3 Cara Jitu Membentengi Diri dari Godaan Setan yang Terkutuk

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 23 Oct 2020

Cara jitu membentengi diri dari godaan setan - Image from waspada.co.id

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia 

Oleh sebab itu, jika ingin selamat maka setiap manusia harus membentengi diri dari godaan setan yang terkutuk. Berikut adalah cara jitu untuk membentengi dan melindungi diri dari setan agar tak terjerumus. 

Setiap hari saat umat Islam menunaikan sholat, setiap kita dianjurkan untuk meminta petunjuk Allah ta'ala agar terus berada di jalan yang benar, sebagaimana ayat yang dibaca dalam surat Al Fatihah. 

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ 

Latin: Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Allah dan Rasul-Nya juga telah memberikan pedoman kepada kita semua untuk membentengi diri dari kemaksiatan dan segala bisikan setan. 

Namun, seorang Rabbi Yahudi yang masuk Islam dan tergolong sebagai tabi'in, Ka'ab al-Ahbar mengungkapkan ada tiga cara membentengi diri dari pengaruh setan. 

Hal ini dijelaskan Syekh Muhammad Nawawi ibnu Umar Al-Jawi dalam kitab Nashaihul Ibad.

Diriwayatkan Ka'ab al-Ahbar RA mengatakan yang artinya: "Pagar (benteng) orang beriman dari godaan setan itu ada tiga, yaitu masjid, zikir kepada Allah, dan membaca Alquran."

Masjid dapat digunakan sebagai benteng karena di dalamnya terdapat malaikat dan juga orang-orang yang sedang beribadah. 

Sementara zikir kepada Allah (zikrullah) bisa menjadi benteng pertahanan orang beriman utamanya saat membaca hauqalah:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

Latin: Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi

Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Begitu juga dengan membaca Alquran dapat membentengi diri dari godaan setan terutama membaca ayat kursi, yakni pada ayat Al Baqarah ayat 255:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ 

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm 

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. 

Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Oleh sebab itu, untuk berupaya agar jauh dari setan lakukanlah satu atau bahkan ketiganya. Mendatangi masjid, berzikir kepada Allah SWT serta membaca Al Quran. 

Lakukan secara istiqomah sehingga dengan begitu akan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Dan menutup ruang atau celah untuk setan mendekati dan menggoda kita. 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan menunjukkan kita jalan yang benar. Aamiin yaa Robbal Alamiin.