Jangan Datangi Supermarket Seperti ini, Bisa Jadi Sumber Penyebaran Corona

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 23 Jun 2020

Ilustrasi - Image from jurnalsumatra.com

Jika mau berbelanja, jangan asal ya.

Perhatikan betul-betul tempat perbelanjaan yang akan kamu datangi. Jika tak bisa memilih supermarket yang tepat, kamu bisa bawa virus dari supermarket ke rumah lho!

Pada masa pandemi seperti ini, kita memang harus terus berhati-hati agar tak sa 

Ingin berbelanja di supermarket tetapi takut tertular virus corona? Perhatikan 6 poin penting ini agar lebih berhati-hati.

Sejak tiga bulan yang lalu, pemerintah di Indonesia telah memberikan kebijakan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dan hal ini sudah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. 

Pasalnya, cara ini dianggap efektif untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona di Indonesia.

Oleh sebab itu, berbagai sektor usaha banyak yang ditutup sementara hingga membuat roda perekonomian negara sempat terhenti. 

Demi pulihkan kembali ekonomi dan memperbaiki keadaan, PSBB transisi diterapkan. 

Hal ini membuat berbagai sektor usaha mulai dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Misalnya supermarket, sektor ini menjadi yang paling dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat setelah di rumah saja selama PSBB.

Setelah dibuka kembali, pusat perbelanjaan tersebut saat ini mulai dipadati oleh banyak pengunjung. 

Namun, sudahkah kamu memperhatikan keamanan dari supermarket di tengah pandemi seperti saat ini. 

Ciri-ciri Supermarket yang Sebaiknya Tak Dikunjungi

Untuk mengetahui keamanan supermarket di tengah pandemi, berikut enam ciri supermarket yang sebaiknya tidak dikunjungi oleh masyarakat : 

1. Tidak ada imbauan protokol kesehatan

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat keluar rumah. 

Masker menjadi salah satu penerapan protokol kesehatan yang paling mendasar dan penting. 

Apabila supermarket tempatmu berbelanja tidak memberikan imbauan untuk mengenakan masker, lebih baik jangan masuk ke dalamnya. 

Sebab dikhawatirkan hal ini membuat orang bisa keluar masuk tanpa menggunakan masker. Dan ditakutkan diantara mereka ada yang telah terinfeksi corona dan menyebarkan virus corona di tempat tersebut. 

2. Tak ada petugas pengukur suhu 

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa salah satu gejala terinfeksi corona adalah demam. Oleh sebab itu, pemeriksaan suhu tubuh menjadi sangat penting untuk dilakukan. 

Fungsinya untuk mengetahui suhu seseorang yang akan memasuki pusat perbelanjaan atau supermarket.

Sehingga jika suhunya diatas 37,8 derajat celsius, seharusnya pengunjung dilarang untuk masuk supermarket tersebut. 

Hal ini untuk meminimalisir adanya kemungkinan orang yang terinfeksi corona mengakses supermarket tersebut. 

3. Tak ada tempat cuci tangan & sabun atau hand sanitizer

Hal ini berfungsi untuk meminimalisir potensi virus corona dari luar masuk ke supermarket. 

Sehingga, setiap orang harus melakukan tahapan ini agar ketika masuk dan memegang berbagai barang di supermarket, tangannya sudah bersih. 

Selain agar tangan menjadi bersih, penggunaan sabun atau hand sanitizer dapat membunuh berbagai kuman, maupun virus.

Jika di supermarket tidak ada, kamu juga bisa membawanya sendiri. Dan usahakan selalu menggunakannya sebelum dan sesudah menyentuh barang. 

Setelah selesai berbelanja, sebaiknya cuci tangan kembali sebelum pulang ke rumah. 

4. Supermarket memiliki sirkulasi udara yang bagus

Seperti diketahui, virus corona ternyata tak hanya menyebar melalui cipratan ludah atau droplet melainkan juga dari udara. 

Oleh sebab itu, kondisi ruangan supermarket tempat anda berbelanja harus memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Hal ini untuk memastikan bahwa udara selalu tersirkulasi dengan baik. 

5. Karyawan tidak taat protokol kesehatan

Setelah itu cek juga karyawan yang ada di supermarket yang kamu datangi. 

Apabila mereka tidak menerapkan protokol kesehatan, khususnya tak menggunakan masker, maka kamu perlu lebih berhati-hati dan lebih baik urungkan niat berbelanja disana. 

Namun, bila para karyawan di supermarket tersebut di lengkapi oleh masker dan protokol kesehatan lainnya, kamu dapat berbelanja dengan perasaan aman dan nyaman. 

6. Tidak ada pembatas di kasir

Terakhir, perhatikan area kasir tempat supermarket yang kamu datangi. Sebab titik ini menjadi tempat yang rawan penularan virus corona karena ada interaksi dua orang dalam jarak yang cukup dekat. 

Apalagi pada area ini biasanya pengunjung akan mengantre dalam waktu yang cuku lama di tempat ini.

Jika di area kasir tidak terdapat jarak pembatas, kamu bisa mempertimbangkan ulang untuk berbelanja di sana.

Nah itulah 6 ciri-ciri supermarket yang sebaiknya tak kamu kunjungi. Jika kamu khawatir dengan potensi penyebarannya, kamu bisa pilih belanja online ataupun menjadwal belanja 2 minggu atau sebulan sekali untuk meminimalisir keluar rumah.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb