Viral Tagihan Listrik Warga Bali Capai Rp 21 Juta, Ini Klarifikasi PLN

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 14 Feb 2020

Viral Tagihan Listrik Warga Bali Capai Rp 21 Juta, Ini Klarifikasi PLN

Tagihan Listrik Warga Bali Capai Rp 21 Juta - Image from facebook.com

"Ya Alloh kaget tau-tau dapat beginian dan kalo gak dilunasin seperti punya hutang kepada negara" ujar warga bali yang kaget dapat tagihan listriknya capai jutaan

Siapa juga yang tak kaget tiba-tiba dapat tagihan listrik hingga jutaan? Padahal pemakaian juga sewajarnya. Tetapi ternyata setelah dicek begini penjelasan pihak PLN

Sebuah cuitan seorang warga Bali soal tagihan listrik PLN yang mencapai Rp 21 juta ramai di media sosial Twitter. Warga Bali itu diminta segera membayar tagihan agar token isi ulang tetap bisa digunakan.

Terkait hal itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Kabupaten Gianyar Billy Ramadhan membenarkan ada warga Bali yang harus membayar tagihan listrik mencapai Rp 21 juta. Dia mengatakan, warga Bali ini diberi penalti karena melakukan pergeseran dan merusak segel KWh meter.

Pelanggaran ini dilakukan seorang pelanggan PLN berinisial NR yang tinggal di kawasan Banjar Abian Seka, Kabupaten Gianyar, Bali. 

"Untuk pelanggan tersebut melakukan pergeseran KWh meter tanpa izin PLN dan merusak segel KWh meter yang mengakibatkan KWh meter PLN rusak dan tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Sesuai dengan aturan PLN kejadian diatas masuk dalam pelanggaran tipe 2 (P2) dan ada tagihan susulan atas pelanggaran tersebut," kata Billy saat dihubungi, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Kerusakan itu baru diketahui saat petugas PLN melakukan sidak ke sejumlah rumah di kawasan Gianyar pada Selasa (12/2). Pemilik mengaku tak sengaja merusak meteran KWh tersebut karena sedang renovasi toko mebel miliknya.

Menurut Billy, tindakan pemilik tetap dinilai sebagai pelanggaran karena memindah meteran KWh harus mendapat izin.

Penalti yang diberikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pemilik yang merusak akan diberikan tagihan susulan selama 9 bulan.

Nilai tagihannya adalah 9 x 720 jam x daya tersambung x 0,85 x harga per KWh tertinggi.

"Jadi, biaya pemakaiannya atau tagihan susulannya adalah 9 x 720x 3,5 x 0,85 x Rp 1.100 adalah Rp 21.205.800," ucap Billy.

Atas kasus ini, pemilik rumah juga sudah bersedia membayar tagihan tersebut dengan cara mencicil. Pemilik rumah telah membayarkan Rp 2,2 juta. Sisanya akan dibayar enam kali dari Maret hingga Agustus mendatang.

"Kalau tidak melanjutkan pembayaran maka persil (sebidang tanah) di rumah tersebut tidak bisa menikmati aliran listrik dari manapun baik mau pasang baru atau pun mau nyantol dari tetangga," tegas Billy.

Billy juga berharap warga lain tidak mengikuti perbuatan NR. Dia berharap warga tak segan menghubungi PLN bila membutuhkan bantuan pengetahuan tentang listrik di rumah tangga atau bisnis.

"Kwh meter adalah milik PLN jadi diharapkan pelanggan tidak melakukan apa pun di kwh meter tersebut tanpa melapor terlebih dahulu ke PLN," ujar Billy.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb