Dari Dilarang Menyanyi dan Dulukan Kaki Kiri, Ini 10 Adab di Kamar Mandi

08 Jan 2020 Arief Prasetyo

Dari Dilarang Menyanyi dan Dulukan Kaki Kiri, Ini 10 Adab di Kamar Mandi

Dilarang Menyanyi dan Dulukan Kaki Kiri, Ini 10 Adab di Kamar Mandi - Image from news.detik.com

Sungguh Islam agama yang sangat luar biasa, Hal sekecil apapun juga telah diatur...

Bukan cuma makan yang diatur dalam islam, tapi masuk kekamar mandi pun juga diatur oleh Allah SWT ada beberapa adab seperti berikut ini...

Islam adalah agama lengkap yang mengatur semua aspek dalam kehidupan umatnya. Termasuk saat berada di kamar mandi untuk membersihkan diri atau buang hajat.

Adab yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya menjadi tuntunan, supaya bisa buang hajat tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Berikut 10 hadist tentang adab di kamar mandi.

Baca Juga:

1. Doa saat masuk kamar mandi

Sama seperti aktivitas lain, masuk kamar mandi juga diawali dengan doa. Rasulullah SAW telah menyatakannya dalam hadist tentang masuk kamar mandi.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: "Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)." (HR Bukhari dan Muslim).
Hadist tentang masuk kamar mandi lainnya berasal dari Abu Said Al-Khudri RA.

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُث َ وْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

Artinya: "Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: Bismillah." (HR Ibnu Adi, At-Thabrani, dan Ibnu Hajar).
Hukum membaca doa masuk kamar mandi memang tidak dijelaskan wajib atau sunna. Namun akan lebih baik membaca doa supaya selalu dalam lindungan Allah SWT, termasuk saat di kamar mandi.

2. Dahulukan kaki kiri

Nabi Muhammad SAW kerap diceritakan lebih senang mendahulukan kaki dan tangan kanan dibandingkan kiri. Namun saat masuk kamar mandi, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kiri dibanding kanan.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Bukhari dan Muslim).
Berbeda dengan saat masuk, keluar kamar mandi didahului kaki kiri. Adab mandi dan buang hajat ini sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat urusan mandi dan buang hajat sudah selesai.

3. Tidak membawa barang yang ada tulisan Allah SWT

Beberapa hadist menyarankan tidak membawa barang yang betuliskan lafadz Allah SWT. Hal ini sesuai firmanNya dalam surat Al-Hajj ayat 32.

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

żālika wa may yu'azzim sya'ā`irallāhi fa innahā min taqwal-qulụb

Artinya: Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

Selanjutnya Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, "Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya. Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat." Kutipan ini bisa dilihat di buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

4. Jangan terlalu lama

Dengan berbagai sebab, urusan kamar mandi perlu waktu yang tidak sebentar. Bila bisa selesai dalam waktu singkat, sebaiknya jangan dibuat terlalu lama. Hal ini sudah diingatkan Rasulullah SAW dalam hadistnya.

ِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: "Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan." (HR Ahmad, Ibnu Majah)
Hal ini berlaku untuk adab mandi maupun saat buang hajat. Urusan kamar mandi sebaiknya diselesaikan secepatnya.

5. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat

Adab mandi dan buang hajat selanjutnya adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Aturan ini telah dinyatakan Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya dari Abu Ayyub Al Anshori.

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَاالشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Artinya: "Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat." Abu Ayyub mengatakan, "Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta'ala." (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:

Hadist ini diterapkan sesuai kondisi masyarakat Indonesia, sehingga arah yang harus dihindari justru timur dan barat. Urusan kamar mandi sebaiknya dilakukan dengan menghadap utara atau selatan.

6. Diam

Aturan lain terkait adab mandi dan buang hajat adalah diam, tidak nyanyi, atau mengeluarkan suara tertentu. Dalam suatu hadist diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bahkan tidak menjawab salam saat sedang buang air kecil.

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Artinya: "Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya." (HR Muslim).

Dalam penjelasannya, Syaikh Abu Malik mengatakan ada pengecualian untuk kondisi darurat. Misal saat ada yang meminta air atau bertanya hal yang perlu segera dijawab. Penjelasan ini bisa dilihat dalam buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

7. Jangan cebok dengan tangan kanan

Saat buang hajat selesai pastikan membersihkan dengan tangan kiri, bukan dengan tangan kanan. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW dari Abu Qotadah

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِى الإِنَاءِ ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ

Artinya: "Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja' dengan tangan kanannya." (HR Bukhari dan Muslim).

Cebok atau istinja sebaiknya menggunakan air sehingga kebersihan dubur dan lubang kemih terjamin. Keutamaan air juga telah diingatkan Rasulullah SAW dalam hadistnya yang ditunjukkan Anas bin Malik.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا خَرَجَ لِحَاجَتِهِ أَجِىءُ أَنَا وَغُلاَمٌ مَعَنَا إِدَاوَةٌ مِنْ مَاءٍ . يَعْنِى يَسْتَنْجِى بِهِ

Artinya: "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk buang hajat, aku dan anak sebaya denganku datang membawa seember air, lalu beliau beristinja' dengannya." (HR Bukhari dan Muslim).

8. Jauh dari manusia

Kamar mandi biasanya terletak di bagian belakang rumah atau tersembunyi dari lalu lintas manusia. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan terlebih dulu dalam hadistnya terkait hal ini seperti dikatakan Jabir bin 'Abdillah.

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

Artinya: "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat." (HR Ibnu Majah).

Nabi Muhammad SAW bahkan memberi peringatan khusus pada orang yang buang hajat di jalan umum atau tempat bernaungnya manusia. Hadist tentang ini diceritakan Abu Hurairah.

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ »

Artinya: "Hati-hatilah dengan al la'anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!" Para sahabat bertanya, "Siapa itu al la'anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia." (HR Muslim).

9. Memercikkan air untuk menghilangkan was-was

Dalam suatu hadist diceritakan Nabi Muhammad SAW memerciki kemaluannya dengan air untuk menghilangkan was-was. Berikut hadisnya yang dinarasikan Ibnu 'Abbas.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً وَنَضَحَ فَرْجَهُ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan satu kali - satu kali membasuh, lalu setelah itu beliau memerciki kemaluannya." (HR. Ad Darimi).

10. Adab mandi dan buang hajat diakhiri dengan doa

Setelah urusan kamar mandi selesai maka jangan lupa kembali berdoa. Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, berikut hadist tentang kamar mandi saat urusan buang hajat dan membersihkan diri telah usai.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ « غُفْرَانَكَ »

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan "ghufronaka" (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu)." (HR Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan, Ad Darimi).

Doa merupakan ungkapan syukur karena telah dilindungi dan dimudahkan saat mengeluarkan atau membersihkan tubuh dari kotoran. Doa juga menjadi harapan supaya dosa bisa mudah dihapus layaknya kotoran di tubuh.

berita
berita viral
hari ini
adab kekamar mandi

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa