Ciri-ciri Telur yang Bahaya Jika Dikonsumsi

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 12 Jun 2020

Ciri-ciri Telur yang Bahaya Jika Dikonsumsi

Ilustrasi - Image from madura.tribunnews.com

Apa perbedaannya telur jelek dengan bagus?

Tak perlu khawatir, membedakan telur jelek sangat mudah. Sehingga jika tahu ciri-cirinya, langsung bisa menebak hanya dengan melihatnya. 

Beberapa waktu yang lalu beredar berita mengenai penjualan telur infertil / kurang bagus di pasar yang dipatok dengan harga sangat murah. Bahkan bisa sampai setengah dari harga normal. Kok bisa ya? 

Mengenal Telur Infertil 

Telur infertil dilarang untuk dijual dan dikonsumsi. Sebagaimana aturan yang dimuat dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan infertil sebagai telur konsumsi.

Hal itu juga diungkapkan oleh Tedi Setiadi, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya. 

Dia menegaskan bahwa sesuai dengan Permentan nomor 32 tahun 2017, telur infertil tak boleh diperjualbelikan.

Dia juga tak ketinggalan mengingatkan agar masyarakat lebih waspada saat membeli telur. Ia mengimbau agar masyarakat tak mudah tak tergiur dengan harga telur yang murah.

Telur infertil diketahui sangat berbahaya jika dikonsumsi. Sebagai informasi, dilansir dari Kompas.com telur infertil termasuk dalam kategori telur HE (hatched egg).

Telur HE adalah telur yang tak digunakan atau produk yang tak terpakai dari perusahaan breeding ayam broiler atau ayam pedaging.

Selain dari telur infertil, telur HE bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan oleh perusahaan breeding.

Hal ini dikarenakan suplai anakan ayam atau DOC (day old chick) yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual DOC.

Perlu diketahui, biasanya telur infertil sudah mulai membusuk dalam usia seminggu.

Tedi juga khawatir dengan telur infertil yang telah beredar dan dijual di Pasar Cikurubuk. Telur itu nantinya bakal jadi anak ayam namun gagal. 

“(Telurnya) langsung kami amankan, karena dikhawatirkan sebelum terjual sudah membusuk, karena hanya tahan seminggu,” kata Tedi.

“Jika telur infertil membusuk sampai dikonsumsi, bisa bahaya. Kan ada bakteri juga,” sambungnya.

Ciri-ciri Telur Infertil

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Blitar Rofiyasifun pernah menjelaskan, ada beberapa ciri fisik yang bisa dibedakan antara telur infertil dan telur ayam negeri.

Telur infertil memiliki ciri khas yaitu cangkangnya berwarna pucat atau putih. Sedangkan, telur ayam negeri warna cangkangnya agak kecokelatan.

“Paling gampang bedakannya, kalau ciri telur HE itu warnanya pucat. Kalau telur biasa kan warnanya agak cokelat. Memang telur ayam negeri juga ada yang putih, itu biasanya berasal dari ayam yang sakit, tapi itu jumlahnya sedikit,” ujar Rofiyasifun, Selasa (13/5/2020), dilansir dari Kompas.com

Selain itu, lanjutnya, telur infertil dijual dengan harga yang sangat murah. Bahkan hingga 1/2 dari harga normal. Tentu hal ini membuat sebagian masyarakat tergiur dan ingin membelinya. 

Harga telur infertil, biasanya di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per kg, jauh di bawah harga telur ayam ras yang umumnya dijual di pasar di atas Rp 20.000 per kg.

“Murah karena telur ini harus segera cepat dijual, karena dia akan cepat busuk dalam seminggu. Makanya dijual sangat murah. Dari sisi kualitas juga kurang. Telur HE harusnya dimusnahkan atau untuk CSR perusahaan,” kata Rofiyasifun.

SHARE ARTIKEL