Kumpulan Doa Sebelum Salam Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya

 29 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Kumpulan Doa Sebelum Salam Lengkap Arab Latin dan Terjemahannya

Ilustrasi doa sebelum salam - Image from pusakadunia.com

Doa sebelum salam. Salah satu sunnah Nabi Muhammad adalah membaca doa perlindungan yang ada di bacaan setelah tahiyat akhir.

Pernahkah Anda sholat berjamaah namun sang imam memberi jeda pada tahiyat akhir sebelum salam? Pasti kalian bertanya-tanya bacaan apakah yang dibaca oleh imam tersebut.

Bacaan tersebut adalah doa sesudah tahiyat akhir sebelum salam yang merupakan sunnah Rasulullah SAW. Apakah Anda masih mengingat lafadz tahiyat akhir? Untuk mengingat, silahkan baca : Bacaan Tasahud Akhir Lengkap Arab Latin dan Artinya.

Nabi Muhammad menganjurkan para sahabat untuk berdoa dan berlindung dari 4 hal sebelum salam. Hal ini karena pada akhir shalat sebelum salam merupakan waktu mustajabnya doa, sebagaimana sabda Rasulullah berikut, 

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Artinya : “Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Lalu bagaimana lafadz bacaan sebelum salam itu? Berikut dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang doa selepas tahiyat akhir sebelum salam.

Lafadz Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

Berikut lafadz doa sebelum salam dalam shalat yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW,

اللَّهُمَّ إِني أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيا والمَماتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَة المَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Neraka Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan sesudah mati, dan dari jahatnya fitnah al-Masih Dajjal".

Adapun sabda Nabi yang menerangkan anjuran tersebut adalah :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (رواه مسلم)

Artinya : Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah SAW bersabda : Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, , beliau mengucapkan “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.”

Dari dalil tentang doa setelah tahiyat diatas, dapat diketahui bahwa kita harus berlindung dari empat hal, yaitu :

1. Berlindung dari neraka jahannam

Rahasia Nabi Muhammad SAW menempatkan berlindung dari azab Jahannam pada urutan pertama karena neraka merupakan bagian dari akhirat, dimana lamanya waktu disana adalah 1:1000 dari waktu di dunia.

Rasulullah SAW bersabda,

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ ، خَمْسِ مِئَةِ عَامٍ

Artinya : “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.”

Hal ini dipertegas oleh Allah SWT dalam firman-Nya di Q.S Al-Hajj ayat 47

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Artinya : “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

Hal yang lebih berat lagi terjadi pada orang kafir, karena ia akan mengalami hidup di akhirat dua kali lebih lama dibandingkan dengan orang yang beriman, Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Ma’arij ayat 4

فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Artinya : “Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun".

Begitu lamanya waktu di akhirat, kondisi tersebut pun akan diperparah lagi saat seseorang masuk ke dalam neraka jahanam yang merupakan tempat paling buruk, Allah SWT berfirman,

إنها سآءت مستقراً ومقاماً

Artinya : “Sesungguhnya neraka Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al-Furqan: 66).

2. Berlindung dari azab kubur

Azab kubur merupakan azab atau balasan yang amat mengerikan, bahkan orang kafir pun akan ditampakkan oleh Allah SWT bagaimana neraka tiap harinya. Sebagaimana Firaun dan juga bala tentaranya.

Allah SWT berfirman,

وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (46)

Artinya : “Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

Begitu dahsyatnya siksa kubur ini sampai-sampai membuat khalifah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu menangis ketika melewati pemakaman. Suatu hari ada seorang bertanya kepadanya,

تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟

Artinya : “Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه

Artinya : “Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)

Baca Juga : Begini Ngerinya Siksa Kubur Menurut Al Quran

3. Berlindung dari fitnah kehidupan dan sesudah mati

Adapun fitnah kehidupan misalnya seperti fitnah yang menimpa agama, penyimpangan dari syariat islam, dan lain sebagainya.

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Artinya : Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. (HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami. Dishahihkan oleh Syaikh Badrul Badr di dalam ta’liq Kasyful Kurbah, hal: 21)

Sedangkan fitnah sesudah mati misalnya seperti saat mayit ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir mengenai agama dan Tuhannya.

4. Berlindungdari jahatnya fitnah al-Masih Dajjal

Dajjal adalah fitnah terbesar umat Islam di akhir zaman, sehingga para Nabi dan Rasul selalu menasihati umatnya agar terjauh dari fitnah Dajjal. Terdapat sebuah hadits shahih yang menyebutkan, 

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya : “Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)

Dari Anas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ

Artinya : “Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131) 

Baca Juga : Lafadz Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal Agar Kita Selalu Dalam Iman dan Islam

Bacaan Doa Setelah Tahiyat Akhir Lainnya

Selain doa sebelum salam yang sudah kami sebutkan diatas, terdapat beberapa bacaan doa sebelum salam yang dapat kita amalkan dalam shalat, diantaranya adalah :

1. Bacaan tambahan tahiyat akhir yang pertama

اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahummaghfirly maa qaddamtu wa maa akh-khartu wa maa as-rartu wa maa a’lantu wa maa asraftu wa maa anta a’lamu bihi minniy. Anta al-muqaddim wa anta al-muakhkhir, laa ilaaha illaa anta

Artinya : "Ya Allâh, ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan (dosa akibat dari kewajiban) yang telah aku tinggalkan, (dosa) yang aku rahasiakan dan yang aku lakukan dengan terang-terangan, serta (segala hal) yang aku telah melakukan dengan berlebihan dan segala dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkau adalah al Muqaddim (Dzat Yang memajukan orang yang Engkau kehendaki dengan sebab mentaati-Mu atau sebab lainnya) dan Engkau adalah al Muakhkhir (Yang memundurkan orang yang Engkau kehendaki). Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau".

Baca Juga : Bacaan dan Tata Cara Salam Dalam Shalat

2. Bacaan doa sebelum tahiyat akhir yang kedua

اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allaahumma inni zhalamtu nafsiy zhulman katsiiraan kabiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirliy magfiratan min ‘indik, warhamniy innaka antal ghafuurur rahiim

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisiMu, dan rahmatilah aku; sesungguhnya engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

3. Bacaan sesudah tahiyat akhir yang ketiga 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal quluubits tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya : "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu".

Demikian artikel tentang doa sebelum salam ini, semoga bermanfaat.