Terungkap Chat Pelaku Fetish, Paksa Korban Fotokan Jempol Kakinya

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 03 Aug 2020

Tangkapan layar minta foto jempol kaki - Image from style.tribunnews.com

Ngeri, pelaku meminta hal-hal aneh pada korban 

Mulanya korban sudah mulai curiga dengan permintaannya yang aneh. Tapi pelaku masih saja memaksa dengan berbagai rayuan dan paksaan. Ini alasannya meminta fotokan jempol kaki pada para korban. 

Setelah kasus fetish kain jarik viral, makin banyak korban yang berani buka suara. Seperti yang diketahui, kasus fetish kain jarik ini bermula dari pengakuan seorang pengguna Twitter bernama @m_fikris.

Ia bercerita pengalaman mengerikannya, saat diminta seorang sahabatnya bernama Gilang untuk membungkus diri dengan kain jarik. 

Kemudian memotretnya saat dibungkus dan hasil foto dikirimkan kepada sahabatnya sebagai alasan untuk penelitian.

"Predator "Fetish Kain Jarik" Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY A Thread. Sumpah awalnya gw gak ngira si bisa kena pelecehan sexual kek gini. Gw kek bego banget gak tau mana riset mana hal-hal berbau fetish gini, rada shock juga si gw. Tp karena suatu pertimbangan (takut bertambahnya korban) gw jadi berani speak up," cuitnya menceritakan kisahnya.

Dengan alasan riset itulah orang yang bernama Gilang tadi memintanya untuk merahasiakan riset tersebut.

Meminta Difotokan Jempol Kaki 

Selain kain jarik, rupanya ada permintaan lain yang diminta pelaku terhadap salah seorang korbannya. Permintaan itu juga tak kalah aneh dan pasti membuat orang lain curiga. 

Dilansir dari kompasTV, hal ini diungkap salah seorang warganet dengan akun @yusril_kurzah.

Dalam cuitannya, Yusril membeberkan kalau Gilang juga pernah minta foto jempol kaki dirinya.

"Gilang yg ini malah maksa minta pap jempol kaki wkwk," cuitnya.

Tentu saja warganet semakin geram melihat percakapan tersebut. Terlihat menurut netizen, Gilang ini sangat pandai dalam memanipulatif lawan bicaranya melalui percakapan dari media sosial. 

Korban Mulai Curiga 

Pantauan TribunJatim.com, Sabtu (1/8/2020), dalam chat Instagram itu, calon korban Gilang tampak bertanya-tanya apa maksud Gilang meminta foto jempol kaki.

Gilang mengaku bahwa itu untuk akan digunakan untuk riset tugas akhir. Namun, si calon korban terus bertanya-tanya dan ragu-ragu atas jawaban pelaku. 

"Tugas ape tu?," tanya si calon korban.

"Km belum kuliah dijelaskan pun nggak akan paham. Kan sudah ditulis "untuk riset tugas akhir," jawab Gilang.

Ucapan Gilang semakin 'ngegas' saat si calon korban tak kunjung menuruti permintaannya. Ia bahkan menyebut bahwa si calon korban, yang belum masuk kuliah, tidak akan paham sebelum ia menjelaskan. 

"Km pikir kuliah itu kek sekolah? Sudah kubilang km itu belum kuliah. Dikasih tau nggak akan paham. Ya terus kenapa kalau kaki? Nggak boleh?Riset kuliah itu macam-macam. Kalau km nggak mau foto kakimu dilihat orang ya hapus sekalian storymu tadi," kata Gilang.

Cuitan akun @yusril_kurzah banjir komentar dari warganet lainnya. 

"Kenapa ga bilang aja mas, "yang punya tugas riset kan elo, ngapain gue yang ribet? lagian lo ditanya baek" malah ngegas sambil bawa kbbi segala. mo tugas kuliah kek, tugas dari apa kek, peduli gue apa? emang kalo gue pap bakal jadi nilai kuliah gue nanti?" hrusnya gitu wkwk," cuit @silverkairaa

"This gilang boy cringe af ya kak, seriously dia ini manipulatif dan euww, apa karna targetnya adalah anak2 yang lebih muda jadi mereka kaya lebih takut kalo di kata ga sopan. Itu kalo aku udah aku blok setelah dia sok-sokan negur dan merasa benar. Rutin nya sama gtu dia," seru @BaekYongSaTrash

Polda Jatim Menindaklanjuti Kasus ini 

Sementara itu, Polda Jatim mulai melakukan penyelidikan terkait unggahan fetish kain jarik yang jadi viral di media sosial. 

Polisi mulai menyelidiki akun media sosial milik Gilang, terduga pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik. Meski belum ada laporan resmi, Polda tetap mulai penyelidikan karena kasus ini sudah sangat meresahkan masyarakat. 

Terutama kalangan mahasiswa baru di daerah Malang dan Surabaya, yang disinyalir jadi tempat jajahan pelaku dalam melancarkan aksinya. 

Kabid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Trunoyudo, menyebut polisi telah menemukan unggahan pelaku yang memaksa orang lain untuk menuruti keinginannya.

"Laporan belum ada, namun Polda Jawa Timur karena ada keresahan dan trending di Twitter, cuitan-cuitan beberapa saksi keterangan saksi kontennya ya, berdasarkan konten pada akun tersebut, tentu perlu dilakukan tindak lanjut," ujarnya.

Kasus ini jadi peringatan bagi setiap orang agar lebih waspada dan berhati-hati atas modus-modus serupa. Meski awalnya terbilang sepele tapi jika diteruskan maka akan membuat korban tidak nyaman dan merasa dilecehkan. 

Semoga kejadian ini bisa segera diusut tuntas dan pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. 

loading...