Ini yang Terjadi Jika Corona Belum Berakhir Hingga Tahun 2020...

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 06 Jul 2020



Pemakaman pasien corona yang meninggal - Image from www.cnnindonesia.com

Tak ada yang tahu kapan corona akan berakhir 

Tetapi ilmuwan memprediksi setidaknya ada 5 hal yang akan terjadi jika corona belum juga berakhir hingga akhir tahun 2020. Ada kabar buruk dan juga kabar baik yang mungkin terjadi.

Hingga saat ini kita masih belum tahu kapan corona akan berakhir. Jika pandemi virus corona terus merajalela hingga akhir tahun 2020, ilmuan memprediksi akan terjadi 5 hal yang bisa jadi kabar buruk dan baik. 

Kabar baiknya, ilmuwan akan mempercepat penelitian sekaligus merekomendasi produksi obat dan vaksin Covid-19 serta mendorong pelonggaran lockdown demi new normal. 

Sedangkan kabar buruknya, pandemi corona bisa menjadi sumber masalah politik. 

Melansir Business Insider, seorang ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman, Universitas Columbia, Stephen Morse, memberikan tanggapannya terkait pandemi saaat ini. 

"Dalam enam bulan ini, saya pikir virusnya jauh lebih efektif daripada kebanyakan tanggapan kami," ungkap Morse.

Ia juga tak pernah terbesit dalam pikirannya bahwa pandemi akan menjadi masalah politik.

"Saya tidak pernah mengantisipasi bahwa pandemi akan menjadi masalah politik," tambahnya.

Di lain sisi, prediksi dibuat oleh seorang ilmuwan terkemuka lainnya, Amesh Adalja di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins.

Ia memprediksi bagaimana kondisi dunia ketika pandemi terus bertahan hingga akhir tahun.

Adalja dan Morse berharap, Amerika Serikat dan dunia akan memiliki penanganan pandemi yang lebih baik pada akhir tahun 2020.

Berikut ini 5 prediksi ilmuwan jika pandemi Covid-19 ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2020:

1. Pengujian Cepat di Rumah

Adalja dan Morse berharap, Amerika Serikat dan negara-negara lain bisa mengakhiri pandemi akhir tahun ini. 

"Kapasitas diagnostik kami masih berantakan. Saya berharap untuk melihat itu meningkat dalam enam bulan ke depan, dan mungkin kita bahkan bisa mendapatkan gambaran tentang insiden nyata dan penyebaran komunitas virus, yang sejauh ini telah menjauhkan kita dari kita," kata Morse.

Tak sedikit peneliti yang berpikir bahwa jumlah kasus secara aktual lebih besar dibandingkan jumlah perhitungan saat ini. 

Pengujian yang dilakukan lebih meluas akan memberikan para ahli gagasan yang lebih baik terkait pasien Covid-19. 

Adalja juga mengatakan bahwa orang-orang mungkin bisa melakukan pengujian untuk dirinya sendiri dengan tetap di rumah dan tanpa pergi kemana-mana. 

Agak meragukan kapan terjadinya, Morse belum memastikan perkiraan terlaksananya hal itu. 

"Pengujian cepat di rumah akan menyenangkan, tapi saya tidak tahu kapan kita akan memilikinya," katanya.

2. Beragam Obat Bantu Tangkal Covid-19

Sekarang ini belum ada obat yang benar-benar ampuh mengatasi corona. 

Namun beberapa waktu yang lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik uji klinis yang menunjukkan dexamethasone efektif mengobati pasien virus corona (covid-19) yang berada dalam kondisi kritis. 

Uji klinis tersebut dilakukan tim ilmuwan di University of Oxford.

“Ini adalah pengobatan pertama yang terbukti mampu mengurangi angka rata-rata kematian pasien covid-19 yang membutuhkan oksigen atau bantuan ventilator,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir Sputnik, Rabu (17/6/2020).

3. Optimis Terciptanya Vaksin

Morse berharap dengan optimis pada akhir tahun akan mendapatkan vaksin untuk menangani virus corona. 

"Saya sangat enggan untuk memprediksi apa pun, karena saya tidak pernah membayangkan responsnya akan begitu kacau enam bulan kemudian. Pada 30 Desember 2020, saya berharap kita dapat memiliki vaksin dalam genggaman kita," kata Morse.

Ia juga memiliki sebuah gagasan tentang pembuatan vaksin tersebut. "Kami akan memiliki gagasan tentang kemanjuran dan keamanan vaksin," tambahnya.

Dari tinjauan Business Insider, setidaknya ada 30 vaksin virus corona yang diperkirakan akan mulai diuji sebelum akhir tahun. 

Serta setidaknya ada 16 kandidat yang sudah diuji secara klinis pada manusia.

4. Kemungkinan Berkurangnya Lockdown

Banyak negara yang telah menerapkan lockdown, ada pula yang mulai melonggarkan lockdown. 

Namun, Morse dan Adalja tidak berpikir jika kebijakan tersebut akan diterapkan kembali pada enam bulan mendatang.

"Mungkin ada sedikit keinginan untuk mengunci di antara publik atau di antara kepemimpinan politik kita," kata Morse.

Sebaliknya, Adalja menyarankan untuk berbagai negara agar menargetkan beberapa tempat tetap melakukan pembatasan untuk meminimalisir penyebarannya. 

"Selimut penutup yang terjadi pada bulan Maret dan April adalah hasil dari kami yang tidak tahu siapa yang terinfeksi, dan pemimpin negara tidak melihat jalan keluar kecuali lockdown," katanya.

"Sekarang kami memiliki beberapa gagasan tentang kegiatan apa yang mendorong infeksi sehingga kami dapat menggunakan pendekatan yang lebih taktis untuk menutup tempat-tempat," tambahnya.


5. Tantangan di tahun 2021

Saat ini msayarakat di seluruh penjuru dunia diwajibkan menggunakan masker serta selalu mencuci tangan setiap bepergian dan kembali ke rumah.

"Mempertahankan tindakan pencegahan yang kita gunakan sekarang, seperti menjaga jarak sosial, masker, kebersihan tangan, akan sangat mengurangi penularan, tetapi seiring waktu mudah untuk menjadi ceroboh atau bosan," kata Morse.

Adalja mengatakan adanya tantangan besar setelah pandemi berjalan satu tahun, yakni memastikan bahwa orang-orang cukup mendapatkan vaksin yang tersedia secara luas.

"Jika ada vaksin pada 2021, mendistribusikannya dan mendapatkan serapan vaksin tertinggi yang bisa Anda dapatkan akan menjadi sangat penting," tutupnya.

Itulah prediksi yang akan terjadi jika corona belum berakhir hingga akhir tahun 2020 ini. Meski begitu, semoga corona segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas dengan leluasa seperti sedia kala. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb