Bacaan dan Tata Cara Salam Dalam Shalat

 24 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Bacaan dan Tata Cara Salam Dalam Shalat

Ilustrasi salam dalam shalat - Image from annuraljilani.blogspot.com

Dalam prakteknya, tata cara mengucap salam dalam shalat berbeda dengan salam ketika memasuki rumah atau ketika hendak pidato.

Mengucap doa ketika salam dalam shalat merupakan salah satu rukun dalam shalat. Yakni salah satu hal yang menjadikan shalat sah apabila dilakukan dengan syariat Islam dan juga secara tertib.

Secara prakteknya, bacaan salam dalam shalat berbeda dengan salam saat memasuki rumah, atau salam pada mukadimah acara. Akan tetapi, terdapat persamaan dalam lafadznya. Berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai doa ketika memberi salam tahiyat akhir. 

Bacaan Salam dalam Shalat

Mempraktekkan bacaan salam dilakukan dengan cara memalingkan wajah ke kanan dan juga ke kiri sambil mengucap lafadz bacaan salam yang benar. Adapun lafadz doa setelah salam ke kanan dan ke kiri adalah : 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU

Artinya : "Semoga keselamatan, rohmat dan berkah ALLAH selalu tercurah untuk kamu sekalian".

Atau bisa juga dengan bacaan salam dan artinya berikut : 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH

Artinya : "Semoga keselamatan, dan rahmat ALLAH selalu tercurah untuk kamu sekalian".

Baca Juga : Syarat dan Rukun Shalat Wajib

Tata Cara Mengucap Doa Salam

Bacaan salam dalam shalat diucapkan setelah tahiyat akhir. Ada beberapa tata cara ketika membaca bacaan salam setelah tahiyat akhir ini, diantaranya adalah :

1. Mengucap "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU" ketika menoleh ke arah kanan dan kiri.

Dari Abu Ubaidah RA,

أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، يَجْهَرُ بِكِلْتَيْهِمَا

Artinya : Bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salam ke kanan dengan mengucapkan, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan menoleh ke kiri dengan membaca, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” beliau mengeraskan keduanya. (HR. Abdurazaq dalam Mushannaf, 3129)

Adapun tata cara ini juga dilaksanakan oleh sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma (Mushanaf Abdurazaq 3134).

2. Mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH" sebagai doa setelah salam ke kanan dan mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH" pada saat mengucap doa setelah salam ke kiri.

Dari Wali bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, beliau menerangkan, 

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ: «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ»

Artinya : “Saya shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan ketika menoleh ke kiri beliau mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” (HR. Abu Daud 997 dan dishahihkan al-Albani)

3. Mengucap "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH" saat menoleh ke arah kanan dan kiri.

Dari Ibnu Mas’ud RA., beliau berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ

Artinya : Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam ke kanan dan ke kiri, mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah”, hingga terlihat putihnya pipi beliau.” (HR. Nasai, Abu Daud dan dishahihkan al-Albani).

4. Saat salam pertama menoleh ke kanan mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " dan salam kedua menoleh ke kiri sambil mengucapkan, "ASSALAAMU 'ALAIKUM"

Dari Wasi’ bin Hibban, beliau pernah bertanya kepada sahabat Ibnu Umar tentang bagaimana cara shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau pun mempraktekkannya, diantaranya adalah :

وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَمِينِهِ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ

Artinya : Wasi’ menyebutkan bahwa Ibnu Umar mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” ketika menoleh ke kanan dan mengucapkan ”Assalamu alaikum.” ketika menoleh ke kiri. (HR. Nasai dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

5. Mengucap salam sebanyak satu kali dengan hanya mengucapkan "ASSALAAMU 'ALAIKUM"

Dari Aisyah, beliau menceritakan tentang bagaimana cara shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

ثم يسلم تسليمة واحدة، السلام عليكم، يرفع بها صوته، حتى يوقظنا

Artinya : ”Kemudian beliau salam sekali, mengucapkan ’Assalamu alaikum’ dengan mengangkat suaranya, sehingga membangunkan kami.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Baca juga tentang rukun shalat lainnya disini :
1. Bacaan Takbiratul Ihram yang Benar
2. Bacaan Ruku dan I'tidal dalam Sholat

Ketentuan Mengucap Salam Ketika Shalat

1. Rukun shalat

Salam dalam shalat tidak boleh ditinggalkan karena termasuk dalam rukun shalat, jadi apabila hal ini ditinggalkan maka shalatnya menjadi tidak sah.

Dari Ali bin Abi Thalib RA., Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Artinya : “Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

2. Lafadz salam adalah sebagai inti

Inti dari bacaan salam adalah lafadz "ASSALAAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOOH " dan seterusnya. Sementara menoleh ketika salam, hukumnya berdasarkan anjuran madzhab Syafiiyah. Sehingga apabila tidak menoleh ketika salam, maka shalatnya tetap sah. Imam An-Nawawi mengatakan,

ولو سلم التسليمتين عن يمينه أو عن يساره أو تلقاء وجهه أجزأه وكان تاركا للسنة

Artinya : "Jika ada orang yang mengucapkan salam dua kali ke kanan atau ke kiri, atau menghadap ke arah depan (tidak menoleh), shalatnya sah, sekalipun dia meninggalkan sunah". (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/478).

3. Menoleh ketika salam dengan baik dan benar

Dianjurkan bagi kita untuk menoleh secara maksimal ketika mengucap salam ke kanan dan ke kiri, sehingga pipi orang yang shalat terlihat dari belakang.

Dari Sa’d bin Abi Waqqash RA., beliau menceritakan, 

كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَنْ يَسَارِهِ، حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

Artinya : ”Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Hingga aku melihat putihnya pipi beliau.” (HR. Muslim 582).

4. Salam sekali dengan menoleh sedikit ke arah kanan

Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau terkadang salam sekali dengan menoleh sedikit ke arah kanan,

Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الْأَيْمَنِ قَلِيلًا

Artinya : ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salam sekali ketika shalat ke arah depan dengan menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Daruquthni, al-Hakim, dan dishahihkan adz-Dzahabi).

Dari berbagai ketentuan diatas tentang tata cara salam ketika shalat, banyak gerakan dan ucapan yang dilakukan. Kita boleh memilih yang mana dari kesemuanya yang sudah dijelaskan diatas, karena semuanya bersumber dari ajaran Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan dari hadits-hadits.

Demikian artikel tentang bacaan salam dan artinya ini, semoga bermanfaat.