Anak SMP di Bantul Terseret Layangan Hingga 3,5 M, Lalu Terjatuh dan Patah Tulang

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 07 Sep 2020

Bocah SMP terseret layangan ke udara hingga 3,5 meter - Image from kompas.com

Tak bisa diremehkan

Setelah kejadian balita yang terseret layangan hingga 10 meter di Taiwan, kini terjadi lagi di tanah air. Diketahui, anak SMP kelas dua tersebut terseret layangan hingga 3,5 meter di udara. Begini kronologisnya. 

Sebuah video jadi viral di media sosial lantaran menampilkan seorang bocah ikut terbawa naik layangan yang diterbangkan hingga dirinya terjatuh, viral di media sosial. 

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook Harimurti pada Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 21.53 WIB. 

Dalam video yang berdurasi 9 detik tersebut tampak seorang bocah sempat terbawa terbang layangan yang bentuknya panjang. 

Selang beberapa detik, layangan putus dan mengakibatkan anak tersebut jatuh ke tanah. Berikut narasi dari unggahan video tersebut:

"Hati hati kalau bermain layang2, kejadian siang td di Sanden Bantul, siswa SMP 2 Sanden, kelas 9, patah tulang, dilarikan ke RS PKU Bantul," tulis akun Facebook Harimurti. 

Berdasarkan narasi tersebut, lokasi kejadian berada di Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Tanggapan dari Pihak RS 

Setelah menghubungi Kasi Pemasaran RS PKU Muhammadiyah Bantul Wahyu Priyono. Wahyu membenarkan ada seorang pasien yang mengalami insiden saat menerbangkan layangan.

"Benar. Ada 1 anak," kata Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/9/2020) siang. 

Wahyu menjelaskan, korban terbawa naik layangannya hingga ketinggian 3,5 meter sebelum akhirnya terjatuh ke tanah. Akibatnya, korban yang masih berusia 14 tahun mengalami patah tulang dan harus mendapatkan penanganan medis yang cukup serius.

"Korban patah tulang di pangkal paha. Saat ini sudah dilakukan operasi dan masih menjalani rawat inap untuk penyembuhan," jelas Wahyu. 

Wahyu mendapatkan informasi, kejadian tersebut tepatnya di lapangan Murtigading, Kecamatan Sanden pada Jumat (4/9/2020) sore.

Tanggapan Pegiat Layangan 

Dihubungi secara terpisah, Ketua Perkumpulan Pegiat Layang-Layang Nusantara Raden Setyo Aji mengaku prihatin atas terjadinya insiden tersebut. 

Setyo menilai, bocah yang menerbangkan layangan hingga ikut terbang, sedikit lalai dalam keselamatan bermain layangan. 

"Kan layangan hias itu berat sekali, orang 10 aja mungkin bisa keangkat naik. Apalagi di Bantul kan anginnya besar," kata Setyo. 

Sebelum menerbangkan layangan, perlu diperhatikan hal-hal penting seperti tali. Dan juga kondisi sekitar saat menerbangkan layangan, sebaiknya jauhkan dari jangkauan anak-anak. 

"Menurut saya itu human error, tidak memperhatikan keamanan," ucap Setyo.
Selain itu, ia melanjutkan, pemerintah juga dirasa perlu mewadahi kegiatan bermain layang-layang. 

Pasalnya, bermain layang-layang sudah ada sejak zaman dahulu. Dan hingga saat ini peran dari pemerintah untuk mengawasi dan membina pemain layangan masih sangat minim. 

"Peran pemerintah di sini sangat penting untuk bisa mengaturnya. Terutama soal keselamatan tadi. Jadi jangan salahkan masyarakat dan layangannya," jelas Setyo.

Tips Aman Saat Bermain Layangan

Dari masyarakat, lanjut Setyo, juga harus sadar bila bermain layang-layang harus melakukan berbeagai hal. 

Bermain di tanah lapang. Pastikan saat bermain layang-layang kamu memilih di tempat yang luas dan lapang. Sehingga layangan tidak mudah tersangkut dan tetap aman.

Bermain layang-layang harus jauh dari bandara, sehingga sebisa mungkin tidak di area bandara atau bahkan sekitarnya. 

Jangan bermain layang-layang di bawah tiang listrik, sebab benang layangan rawan tersangkut di sambungan listri dan akan mengganggu listrik di area tersebut. 

Jangan bermain layang-layang di jalan raya atau di dekat jalan raya. Sebab pernah ada kejadian kecelakaan akibat benang layangan. Orang yang bersepeda motor tak sengaja menabrak benang layangan, hingga benang tersebut menyayat lehernya. 

Jangan bermain layang-layang saat cuaca mendung atau sudah turun hujan. Hal ini disebabkan Apabila seluruh komponen bersatu dan menaati aturan selama bermain layang-layang, Setyo memiliki pandangan kegiatan tersebut akan berdampak pada banyak hal. 

"Kalau dikemas jadi sesuatu yang positif. Budaya jalan, pariwisata jalan, ekonomi kreatif jalan, edukasinya juga jalan," kata Setyo.

Nah, insiden ini jadi peringatan bagi para orang tua agar mengawasi anak-anaknya saat bermain layangan. Sebab sudah banyak insiden yang mempertaruhkan nyawa gara-gara bermain layangan. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb