Cara Mudah Menentukan Usia Kehamilan Menggunakan Kalender Hamil

 20 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Cara Mudah Menentukan Usia Kehamilan Menggunakan Kalender Hamil

Kalender hamil - Image from id.pinterest.com

Salah satu metode perhitungan usia kehamilan adalah dengan menggunakan kalender hamil berikut ini.

Biasanya untuk memastikan usia janin yang sedang dikandung, Bunda akan pergi ke dokter atau ke bidan. Akan tetapi tahukah Bunda bahwa sebenarnya usia kandungan dapat dihitung sendiri menggunakan kalender hamil.

Lalu bagaimana cara menentukan kalender kehamilan? Berikut dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara menentukan kalender hamil.

Baca Juga :
1. Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil 100% Akurat
2. Ciri-Ciri Orang Hamil 1 Minggu dan 2 Minggu
3. Anemia Pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kalender Masa Kehamilan

Sebenarnya terdapat berbagai macam cara untuk menghitung masa kehamilan, namun cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan menggunakan kalender hamil, baik kalender hamil online maupun kalender hamil lingkaran.

Hasil perhitungan usia kehamilan masing-masing Ibu hamil dapat berbeda. Para dokter biasanya menghitung usia kehamilan mulai dari hari pertama menstruasi terakhir (last menstrual period/LMP) seperti yang diterapkan pada kalender kehamilan.

Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir, Bunda dapat menentukan usia kehamilan sekaligus hari perkiraan lahir (HPL) bayi. Biasanya, dokter kandungan akan menghitung 40 minggu atau 280 hari sejak LMP. Akan tetapi, metode ini kurang akurat karena bisa dibilang hanya sedikit bayi yang lahir sesuai tanggal perkiraan tersebut.

Nah, bagi Bunda yang ingin menghitung kalender masa kehamilan, bisa menggunakan rumus dibawah ini :

(Tanggal LMP + 7), (Bulan LMP - 3), (Tahun LMP + 1)

Perhatikan contoh di bawah ini :

Jika Bunda mengalami menstruasi terakhir kali pada 15 Agustus 2018, perhitungannya menjadi:

(15 + 7), (8 – 3), (2018 + 1) = 22, 5, 2019

Jadi, HPL Anda adalah 22 Mei 2019.

Namun apabila bulan pada LMP Anda tidak dapat dikurangi 3, maka tinggal menambahkannya dengan angka 9, berikut rumusnya :

(Tanggal LMP + 7), (Bulan LMP + 9), (Tahun LMP + 1)

Contohnya :

Jika Bunda mengalami menstruasi terakhir kali pada 15 Februari 2018, perhitungannya menjadi:

(15 + 7), (2 + 9), (2018 + 1) = 22, 11, 2019

Jadi HPL Anda adalah 22 November 2019.

Nah, kira-kira seperti itulah cara menghitung usia kehamilan menggunakan kalender. Akan tetapi, jika Bunda ingin yang lebih praktis, maka bisa menggunakan berbagai aplikasi untuk menghitung usia kehamilan.

Metode Lain Untuk Menentukan Usia Kandungan

Selain metode kalender hamil, Bunda juga bisa menggunakan beberapa metode lainnya untuk menentukan usia kandungan, antara lain yaitu : 

  1. Merasakan gerakan janin

    Gerakan janin pertama kali bisa Bunda rasakan pada usia 18-20 minggu kehamilan. Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin bisa dirasakan pada minggu ke 16-18. Namun sayangnya, gerakan janin tersebut bisa saja sangat lemah sehingga tidak disadari oleh Bunda.

  2. Tinggi puncak rahim

    Mengukur puncak rahim juga bisa menjadi cara menghitung masa kehamilan. Jika Bunda sudah mengukur, kemudian mendapati jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim berkisar 28 cm, artinya usia kehamilan Bunda sudah mencapai 28 minggu.

  3. Mendeteksi denyut jantung janin pertama kali

    Jika dalam pemeriksaan kehamilan, dokter dapat mendengar denyut jantung janin untuk pertama kali, maka usia janin yang dikandung oleh Bunda diperkirakan mencapai 12 minggu.

  4. Menggunakan ultrasonografi (USG)

    Cara menghitung usia janin menggunakan teknik ultrasonografi (USG) adalah cara yang paling sering dilakukan oleh Ibu Hamil, karena tingkat akurasinya yang cukup tinggi, yaitu berkisar 95 persen. Usia kehamilan dan HPL bayi dapat dilihat dengan jelas melalui gambar janin yang ada pada layar monitor.

Perlu Bunda garis bawahi bahwa menghitung usia janin berdasarkan kalender hamil tidak dapat dikatakan 100% akurat. Mengapa demikian? Karena Anda tidak akan tahu pasti kapan terjadinya ovulasi dan pembuahan.

Jadi sah-sah saja jika Bunda ingin menggunakan metode ini, namun untuk lebih meyakinkan, lakukanlah juga metode paling akurat untuk memastikan usia kehamilan yaitu dengan cara pemeriksaan USG, yang mana mempunyai akurasi tertinggi mencapai 95 persen. Semoga bermanfaat.