Viral Warga Protes Isi Bantuan Sembako DKI, ini Fakta Sebenarnya

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 15 Apr 2020

Viral Warga Protes Isi Bantuan Sembako DKI, ini Fakta Sebenarnya

Bantuan sembako dari Pemprov DKI Jakarta - Image from www.indonesiakininews.com

Memang seperti apa yang harusnya diterima?

Netizen geram banyak yang mengatakan bahwa emak-emak ini tidak tahu terimakasih sudah bagus dibantu sama pemerintah.

Seharusnya bersyukur dahulu, baru cari tahu info yang benar. Jangan langsung menyalahkan pemerintah dan membuat postingan yang terkesan memprovokasi.

Seorang wanita yang diduga warga asal DKI Jakarta mengaku kecewa terhadap Pemprov DKI Jakarta.

Wanita tersebut mendokumentasikan rasa kecewanya terhadap pemerintah melalui sebuah video.

Nampak ia tengah membuka bingkisan dari bantuan sosial Pemprov DKI terhadap warga yang terdampak pandemi virus corona. 

Dalam video berdurasi dua menit tersebut, wanita itu membuka sebuah kotak yang berisikan beras, sabun, biskuit, minyak, masker, dan juga makanan kaleng. 

Selain membuka bingkisan, wanita itu juga mempertanyakan kabar bantuan langsung tunai yang diwacanakan sebelumnya oleh Pemprov DKI.

Video ini viral setelah diunggah kembali oleh @Sarah_Pndj di Twitter, dan telah dilihat oleh warganet sebanyak lebih dari 39.300 kali.

“Kawan-kawan nih, aku dapet bantuan dari yang bilangnya bantuan RP 600 ribu. Nih aku buka ya, aku penasaran dengan apa isinya. Minyak, sabun, masker dua, sarden, biskuit gandum, dan beras. Saya tidak tahu katanya ada uang, tapi cuma ini yang saya dapat.” ucap wanita dalam video tersebut.

Baca Juga: Pilu, Orderan Sepi, Driver Ojol ini Malah Kena Tipu Rp100 Juta

Melihat video itu, warganet pun ramai-ramai memberikan komentar. Menurut mereka, wanita dalam video tersebut telah keliru. Sebab bantuan yang diterima merupakan bantuan dari Pemprov DKI yang dibagikan satu kali setiap minggunya.

Fakta Besaran Bantuan yang Diberikan Pemerintah

Baca Juga: Waspada, Main Botol Bekas Hand Sanitizer, Balita ini Terbakar Separuh Tubuh

Diketahui Pemprov DKI Jakarta tengah menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19. 

Warga tersebut mendapatkan paket sembako senilai Rp 149.500 selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. 

Adapun paket sembako yang diterima oleh warga berisikan lima kilogram beras, dua kaleng sarden atau kornet 350 gram, dua biskuit 300 gram, minyak goreng, dua sabun mandi, dan dua buah masker wajah. 

Bantuan pemerintah DKI merupakan paket sembako setiap minggunya dan bukan berupa uang, hal ini pun telah dikonfirmasi oleh Kepala Divisi Perkulakan, Retail dan Distribusi Perumda Pasar Jaya, Edison Sembiring.

"Itu hoaks (tidak benar) kalau ada kabar bilang dikasih uang. Harganya RP 149.500 per paket, sudah termasuk delivery sampai ke warga, packing, dan upah,” terang Edison.

Bantuan Sembako 200 Ribu untuk Mengisi Kekosongan Menunggu Penyaluran Bansos

Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus berupa sembako kepada 4,1 juta warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang terdampak pandemi corona.

Rinciannya, paket tersebut akan diberikan kepada 2,5 juta warga atau 1,2 juta keluarga di Jakarta.

Sementara bansos khusus untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, akan diberikan pada kepada 1,6 juta warga atau 576 ribu keluarga.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, bansos khusus itu senilai Rp 600 ribu per orang. "Kami akan berikan bansos khusus berupa sembako.

Ini sedang kami siapkan," ujar Juliari, usai rapat terbatas melalui video conference, Selasa (7/4).

Juliari mengatakan, bansos khusus ini akan diberikan mulai dua pekan mendatang, dengan rentang waktu pemberian direncanakan selama tiga bulan.

Selama menunggu penyaluran bansos khusus tersebut, pemerintah akan mendistribusikan 200 ribu paket sembako untuk warga di Jakarta, senilai Rp 200 ribu per orang. 

"Jadi ini adalah untuk menunggu kekosongan sampai dengan bansos khusus dari Presiden untuk wilayah Jabodetabek," kata Juliari. 

Adapun, pemerintah juga akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga yang berada di luar Jabodetabek.

Nilai BLT yang akan diberikan sebesar Rp 600 ribu per keluarga dan akan diberikan selama tiga bulan.

"Rencana kami akan lakukan (penyaluran BLT) secepatnya dimulai bulan ini, tapi tentunya karena baru diputuskan hari ini kami perlu untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu," ujarnya.

Ia menambahkan, tidak semua warga di luar Jabodetabek akan mendapatkan BLT tersebut.

Sebab, BLT hanya akan diberikan kepada orang yang belum menerima bansos lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Pra Kerja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada 9 juta keluarga di luar Jabodetabek yang diperkirakan menerima BLT dari pemerintah. 

Hanya saja, pemerintah masih merinci jumlah pasti penerima BLT tersebut.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb