Bacaan Niat Puasa Rajab Lengkap Arab & Latin

 23 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Bacaan Niat Puasa Rajab Lengkap Arab & Latin

Ilustrasi puasa Rajab - Image from money.kompas.com

Niat puasa rajab dalam bahasa arab. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam, karena itu dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Rajab.

Diantara banyaknya bulan dalam setahun, terdapat beberapa bulan yang istimewa. Disebut istimewa karena ada dalil atau hadist yang menerangkannya. Allah SWT berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya : ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Dari Abu Bakrah, Rasulullah SAW bersabda,

لزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya : ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Dari hadits diatas, dapat kita ketahui bahwa bulan yang haram untuk melaksanakan maksiat, dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah ada empat yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Dalam bulan Rajab kita dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sebanyak-banyaknya, misalnya seperti puasa sunnah Rajab. Namun perlu digaris bawahi bahwa tidak hanya pada bulan Rajab saja kita memperbanyak ibadah, sebagai umat muslim kita harus memperbanyak ibadah setiap saat. Namun seperti yang sudah disebutkan di awal, bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan bulan lainnya.

Lalu bagaimana  lafadz doa niat puasa sunnah Rajab? Berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai bacaan puasa Rajab. 

Niat Puasa Rajab dalam Bahasa Arab

Bulan Rajab adalah bulan ke-7 dalam penanggalan Arab atau tahun Hijriyah. Pada bulan ini ada beberapa peristiwa penting diantaranya adalah peristiwa Isra' Mi'raj dan peristiwa perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah, oleh karena itu pada bulan Rajab kita dianjurkan untuk berbuat amal baik sebanyak mungkin. Salah satunya adalah puasa sunnah Rajab.

Berikut bacaan niat puasa Rajab,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Doa niat puasa rajab latin :

NAWAITU SHOUMA GHODIN FII SYAHRI RAJABI SUNNATAN LILLAAHI TA'AALAA

Artinya : "Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunnah karena Allah Ta'ala".

Adapun doa ini hendaknya dibaca ketika sahur. Doa sahur puasa Rajab diatas juga dibaca saat melafadzkan niat puasa Rajab hari pertama.

Selain berpuasa,terdapat ibadah lainnya yang dianjurkan untuk diamalkan pada bulan Rajab, baca selengkapnya disini :
1. Berbagai Keutamaan Bulan Rajab Beserta 4 Amalan Sunnahnya
2. Amalkan Surah ini di Jum'at Akhir Bulan Rajab, Agar Selalu Banyak Rezeki Selama Setahun
3. Bacaan Dzikir di Bulan Rajab

Niat Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab

Bulan Rajab pasti memiliki hari Senin dan hari Kamis. Ada perbedaan pada pelafalan niat puasa Senin Kamis di bulan Rajab dengan bacaan niat puasa bulan Rajab yang sudah disebutkan diatas.

Berikut adalah niat sahur puasa Rajab di hari Senin : 

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala".

Dan juga niat sahur puasa Rajab pada hari Kamis : 

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala".

Dalil Kesunnahan Puasa Sunnah Rajab

Banyak orang yang masih bingung apakah puasa Rajab merupakan sunnah atau bid'ah. Namun bukan berarti puasa Rajab itu dilarang, mengingat bulan Rajab adalah bulan yang mulia.

Pertanyaan mengenai hukum puasa Rajab pernah ditanyakan oleh sahabat Nabi yaitu Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair. Dialog kedua sahabat ini kemudian direkam oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab Shahih-nya.

حدثنا عثمان بن حكيم الأنصاري، قال: سألت سعيد بن جبير عن صوم رجب ونحن يومئذ في رجب، فقال: سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقول: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر، ويفطر حتى نقول لا يصوم

Artinya : “Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa,’” (HR Muslim).

Mengenai hadits tersebut, khususnya pada jawaban Sa’id Ibnu Jubair ketika ditanya hukum puasa Rajab, Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim berpendapat sebagai berikut.

الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أنه لانهى عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي دود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

Artinya : “Istidlal yang dilakukan Sa’id Ibnu Jubair menunjukan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.”

Melihat pada pendapat Imam An-Nawawi ini, hukum puasa di bulan Rajab adalah sunnah. Adapun pendapat ini berpatokan pada hukum awal puasa itu sendiri, wajib di bulan Ramadhan dan boleh dilakukan kapan pun kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa misalnya seperti pada hari raya Idul Fitri dan juga pada hari raya Idul Adha.

Baca Juga : Hari-hari Terakhir Dibulan Rajab, Jangan Lewatkan Amalan ini Maka Rezeki Melimpah Tanpa Henti

Namun meskipun puasa Rajab adalah sunnah, kita wajib mengucap lafadz niat puasa Rajab saat melaksanakan puasa Rajab.

Demikian artikel tentang niat doa puasa Rajab ini, semoga dapat bermanfaat. Dan semoga kita merupakan golongan orang-orang yang selalu memperbanyak ibadah setiap saat, khususnya pada bulan Rajab dengan berpuasa dan tidak melupakan membaca niat sahur puasa Rajab.