Begini Ngerinya Siksa Kubur Menurut Al Quran

 11 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Begini Ngerinya Siksa Kubur Menurut Al Quran

Ilustrasi siksa kubur - Image from id.pinterest.com

Ketika orang meninggal dunia, orang tersebut tidak lantas menuju peristirahatan terakhirnya. Sejatinya ia hanya singgah untuk sementara waktu, meski persinggahan itu lebih lama waktunya daripada ketika ia hidup di dunia. Itulah yang disebut dengan alam barzakh atau alam kubur. Yaitu alam dimana setiap manusia yang meninggal akan diberi ganjaran atas segala perbuatannya selama hidup di dunia.

Jika selama hidupnya ia senantiasa bertaqwa dan menjalankan segala perintah Allah, serta menjauhi larangan-Nya maka ia akan diberi ganjaran berupa suga. Akan tetapi, jika semasa hidup ia selalu lalai dan berbuat dosa maka yang akan diterimanya adalah berupa azab kubur. Orang yang terkena azab kubur, ia tidak sempat beristirahat sama sekali meski hanya sekejap, sebab ia akan terus-menerus mendapatkan siksa.

Lalu apa saja jenis-jenis siksa kubur itu? Berikut artikel ini akan membahas mengenai siksa kubur dan jenis-jenisnya. 

Siksa Kubur

Seperti yang disebutkan tadi, siksa kubur merupakan kesengsaraan dan penghimpitan yang dihadapi manusia setelah meninggal dan juga ketika dia masuk ke alam barzakh.

Siksa kubur berapa lama? Alam barzakh atau alam kubur pasti akan dilalui oleh setiap insan sebelum hari pengadilan besar datang, yang mana siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Begitu juga dengan siksa kubur yang menimpa orang-orang kafir tidak akan berhenti sampai hari kiamat. Kecuali mereka akan “istirahat” (tidur sejenak atau tidak diadzab) di antara dua tiupan sangkakala pada hari kiamat. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT berikut, 

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ . قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ 

Artinya : “Dan ditiuplah sangkalala (yang ke dua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).” (QS. Yasin: 51-52).

Ada pula riwayat ketika sahabat Nabi yakni Abu ad-Dardamenderita sakit, seorang sahabat lainnya datang.
Lelaki itu berkata, “Wahai Abu ad-Darda’, sesungguhnya engkau hampir meninggal dunia maka perintahkanlah aku suatu perkara yang bermanfaat bagiku dan akan mengingatkanmu.” Abu ad-Darda’ menjawab, “Sungguh, engkau di antara umat yang diampuni maka dirikanlah shalat, tunaikan zakat hartamu, berpuasa Ramadhan, dan jauhilah perkara keji, kemudian beritakanlah kabar gembira.” Merasa tidak puas, lelaki itu pun bertanya ulang. Abu ad-Darda’ membalas dan memintanya duduk dan merenung kan perkataannya. “Bayangkan ketika engkau berada di hari, tatkala tak ada lagi ruang kecuali liang lahat yang luasnya dua hasta sedangkan panjangnya empat hasta. Keluarga yang konon tak bisa berpisah denganmu hari itu meninggalkanmu sendiri, kolegamu yang dulu membuat megah rumahmu kelak akan menimbunmu dengan tanah lantas beranjak pergi darimu. Pada saat itu, dua malaikat berwarna hitam biru berambut keriting datang. Mereka adalah Munkar dan Nakir. Ia akan menanyakan identitasmu, agama, Tuhan, dan nabi. “Jika jawabanmu tidak tahu menahu maka demi Allah engkau telah tersesat dan merugi. Sedangkan, bila jawabanmu adalah Muhammad Rasulullah dengan kitab sucinya Alquran maka demi Allah engkau selamat dan mendapat petunjuk. Kesemua itu tidak akan mampu engkau ucapkan kecuali dengan peneguhan yang dikaruniakan Allah.”

Siksa Kubur Bagi Wanita

Rasulullah SAW banyak menceritakan keadaan ketika di alam kubur. Bahkan beliau menceritakan tentang siksa yang ditimpakan kepada orang-orang muslim yang bermaksiat.

Rasulullah SAW bersabda,
"Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Memang wanita merupakan perhiasan dunia, akan tetapi dengan menjadi perhiasan maka wanita juga akan membuat banyak orang tertarik dan berebut untuk mendapatkannya. Ada juga kekacauan atau masalah yang banyak disebabkan oleh wanita itu sendiri, misalnya dengan ia menjajakan diri dan berbuat maksiat.

Adapun siksa kubur bagi wanita dijelaskan Rasulullah SAW pada anaknya yakni Fatimah. Antara lain :

1. Wanita yang digantung rambutnya dan otaknya mendidih, dikarenakan tidak menutup rambutnya.

2. Wanita yang digantung lidahnya, dan tangannya dikeluarkan dari punggungnya sedang cairan aspal panas dituangkan pada tenggorokannya, sebab menyakiti hati suaminya dengan kata-katanya yang pedas.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dikarenakan menyusui anak orang lain tanpa izin dari suaminya.

