Kisah Mantan Pasien Covid-19, Sedih Karena Jauh dari Anak hingga Kunci Kesembuhan

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 16 Sep 2020

TB Ardi Januar alias Tebe, mantan pasien Covid-19 - Image from indozone.id

Tak hanya suami, istri pun jadi pasien covid-19 

Kedua pasutri ini harus rela berjauhan dengan ketiga anaknya selama 20 hari di rawat di wisma atlet. Namun ia merasa kesedihannya itu tak sebanding dengan perjuangan para nakes. Berikut kisahnya dan tips sembuh dari covid-19.

Kisah ini berangkat dari mantan pasien Covid-19 yakni TB Ardi Januar, pasien yang berhasil melawan Covid-19 usai berjuang selama 20 hari di Wisma Atlet.

Pria yang sering disapa Tebe itu membagikan pengalamannya melalui Live Instagram di akun kang.tebs. 

Dalam sesi live tersebut, dia membagikan pengalamannya yang tak terlupakan saat harus menjalani karantina bersama sang istri di Wisma Atlet. 

Kronologi Terpapar Virus Corona 

Tebe pun menceritakan awal mula dirinya dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan rangkaian perjalanan dinas ke luar kota ke Bali selama satu minggu. 

Pria yang merupakan Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan itu melakukan perjalanan ke Bali dalam rangka melaksanakan tugas. 

"Kunjungan kerja di Bali kurang lebih 1 minggu, sepulang dari Bali gue melakukan tes Swab sebagai protap di kementerian setiap tugas pergi dan pulang dari luar kota," buka Tebe dalam Live IGnya.

Setelah melakukan tes Swab, tak disangka hasilnya positif Covid-19, Tebe langsung melakukan penelusuran kontak kepada semua orang dan keluarga yang berinteraksi dengannya selama seminggu terakhir.

Istri juga Positif Covid-19 

Dari beberapa anggota keluarganya, ternyata sang istri juga dinyatakan positif Covid-19, sedangkan ketiga anaknya negatif.

"Gue selalu open sejak awal kena Covid-19. Setelah gue dinyatakan negatif semua teman dan kerabat yang kontak dekat langsung gue kabarin kondisi gue. Setelah itu gue dapat kabari istri positif dan sopir gue, almarhum pak Badrus juga positif," urainya.

Saat itu, Tebe dan istri menjalani perawatan di ruang Isolasi Wisma Atlet di Tower 7, lantai 7. Sedangkan sopirnya dirawat di Rumah Sakit Duren Sawit karena kondisinya kritis dan membutuhkan pertolongan tambahan. 

Dalam ceritanya, Tebe juga menyinggung soal kisah sang sopir yang disebutnya Pak Badrus. Selama ini, jelasnya, sang sopir tak pernah bercerita mengenai keluhan penyakit yang diidapnya. 

"Selama menjalani isolasi, kami terus bertukar kabar dan saling memberikan motivasi. Hingga pada suatu hari WA-nya ceklis satu. Lalu gue coba menghubungi keluarganya dan gue malah terkejut dapat kabar jika Pak Badrus sudah meninggal. Gue coba konfirmasi lansung ke RSUD Duren Sawit dan benar Pak Badrus sudah meninggal dunia," kenangnya.

"Ketika kita mendengar kerabat meninggal dunia tapi kita tidak bisa melayat itu rasanya berat sekali. Gue hanya bisa menyaksikan proses pemakaman Pak Badrus lewat rekaman video, rasanya berat sekali. Tapi Alhamdulillah keluarga Pak Badrus sangat ikhlas dan tabah menghadapinya," sambung Tebe.

Kunci Kesembuhan: Jaga Imun, Manajemen Stres

Tebe pun kemudian melanjutkan ceritanya tentang masa-masa menjalani perawatan di ruang Isolasi Wisma Atlet. Dia menghuni salah satu ruangan bersama dengan sang istri. 

Saat awal-awal menjalani perawatan Tebe dan istrinya diberikan beragam obat dan juga vitamin supaya lekas sembuh. 

"7 hari pertama ada 3 obat dan 1 vitamin, hari ke 8 begitu CT gue meningkat hanya dikasi vitamin. Tapi istri dikasih obat Avigan karena CTnya di bawah gue, itu obat keras tidak dianjurkan untuk orang yang mau hamil dalam waktu dekat. Efeknya jangka pendek. Abis minum Avigan jangan hamil karena akan berisiko ke calon bayi," kata Tebe.

Secara singkat, Tebe pun berpesan kepada setiap orang untuk selalu berfikir positif dan harus manajemen stres agar menguatkan imun tubuh. Sebab, menghadapi Covid-19 itu tidak boleh stres. 

"Kalo psikis kuat imun naik. manajemen stress dengan baik, istirahat cukup, tapi andaikata takdir memvonis kita positif jangan panik dan stres hadapi dengan semangat dan hati bersih. Jangan depresi, Covid-19 bukan akhir dari segalanya," pesannya.

Semangat dan Ikhlas Jalani Pengobatan

Hingga saat ini, Tebe pun tak tahu pasti di mana dan dari mana dirinya bisa terpapar Covid-19. Pasalnya, rekan-rekan kerjanya tidak ada satupun yang terpapar Covid-19. 

Namun, Tebe dan istri berusaha ikhlas menerima kenyataan telah terpapar Covid-19. Perjuangannya 20 hari diisolasi di Wisma Atlet pun berbuah manis sebab saat ini ia dinyatakan negatif dari Covid-19. 

"Semangat ikhlas yakinkan diri virus itu tumbang. Tapi tetap disiplin dari pengobatan mulai dari vitamin, madu, hingga obat-obatan dari tim medis. Kita dituntut banyak bersyukur dan jaga kesehatan," ujar Tebe.

Tebe menambahkan, sudah dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 bukan berarti dirinya dan istri tak bisa tertular virus corona lagi. Sebab, orang yang sudah dinyatakan sembuh bisa kembali terpapar virus corona. 

"Covid bukan kaya cacar kalau lo udah kena gak bakal kena lagi. Di Wisma Atlet pernah ada yang positif sudah negatif pulang terus positif lagi," beber Tebe.

Perjuangan Tenaga Medis

Dalam ceritanya, Tebe juga menyinggung betapa beratnya tugas para tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat. Bahkan, mereka rela tak bertemu keluarga dan anaknya selama berbulan-bulan. 

"Tenaga medis 5 bulan tidak pulang selama APD gak bisa makan minum dan BAB selama 8 jam. Mereka jauh lebih menderita dari pasien. Itu mereka kalau dilihat dekat seperti gerah banget," kata Tebe.

Dia sempat merasa tersiksa karena harus jauh dari ketiga buah hatinya selama diisolasi. Namu, rasanya hal itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perjuangan para tenaga medis. 

"Gue kira 20 hari ninggalin anak-anak udah menderita banget, ternyata mereka bisa berbulan-bulan meninggalkan anak-anaknya. Mereka sangat luar biasa," tuturnya.

Kisah ini jadi bukti bahwa virus corona itu nyata, bukan untuk menakut-nakuti hanya untuk memberikan tameng kewaspadaan bagi kita. 

Sebab banyak sekali orang yang sukses dan berhasil melawan virus corona. Dan saat ini bisa beraktivitas seperti sedia kala. Dan kunci kesembuhannya sangat mudah untuk dilakukan, yakni jaga imun dan manajemen stres.

Semoga semakin banyak lagi pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh dan sehat kembali. 

SHARE ARTIKEL