Islam Melarang Keras Umatnya Cinta Dunia, Ini Alasannya

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 15 Oct 2020

Islam Melarang Keras Umatnya Cinta Dunia, Ini Alasannya

Ilustrasi cinta dunia - Image from www.bacaanmadani.com

Cinta dunia adalah biang dari semua kesalahan 

"Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan (kehidupan) akhirat." Mengapa cinta dunia dilarang keras dalam Islam, berikut penjelasan serta dalilnya. 

Cinta dunia adalah kondisi seseorang menyukai dan mengorbankan segala yang dimiliki demi mendapatkan kesenangan dunia baik berupa harta, wanita, atau tahta. Pada akhirnya kecintaan ini akan membutakan hatinya sehingga lalai terhadap akhirat. 

Hal ini sebagaimana yang dituliskan dalam surat Al A'la 16-17:

"Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." 

Dan juga Al Quran Surat Al Qiyamah ayat 20-21:

"Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan (kehidupan) akhirat."

Cinta Dunia adalah Biang Semua Kesalahan 

Al Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al Iman meriwayatkan sebuah hadist yang berarti, "Cinta dunia adalah biang semua kesalahan"

Pada ujungnya, cinta dunia yang sudah membutakan hati bisa mendorong seseorang berani korupsi, merampok, berjudi, membunuh dan bahkan melakukan berbagai kemaksiatan lainnya. 

Rasulullah bersabda, “Tiadalah cinta dunia itu menguasai hati seseorang, kecuali dia akan diuji dengan tiga hal, yakni cita-cita tak berujung, kemiskinan yang tak akan mencapai kecukupan, dan juga kesibukan yang tidak lepas dari kelelahan.” (HR Ad Dailami).

Allah SWT juga menimpakan berbagai musibah kepada suatu kaum jika cinta dunia telah mendominasi seluruh hatinya. 

Rasulullah SAW bersabda, "Umatku akan selalu dalam kebaikan selama tidak muncul cinta dunia kepada para ulama fasik, qari yang bodoh, dan para penguasa. Bila hal itu telah muncul, aku khawatir Allah akan menyiksa mereka secara menyeluruh." (Lihat kitab Ma’rifat As Shahabah karangan Abi Nu’aim, juz 23 hal 408).

Kekhawatiran Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mengkhawatirkan masa depan umat ini bila umatnya mencintai dunia dan berhasil menguasainya. Beliau pernah bersumpah: 

"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan, tapi aku khawatir seandainya dunia ditaklukkan kamu sekalian seperti ditaklukkan orang-orang sebelum kamu, akibatnya kamu berlomba mencari dunia seperti mereka berlomba dan dunia pun menghancurkan kamu seperti kamu menghancurkan mereka." (HR Bukhari dan Muslim).

Mengapa cinta dunia disebut sebagai pangkal semua bentuk dosa dan kesalahan serta merusak agama seseorang? 

Alasan Cinta Dunia Dilarang dalam Islam 

Pernyataan ini bisa dikarenakan berbagai aspek, diantaranya adalah: 

Pertama, mencintai dunia yang berlebihan akan menimbulkan sikap memuja dan mengagung-agungkan dunia. 

Padahal, dunia di hadapan Allah nilainya sangat rendah. Mengagungkan apa yang dianggap hina oleh Allah termasuk salah satu dosa besar. 

Kedua, Allah melaknat dunia dan juga membencinya, kecuali dunia yang digunakan untuk kepentingan menjalankan agama-Nya.

Siapa mencintai yang dilaknat Allah, dia akan dibenci Allah dan diuji-Nya. Ad Daylami meriwayatkan hadis yang menjelaskan dosa besar yang paling besar adalah cinta dunia. 

Ketiga, kalau seseorang cinta dunia berlebihan, dunia akan menjadi tujuan akhir dalam hidupnya. 

Orang itu akan menjadikan akhirat sebagai alat untuk mendapatkan dunia. Padahal, seharusnya dunia ini dijadikan wasilah untuk menanam investasi akhirat. 

Keempat, mencintai dunia akan menghalangi seseorang dari perkara akhirat. 

Selain itu, dunia juga bisa menghalangi mereka dari keimanan dan syariat. Cinta dunia bisa merintangi mereka menjalankan kewajiban atau minimal malas untuk berbuat kebaikan. 

Kelima, mencintai dunia bisa mendorong kita menjadikan dunia sebagai tujuan hidup. 

Rasulullah bersabda, “Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah memberikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan semua usahanya, dan dia akan dihampiri dunia walaupun dia enggan. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah menjadikan kefakiran di depan matanya dan mencerai-beraikan usahanya dan tidak dibagikan dunia kepadanya, kecuali yang sudah ditakdirkannya.” (HR At Turmudzi).

Keenam, pencinta dunia akan mendapatkan siksaan berat dengan 3 tahapan. 

Bagi pecinta dunia, saat di dunia ia akan tersiksa dengan berbagai kepayahan dalam mencarinya. Sementara itu, di alam kubur mereka akan sengsara karena harta dunia yang telah dicarinya tidak dibawa ke alam barzah. 

Dan saat di alam akhirat, dia akan menjumpai kesusahan berat ketika dihisab serta mendapatkan balasan yang setimpal. Siksa ini digambarkan dalam surat At-Taubah ayat 55.

"Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir."

Itulah enam alasan yang membuat Islam melarang keras sikap mencintai dunia. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tidak dibutakan oleh dunia. Serta mampu menempatkan dunia sebagai jalan untuk menuju akhirat. 

SHARE ARTIKEL