Bukan Teh Manis atau Gorengan, ini Menu Buka Puasa Ala Rasulullah SAW

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 24 Apr 2020

Bukan Teh Manis atau Gorengan, ini Menu Buka Puasa Ala Rasulullah SAW

Gambar es teh dan gorengan - Image from anekaresepayamku.blogspot.com

Awas, batasi berbuka dan sahur dengan makanan berlemak!

Alih-alih berpuasa untuk menjalankan kewajiban dan mempersehat tubuh agar lebih bugar, yang didapat malah kolesterol tinggi. Ikuti saja sunnah berbuka puasa ala Rasulullah ini

Alhamdulillah, Marhaban ya Ramadhan. Hari ini adalah hari pertama umat Muslim menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. 

Akan tetapi ibadah Ramadhan tahun ini, agaknya sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, akibat adanya pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19.

Oleh karena itu, perlu untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh kita selama berpuasa. Selain dengan olahraga dan menghindari stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh ketika berpuasa, juga tergantung pada asupan makanan serta minuman yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur.

Para dokter gizi sepakat bahwa mengkonsumsi gula berlebihan dan makanan berlemak saat berbuka puasa, tidaklah bijak atau tidak direkomendasikan. Misalnya saja, es teh manis, kolak pisang, dan minuman-minuman manis lainnya.

Alih-alih memulihkan energi setelah berpuasa dengan makanan manis, lebih baik kita menggunakan buah-buahan. Salah satunya adalah buah kurma, yang juga didasari oleh sunah Rasulullah SAW.

“Pilihan yang paling baik adalah menggunakan kurma, seperti ajaran Rasul. Rasul kan tidak mencontohkan buka puasa dengan teh manis, karena (gula) bisa memicu terjadinya inflamasi,” ujar dokter spesialis gizi klinik di Jakarta, dr Tirta Prawita Sari, SpGK, MSc, melansir iNews (22/4/2020).

Baca Juga: 7 Resep Takjil Buka Puasa di Hari Pertama, Dijamin Enak!

dr Tirta menyarankan untuk tidak memilih makanan atau minuman yang memicu terjadinya inflamasi pada tubuh, seperti halnya minuman manis dan gorengan.

“Kita jangan konsumsi makanan yang memicu inflamasi. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Sebaiknya, hindari yang mengandung gula tinggi, seperti teh manis, minuman-minuman manis. Kalau mau manis, ya dari buah-buahan saja,” ujarnya.

Senada dengan dr Tirta, Dokter Spesialis Gizi Klinik Dr Raissa Djuanda juga menyarankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi seimbang. Artinya, makanan tersebut harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak yang baik.

“Dan yang harus diperhatikan adalah makanan yang bisa tahan lama dan tidak mudah menimbulkan rasa lapar. Misal, pilih karbo kompleks, dibanding nasi putih bisa pilih nasi merah atau bisa juga kentang atau karbohidrat dalam bentuk roti, boleh roti gandum. Kemudian tetap ada lauk-pauk seperti protein, yakni telur, ikan, dan tetap ada sayur dan buah,” ujar dr Raissa.

Lalu, apa tidak boleh sama sekali berbuka atau sahur dengan makanan manis dan gorengan?

Sebenarnya boleh saja, namun jika ingin berbuka puasa dengan minuman manis dan gorengan, sebaiknya ada batasannya.

“Karena sudah berpuasa lama, jadi boleh energi tubuh yang sudah habis digantikan secara cepat. Jadi kita boleh makan yang manis-manis, tapi tentunya balik lagi, jangan berlebihan juga,” ujar dr Raissa.

Baca Juga: Rempah-rempah Penangkal Virus yang Bisa Ditanam Sendiri di Rumah

Ia mencontohkan makan kurma dua butir, sup buah secukupnya, atau makanan seperti kolak pisang.

“Tapi perlu diperhatikan untuk orang-orang yang punya penyakit tertentu seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, itu kan ada makanan-makanan yang perlu dibatasi,” tambahnya.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb