Banyak yang Paham, Tapi Benarkah Syukurmu itu Sudah Termasuk "Syukur"?

 22 Mar 2017  Unknown
Banyak yang Paham, Tapi Benarkah Syukurmu itu Sudah Termasuk

Banyak yang sudah mengenal kata syukur. Sering tertera dalam banyak literatur, hingga bahkan tercipta untuk sebuah lagu. Namun, apa sebenarnya syukur yang biasa disebutkan itu? Apakah syukur itu hanya sebatas "syukur"?

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya” (QS An-Nahl 18).

Baca juga : Bahaya Jika Wudhu Tidak Sempurna, Ancaman Nyata Ini Peringatkan Manusia!

Ayat tersebut menjelaskan bahwa betapa besarnya karunia dan nikmat yang Allah limpahkan kepada setiap hambanya. Jika oksigen ini berbayar, tentulah tak akan ternilai berapa banyak oksigen yang telah kita hirup setiap harinya.

Memanglah fitrah manusia menjadi makhluk yang tidak pernah merasa puas atas pencapaian yang pernah ia terima. Nilai B, namun saat teman Anda mendapatkan nilai A, Anda turut menginginkannya. Dan berbagai rasa lain yang membuat hati ini kadang buta dengan kalimat hamdalah.

Hanya permasalahannya, manusia kurang bersyukur atas berbagai nikmat yang ia terima setiap saatnya. Terbukti dengan masih banyaknya manusia yang mengeluhkan berbagai kondisi yang sedang dialaminya.

Aih, kenapa hujan?

Panas banget, coba kalo hujan.

Dan berjuta keluhan lainnya yang mungkin secara tidak sadar telah keluar dari mulut Anda setiap saatnya.

Pada zaman Sayyidina Umar Al-Khatthab, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah. Pada suatu ketika ia berdoa:

Ya Allah! Masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit.

Doa beliau didengar oleh Sayyidina Umar ketika beliau (Umar) sedang melakukan thawaf di Ka’bah. Umar heran dengan permintaan pemuda tersebut.

Selepas melakukan thawaf, Sayyidina Umar memanggil pemuda tersebut dan bertanya: “Mengapa engkau berdoa sedemikian rupa (Ya Allah! masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit), apakah tidak ada permohonan lain yang  engkau mohonkan kepada Allah?

Pemuda itu menjawab: “Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa itu karena aku  takut dengan penjelasan Allah dalam surat al-A’raf ayat 10, yang artinya: “Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur” Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit,  (lantaran) terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah,” jelas pemuda tersebut.

Berdasarkan kisah diatas, hendaknya manusia bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya. Dengan begitu, apapun yang ia dapatkan akan benjadi berkah dan barokah. Tidak ada rasa keluh kesah dan gundah gulana yang merobek hati.

Banyak yang Paham, Tapi Benarkah Syukurmu itu Sudah Termasuk

Baca juga : Wahai Wanita, Bisakah Kau Berhenti Ucapkan "Terserah"?

Sudah mengerti bukan bagaimana caranya untuk lebih bersyukur atas apa yang diterima hari ini? Mungkin bisa jadi esok hari lebih baik dari sekarang, tinggal seseorang itu mau apa tidak untuk menjemput rasa syyukur yang ada, atau malah hanya bisa menggerutu dengan keadaan.

Semoga Allah SWT selalu membuka hati kita semua untuk bersyukur setiap saat, dimana pun dan kapanpun.