Cara Bersyukur Kepada Allah dan Orang Tua

 22 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Cara Bersyukur Kepada Allah dan Orang Tua

Bersyukur kepada Allah - Image from www.binaummat.com

Allah senantiasa memberi apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya tanpa pamrih. Sebagai wujud berterima kasih kepada Allah SWT kita harus bersyukur. Islam telah mengajari umatnya bagaimana cara-bersyukur yang baik. Karena apabila kita senantiasa bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat dan rezeki-Nya pada kita semua.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Ibrahim ayat 7 tentang cara bersyukur,

إِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya : "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Lalu bagaimana cara bersyukur menurut Islam yang baik dan benar? Berikut dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara bersyukur kepada Tuhan.

Cara Bersyukur Kepada Allah

Rahmat dan nikmat Allah kepada makhluk-Nya tidak akan pernah bisa dihitung. Oksigen yang kita hirup pun juga termasuk rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Cara bersyukur dalam hidup bisa kita lakukan dengan selalu membaca bacaan tahmid yaitu Alhamdulillahirobbil 'alamin.

Cara lainnya yaitu dengan senantiasa mengingat dan memuji Allah atas segala keagungan-Nya. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 255,

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya : "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".

Adapun cara bersyukur yang benar selain senantiasa mengingat Allah SWT adalah :

1. Menjauhi penyakit hati
Penyakit-penyakit yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi seseorang yang kufur nikmat, karena penyakit tersebut sangat berbahaya dan bahkan bisa memicu rusaknya iman. Oleh karena itu, kita harus bisa memurnikan hati dari penyakit, seperti perasaan sombong, takabbur, iri dan juga dengki.

Adapun cara mensucikan hati dari penyakit-penyakit tersebut adalah dengan rutin membaca Al-Quran, menghadiri majelis islam dan menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. 

Segala hal yang dilarang oleh Allah SWT harus kita hindari agar kita tidak terjerumus dalam kemaksiatan, apabila hati kita bersih maka kita akan selalu mengingat dan bertakwa kepada Allah SWT, serta tidak akan mengkufuri nikmat-Nya.

2. Memuji Allah SWT
Memuji Allah SWT dapat kita lakukan dengan mengucap kata atau pujian yang indah untuk-Nya. Pujian yang indah untuk Allah misalnya seperti berdzikir, membaca bacaan tahlil, membaca asmaul husna, dll.

3. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah
Hal ini bisa kita lakukan dengan senantiasa memelihara sholat fardhu, puasa Ramadhan, dan berzakat. Selain itu kita bisa meningkatkan ketaqwaan pada Allah dengan cara melaksanakan ibadah sunnah, dan pergi haji bagi yang mampu.

4. Bersodaqoh
Cara bersyukur dalam kehidupan sehari hari bisa kita lakukan dengan bersodaqoh. Allah SWT berfirman : 

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak".

Jadi jangan pernah takut akan berkurang rezeki jika melakukan sodaqoh, Allah telah berjanji bahwasanya orang yang bersodaqoh akan dilipat gandakan rezekinya. Bersodaqoh tidak perlu dengan nominal yang besar, apabila kita tidak sanggup bersodaqoh materi, maka kita bisa mengamalkan bacaan tahlil. Baca disini : Bacaan Doa Tahlil Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

5. Mengadakan acara syukuran

Cara bersyukur menurut islam selanjutnya adalah dengan mengadakan syukuran. Melaksanakan syukuran tidak harus ketika hajat kita diijabah oleh Allah, namun bisa dilakukan kapan saja. Syukuran juga merupakan bentuk bersodaqoh karena kita membagi rezeki berupa makanan ke umat muslim lainnya.

Syukuran juga merupakan cara bersyukur yang benar agar rezeki semakin melimpah, hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad berikut,

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya,” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr).

6. Berbagi ilmu
Mempunyai ilmu yang banyak tidak serta merta membuat orang menyombongkan diri, dan merasa lebih unggul dari manusia lain. Hal yang patut dilakukan adalah membagi ilmu tersebut dengan sesama. Hal ini juga termasuk dalam cara bersyukur menurut Islam.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, 

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya : “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Dalam hadits lain juga disebutkan tentang keutamaan berbagi ilmu,

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

Artinya : “Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Baca Juga : Urutan Sedekah yang Paling Utama yang Harusnya Didahulukan

Cara Bersyukur Kepada Orang Tua

Selain cara bersyukur kepada Allah. kita juga harus bersyukur kepada orang tua atas jasa-jasanya sehingga kita bisa hidup dan tumbuh dengan baik. Cara bersyukur kepada orang tua dapat kita lakukan dengan :

1. Berbuat baik kepada orang tua
Contoh bentuk berbuat baik kepada kedua orangtua adalah :

  • Berkata dengan lemah lembut.
  • Senantiasa mematuhi perintahnya, diluar hal maksiat.
  • Selalu berkata jujur.
  • Membahagiakannya dengan cara mendahulukan urusan orang tua.
  • Melayani dan mengutamakan orang tua dengan ikhlas
  • Menjaga silaturahmi dengan sanak saudara dan kerabat orang tua sepeninggal mereka.

2. Mendoakan orang tua
Tata cara dan lafadz doa kepada orang tua baca selengkapnya disini : Doa Untuk Kedua Orang Tua, Arab Beserta Artinya

Hal yang harus kita perhatikan jika kita diberikan kenikmatan oleh Allah SWT, yaitu kita mengintropeksi diri kita, apakah nikmat ini hasil dari ketaatan kita terhadap Allah? Jika nikmat itu datang kepada kita setelah kita melakukan maksiat, maka kita harus segera beristighfar, dan bertaubat pada Allah.

Demikian artikel tentang cara bersyukur kepada Allah dan orang tua ini, semoga bermanfaat. Dan semoga kita termasuk golongan orang yang selalu bersyukur kepada Allah SWT.