Pandangan Islam Tentang Kematian

 31 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Pandangan Islam Tentang Kematian

Ilustrasi tentang kematian - Image from alif.id

Apa yang Anda tahu tentang kematian? Tidak ada satupun orang yang mengetahui kapan datangnya kematian, kecuali pada orang-orang tertentu terdapat tanda kematian yang dapat mereka pahami.

Kematian. Banyak orang yang takut dan khawatir tentang-kematian, mereka berasumsi bahwa kematian merupakan hal yang mengerikan, malaikat pencabut nyawa akan datang dengan bentuk yang mengerikan dan rasa sakitnya nyawa saat dicabut.

Ketakutan manusia itu berasal dari kurangnya pengetahuan tentang kematian dan juga kurangnya iman yang menyebabkan manusia menggambarkan kematian sedemikian ngerinya. Padahal sebagai orang mukmin kita harus mengimani bahwa kematian merupakan takdir setiap makhluk di muka bumi bukan hanya manusia, namun hewan dan tumbuhan juga mengalami kematian.

Lalu bagaimana kematian menurut pandangan Islam? Berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas perihal tentang kematian Islam.

Tentang Kematian Dalam Islam

Tentang kematian manusia disebutkan dalam firman Allah SWT berikut,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya : "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". (Q.S Ali 'Imran Ayat 185)

Dari ayat diatas dapat kita ketahui bahwa semua makhluk hidup akan mengalami kematian, bahkan orang yang paling dikasihani oleh Allah SWT yaitu Nabi Muhammad pun juga mengalami kematian, begitu juga dengan Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Artinya : "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allâh sedikitpun, dan Allâh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Q.S Ali Imran ayat 144)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

Artinya : "Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?". (Q.S Al-Anbiya ayat 34)

Kematian menurut Islam merupakan sebuah kepastian. Hanya Allah lah yang Maha Mengetahui waktu dan cara seorang makhluk akan mati. Oleh karena itu manusia hendaknya bertaqwa dengan selalu berbuat kebaikan dan juga menyebut asma Allah setiap saat.  Apakah taqwa itu? Baca disini : Taqwa Adalah: Berikut Pengertian dan Contohnya

Kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal sedikit banyaknya usia, status sosial, ataupun kondisi, baik sehat maupun sakit jika sudah takdir Allah untuk mengambil nyawanya, maka manusia tidak memiliki kemampuan apapun untuk menghindari nya.

Allah SWT berfirman,

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya : "Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya".

Tentang kematian dalam Al-Quran telah disebutkan beberapa kali, Al-Qur'an menerangkan bahwa kematian bukanlah akhir namun merupakan fase kehidupan yang baru.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Ali Imran ayat 102,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam".

Kita bisa mempersiapkan bekal untuk kematian kita dengan cara senantiasa berdoa kepada Allah. Baca lafadz doa disini :
1. Lafadz Doa Mohon Pengampunan Allah SWT
2. Doa Kebaikan Dunia Akhirat yang Mustajab dan Sesuai Sunnah Nabi 

Tanda-Tanda Kematian

Adapun tanda-tanda kematian ini hanya dirasakan dan dipahami oleh orang tertentu saja, dan berikut tanda-tandanya :

100 Hari Sebelum Kematian

Tanda-tanda ini biasanya dirasakan pada saat setelah masuk waktu Asar, yaitu seluruh tubuh akan terasa menggigil dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.

Tanda-tanda kematian ini akan terasa nikmat dirasakan. Bagi orang yang mempunyai tingkat keimanan tinggi, maka ia langsung dapat menerima bahwa ini merupakan isyarat dari Allah SWT bahwa ajal sudah dekat. Akan tetapi bagi yang tingkat keimanannya rendah, terkadang mereka bingung dan bahkan ada pula yang tak sadar bahwa hal tersebut merupakan isyarat kematian dari Allah SWT.

40 Hari Sebelum Kematian

Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, adapun tandanya adalah pada bagian pusat dari tubuh akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang bertuliskan nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT telah gugur.

Kemudian malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan, diantaranya adalah mulai mengawasi kita setiap saat. Sesekali malaikat maut akan menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud dan tubuh manusia, dan seketika itu pula orang tersebut akan merasa terkejut dan bingung tatkala melihat malaikat maut.

7 Hari Sebelum Kematian

Tanda ini pun muncul setelah masuk waktu asar, adapun tanda-tanda kematian ini hanya diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang diuji Allah dengan cobaan sakit. Biasanya orang yang sedang sakit tidak berselera makan, namun tiba-tiba ia ingin makan. Ini merupakan isyarat dari Allah SWT bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.

3 Hari Sebelum Kematian

Pada satu waktu akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu di antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian tersebut dapat dirasakan, maka sebaiknya kita berpuasa agar perut kita tidak mengandung banyak najis, yang mana hal ini akan mempermudah orang ketika memandikan jasad kita.

Selain itu mata hitam kita tidak bersinar lagi, dan bagi orang yang sedang sakit, maka hidungnya perlahan akan masuk ke dalam. Hal ini dapat terlihat jelas jika dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga juga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kaki yang tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sulit untuk ditegakkan lagi.

1 Hari Sebelum Kematian

Tanda-tanda kematian yang terakhir ini juga terjadi di saat setelah waktu ashar, kita akan merasakan adanya denyutan pada bagian ubun ubun, hal ini menandakan bahwa kita sudah tidak sempat lagi untuk melihat waktu asar di keesokan harinya.

Wallahu A'lam Bishawab

Demikianlah artikel tentang kematian ini, semoga bermanfaat.