4. Wanita yang diikat dengan tangannya, disebabkan karena keluar rumah tanpa izin suami dan juga tidak melaksanakan mandi wajib dari haid dan nifas.

5. Wanita yang diikat dengan kaki dan tangannya sampai ke ubun-ubun, dibelit serta disengati ular dan kalajengking, sebab karena ia mampu dan bisa untuk mengerjakan shalat dan puasa akan tetapi ia tidak mengerjakannya serta ia tidak pula berwudhu dan mandi wajib.

6. Wanita yang memakan badannya sendiri dikarenakan bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta gemar membicarakan aib orang lain.

7. Wanita yang menggunting-gunting badannya karena semasa hidupnya ia gemar memanjakan diri (ingin terkenal) dan mempertontonkan perhiasannya di depan orang banyak dengan tujuan tertarik padanya.

8. Wanita berkepala babi dan badannya seperti keledai yang disebabkan karena ia suka berdusta dan mengadu domba.

9. Wanita berbentuk seperti anjing dan api dimasukkan dari mulut hingga keluar dari duburnya, dan malaikat memukul-mukul kepalanya, disebabkan karena ia ahli fitnah dan gemar marah-marah terhadap suaminya.

10. Wanita diikat kedua kakinya sampai ke buah dada dan kedua tangannya sampai ke ubun-ubun, serta disengat oleh ular dan kalajengking, sebab ia telah mempersilahkan laki-laki lain untuk berzina dengannya.

Baca Juga : 
1. Manusia Tidak Bisa, Tapi Hewan ini Bisa Mendengar Jelas Siksa Kubur
2. Kisah Nyata, Siksa Kubur Bagi Orang yang Pelit

Siksa Kubur Bagi Pemakan Riba

Allah SWT berfirman,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya : "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".

Dari firman diatas, kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan riba.
Adapun hukuman bagi orang yang riba disebutkan dalam riwayat berikut,

Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Allah mengabarkan tentang pemakan riba dan jeleknya akibat yang mereka tuai. Dikabarkan bahwa mereka tidak akan bangkit dari kubur mereka pada hari kebangkitan nanti melainkan ‘seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila’. Mereka bangkit dari kubur dalam keadaan bingung, mabuk, goncang, dan merasa pasti akan ditimpakan hukuman yang besar serta bencana yang menyulitkan….” (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 117)

Siksa Kubur Bagi Pembohong

Bohong merupakan dosa yang tercela, hal ini sesuai firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 116 berikut :

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Artinya : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung".

Adapun siksa kubur bagi pembohong sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, 

فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُسْتَلْقٍ لِقَفَاهُ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِكَلُّوِبٍ مِنْ حَدِيْدٍ، وَإِذَا هُوَ يَأْتِي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ. (قَالَ : وَرُبَّمَا قَالَ أبو رَجَاء: فَيَشُقُّ). قَالَ: ثُمَّ يَتَحَوَّلُ إِلَى الْجَانِبِ الآخَرِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بالجَانِبِ الأَوَّلِ، فَمَا يَفْرُغُ مِنْ ذَلِكَ الْجَانِبِ حَتَّى يَصِحَّ ذَلِكَ الْجَانِبُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُوْدُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُوْلَى. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : سُبْحَانَ الله، مَا هَذَانِ؟ قَالَ: قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.

Artinya : "Kemudian kami berangkat lagi mendatangi orang yang terlentang pada tengkuknya. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa kait (yang terbuat) dari besi. Tiba-tiba ia datangi sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia robek (dengan kait besi tersebut) mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya".

Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia berbuat terhadap sisi wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama.”

Lalu apa saja amalan-amalan yang dapat menjauhkan kita dari siksa kubur? Baca selengkapnya di :
1. 7 Amalan Penerang Kubur Supaya Terhindar Siksa Kubur
2. Agar Kelak Terhindar Siksa Kubur, Baca Doa Pendek ini Setiap Sujud Saat Shalat

Siksa Kubur Bagi Orang Munafik

Salah satu sifat orang munafik yang paling menonjol adalah menentang Allah Azza wa Jalla. Allah SWT berfirman:

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

Artinya : "Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allâh dan Rasûl-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. (At-Taubah:63)

Salah satu azab yang akan diterima oleh orang munafik adalah ia dipukul dengan palu dari besi pada akhir zaman. Hal ini sesuai hadits riwayat berikut :
 
Dari Anas RA, dari Nabi SAW, “Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya, ‘Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah SAW)?’ Dia mengatakan, ‘Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.’ Maka, kedua malaikat mengatakan, ‘Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?’ Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia,” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Demikian artikel tentang siksa kubur ini, semoga dapat menjadikan kita semakin bertaqwa kepada Allah SWT amiin.