Kumpulan Surat-Surat Pendek dalam Al-Qur'an

 01 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Kumpulan Surat-Surat Pendek dalam Al-Qur'an

Ilustrasi surat pendek Al-quran - Image from play.google.com

Surat-surat pendek dalam Al-Quran atau yang lebih sering kita kenal dengan juz 'amma merupakan juz Al-Quran yang terakhir yaitu juz 30.

Pada juz 30, berisi kumpulan surat-surat pendek Al-Quran yang biasanya dijadikan hafalan untuk anak-anak. Selain itu, surat-surat pendek ini juga dibaca pada shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah.

Surat-surat pendek Al-Quran berjumlah 34 surat yang mana diawali dengan surat An-Naba' dan diakhiri dengan surat Al Ikhlas. Ke 34 surat itu hampir semua diturunkan di Mekkah yakni berjumlah 31 surat, dan 3 lainnya diturunkan di Madinah. 3 Surat itu adalah surat Al-Bayyinah, Al-Zalzalah, dan An-Nashr.

Berikut akan kita bahas mengenai surat-surat pendek juz 30 yang mudah dihafalkan beserta latin dan terjemahannya.

Surat Surat Pendek Beserta Artinya


1. Surat An-Naas

Surat ini merupakan surat ke 114 dalam Al-Quran. An-Naas diambil dari kata An-Nas yang berarti manusia. Surat ini termasuk surah makkiyah.
Berikut lafadz surat An-Naas :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a’uudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas

Artinya : Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Baca: 12 Keistimewaan Al-Qur'an

2. Surat Al-Falaq

Surat ini adalah surat ke 113, dan tergolong surat makkiyah. Berikut bacaan surat Al-Falaq :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a’uudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad
 

Artinya : Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

3. Surat Al-Ikhlas

Surat ini adalah surat ke 112 dalam Al-Quran,surat ini termasuk surat makkiyah.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwalloohu ahad. Alloohush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan ahad

Artinya : Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

Baca: Daftar Isi 30 Juz dalam Al-Quran

4. Surat Al-Lahab

Surat ini adalah surat ke 111, dan merupakan surat makkiyah. Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang artinya gejolak api.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ . مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ . سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ . وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ . فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Tabbat yadaa abii lahabiw watabb. Maa aghnaa ‘anhu maaluhuu wamaa kasab. Sayashlaa naaron dzaata lahab. Wamroatuhuu hammaalatal hathob. Fii jiidihaa hablum mim masad

Artinya: Binasalah kedua tangan Abu lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang dilehernya ada tali dari sabut.

5. Surat An-Nashr

Surat ini adalah surat ke 110 dalam Al-Quran dan merupakan surat madaniyah. An Nashr artinya "Pertolongan", kandungan dalam surat ini yakni janji bahwa pertolongan Allah akan datang dan Islam akan memperoleh kemenangan. Berikut lafadz surat An-Nashr

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ . وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Idzaa jaa-a nashrulloohi wal fath. Waro-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa. Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa

Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Baca Juga : Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif

6. Surat Al-Kaafiruun


Surat ini adalah surat ke 109 dalam Al-Quran, dan termasuk surat makkiyah.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Qul yaa ayyuhal kaafiruun, laa a’budu maa ta’buduun. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abadtum. Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Lakum diinukum waliya diin

Artinya: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

7. Surat Al-Kautsar

Surat ini adalah surat ke 108, dan termasuk surat makkiyah. Kata Al-Kausar mempunyai arti nikmat yang banyak yang terdapat pada ayat pertama dari surah ini, yang mana artinya adalah karunia Allah SWT berupa telaga Al Kautsar bagi orang-orang penghuni surga.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Innaa a’thoinaa kal kautsar. Fasholli lirobbika wanhar. Inna syaani,aka huwal abtar

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

8. Surat Al-Maa'uun

Surat ini adalah surat ke 107 dan merupakan surat makkiyah. Kata Al Maa'uun berarti bantuan penting atau hal-hal berguna, yang mana diambil pada ayat terakhir dari surat ini. 

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ . فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ . فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ , الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ . وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Aro'aital ladzii yukadzdzibu bid diin. Fadzaalikal ladzii yadu’ul yatiim. Walaa yahudldlu ‘alaa tho’aamil miskiin. Fawailul lil musholliinal ladziina hum ‘an sholaatihim saahuun. Alladziinahum yuroo,uun. Wayamna’uunal maa’uun

Artinya: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

9. Surat Al-Quraisy

Surat ini adalah surat ke 106 dalam Al-Quran dan merupakan surat makkiyah. Kata Quraisy sendiri ditunjukkan pada kaum Quraisy yaitu kaum yang mendapat kepercayaan menjaga Ka'bah. Isi surat ini menerangkan tentang kehidupan orang Quraisy serta kewajiban yang seharusnya mereka jalankan. 

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)

li`īlāfi quraīsy. īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf. falya'budụ rabba hāżal-baīt.
allażī aṭ'amahum min jụ'iw wa āmanahum min khaụf

Artinya : Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah), Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

10. Surat Al-Fiil

Surat ini adalah surat ke 105 Al-Quran dan merupakan surat makkiyah karena diturunkan di Mekkah tepatnya pada tahun gajah/tahun kelahiran Rasulullah SAW. Sesuai dengan nama Al Fiil sendiri yang berarti gajah. Berikut lafadz surat Al-Fiil

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿﴾٥ 

alam tara kayfa fa’ala rabbuka bi-ash-haabilfiil. alam yaj’al kaydahum fii tadhliil. wa-arsala ‘alayhim thayran abaabiil.
tarmiihim bihijaaratimmin sijjiil. faja’alahum ka’ashfimma'kuuli.

Artinya : Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?, Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Demikian artikel tentang surat surat pendek lengkap, dimana memang letak surat-surat pendek juz 30. Semoga dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.