirlah ilmuwan-ilmuwan Islam dari berbagai bidang, contohnya dalam bidang hukum kita mengenal Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Malik.

Dalam bidang kedokteran misalnya : Ibnu Sina, Ibnu al-Nafis, Al-Zahrawi, dan Ibnu al-Baithar. Dalam ilmu matematika kita mengenal Al-Khawarizimi dan Ibnu Haitham.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah,
Sejatinya Ilmu Haal dan ilmu Ghairu Haal adalah demi kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Tidak lengkap bila kita bahagia di dunia namun tidak bahagia di akhirat.
Dan juga sebaliknya kurang lengkap apabila bahagia di akhirat namun tidak bahagia di dunia.

Kebahagiaan di dunia dan di akhirat juga disebutkan Allah SWT dalam firmannya di QS. Al-Qashash ayat 77

وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ الآخرةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya : "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia".

Orang-orang yang beriman, berilmu dan bertaqwa, pastinya mempunyai akhlak yang mulia karena pada hakikatnya junjungan kita yaitu Rasulullah SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda : 

اِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلاَق

Jamaah yang dimuliakan Allah, oleh karenanya selain kita wajib menuntut ilmu, kita juga harus mempunyai akhlak yang baik. Apa artinya jika kita orang yang berilmu namun akhlaknya tidak baik.

أقُوْلُ قًوْلِي هَذَا وَأسْتَغْفِرُهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن أحْمَدُهُ وَ أسْتَعِيْنُهُ وَأسْتَغْفِرُهُ وَ أتَوَكَّل عَلَيْهِوَأشْهَدُ ألاَّ اِلهَ إلاَّ الله لاَ شَرِيْكَ لَه وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَدًا رَسُوْلُ اللهِاَرْسَلَهُ بِالهُدَى وَ دِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلىَ دِيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْن وَمَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقًدْ اِعْتَصَمَ باِلعُرْوَةِ الوُثْقًى وَسِعدَ فِى الاُوْلىَ وَ الاَخِرَةِوَمَنْ يُعْصِى اللهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيْداً وَخَسِرَ خُسْرَانًا مُبِيْناًوَاَسْئَلَنِي وَاِيَّاكُمْ مِمَّنْ يُطِيْعُهُ وَ يُطِيْعُ رَسُوْلَهُ وَيَتْبَعُ رِضْوَانَهُ وَيَتَجَنَّبُ سُخْطَهُ فَاِنَّمَا نَحْنُ لَهُ وَ بِهِاُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَعَلَى طَاعَتِهِ فَاِنَّ تَقْوَى اللهِ اَفْضَلُ مَا تَحَاثَ النَّاسُ عَلَيْهِ وَتَدَاعَوْا اِلَيْهِ وَتَوَاصَلُوْابِهِوَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ تَعَالَى صَلَّى نَبِيَّهُ قَدِيْمًا وَبَدأ بِنَفْسِهِ تَعْلِيْمًا وَقاَلَ:اِنَّ اللهَ وَمَلائِكًتًهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَاأيُّهَاالَّذِيْن َآمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًاالَّلهُمَّ اَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَه وَاَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهاللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْن وَالمُسْلِمَات وَالمُؤْمِنِيْن وَالمُؤْمِنَات الأحْيَاءِمِنْهُمْ وَالأمْوَات بِرَحْمَتِكَ يَاأرْحَم َالرَّاحِمِيْنرَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنا الَّذِيْن سَبَقُوْنَ بِالإيْمَان وَلا َتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌرَبَّناَ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَة حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارعِبَادَالله … إنَّ اللهَ يَأمُرُكُمْ بِالعَدْلِ وَالإحْسَان وَإيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُم ْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَفَاذْكُرُوْاللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَر اَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ

Itulah contoh khutbah singkat tentang menuntut ilmu, ada juga contoh lain khutbah yang bermanfaat yaitu khutbah jumat tentang shalat sebagai tiang agama yang juga akan kita bahas dalam artikel ini.

Baca Juga : Khutbah Jumat Singkat Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Tentang Shalat Sebagai Tiang Agama


Berikut khutbah bermanfaat lainnya selain khutbah jumat keutamaan menuntut ilmu. 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَ مَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِيَ لَهاشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدِى السَّاعَةمَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يُعْصِيْهٍمَا فَإنَّهُ لا يَضُرُّ إلاَّ نَفْسَه وَلاَ يَضُرُّاللهَ شَيْئاًاللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَان إلَى يَوْمِ الدِّيْنأمَّا بَعْدُ :فَاُوْصِيْكُمْ وَ إيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتْقَىَ وَ خَابَ مَنْ طَغَىأعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَحِيْمِيَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَ أنْتُمْ مُسْلِمُوْنَصَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ

Rasulullah SAW bersabda :

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

Artinya : “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.”

Jama'ah shalat jum'at rahimakumullah, saya serukan kepada jama'ah semua, bertaqwalah kepada Allah dan peliharalah shalat. Biasakanlah shalat berjama'ah, karena sesungguhnya shalat merupakan rukun Islam. Karena shalat merupakan tiang agama, oleh karena itu agama tidak akan berdiri tegak tanpa adanya sholat.

Barangsiapa mendirikan shalat, maka ia telah menegakkan agamanya. Dan barangsiapa melalaikan atau meninggalkan shalat, maka ia telah membinasakan agama Islam.

Peliharalah diri jamaah sekalian dari perbuatan yang dapat meninggalkan waktu shalat. Tidak ada alasan untuk meninggalkan, meremehkan dan melupakan shalat karena urusan duniawinya, karena sesungguhnya mereka akan mendapat kecelakaan siksa yang besar adanya. Maka tercelalah orang yang meninggalkan shalat, karena ia akan mati di luar Islam.

Sebagaimana firman Allah mengenai kecelakaan bagi orang yang lalai shalat dalam QS. Al-Ma'un ayat 4-5 :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya : "Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya".

Wahai hamba-hamba yang dirahmati Allah,
bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kamu saling memerintahkan tentang shalat. Karena sesungguhnya Allah akan memberikan rezeki kepadamu dengan cara yang tidak terduga.

وأمر اهلك بالصّلوة واصطبير عليها لانسئلك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتّقوى


Artinya : "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa". (QS - Thaha : 132)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَلذِّكْرْ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Semoga Allah SWT memberkati kita sekalian dengan Al-Qur'an Al-Adzim, dan memberikan manfaat kepada kita apa yang ada di dalamnya yang berupa ayat-ayat dan peringatan yang mengandung hikmah.

Demikian khutbah yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Semoga kita semua tetap didalam golongan hamba Allah yang soleh.

اَللَّهُـمَّ إِنيِّ أَعوُذُ بِكَ مِنْ عَذاَبِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذاَبِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَماَتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسيِحِ الدَّجاَّلِإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِاَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَوَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Baca Juga: Khutbah Idul Adha Bahasa Sunda

Itulah contoh khutbah singkat tentang menuntut ilmu dan sholat sebagai tiang agama. Semoga khutbah tentang menuntut ilmu tersebut dapat dijadikan salah satu referensi.