Wahai Wanita, Bisakah Kau Berhenti Ucapkan "Terserah"?

 22 Mar 2017  Unknown
Wahai Wanita, Bisakah Kau Berhenti Ucapkan

Hai, apa kabar? Wahai kaum hawa, inilah kami sang pria yang ingin bertanya sesuatu kepada kalian. Kalian yang senantiasa membuat kami terlena dan masuk ke dalam kubangan bernama kasih sayang. Tahukah bahwa kita bukanlah orang yang sempurna, dan pastilah kalian diciptakan untuk melengkapi kami.

Baca juga : Mau Cari Rezeki Haram? Tetep Sama Takarannya Kok!

Namun suatu ketika, kalian ditanya oleh seseorang, khususnya kami yang bertanya. Apakah sering mengucapkan kata terserah? Ya, hal ini memang banyak dilakukan, terutama oleh para wanita seperti kalian. Kata aib dan sakti “terserah” menjadi senjata pamungkas perempuan masa kini. Malas menjawab, terserah. Ingin dimengerti, cukup dengan terserah. Semuanya terserah pokoknya.

Kami sebagai pria bukannya ingin menghujat kala kalian mengatakan kata terserah. Tapi tindakan semacam ini haruslah dihentikan. Kita harus mengerti, apakah semua masalah bisa diselesaikan dengan terserah? Bukan pula kami membenci ketika kalian mengungkapkan hal itu. Akan tetapi, dari alasan inilah, kalian para ukhti wajib mengetahui, mengapa kata terserah itu harus cukup sampai disini.

Terkadang merupakan sifat menyebalkan

Percayalah, terserah bukan sebuah ciri “manut” dan rendah hati. Kata-kata terserah malah menimbulkan kemalasan bagi orang lain. Lama-kelamaan mereka akan malas meminta pendapat dari kita.

Suatu saat kita diharuskan memilih

Jika suatu hari nanti kita dihadapkan pada suatu pilihan, apakah kita masih mau bilang terserah? Bahkan jika suatu hari nanti kita berada di posisi pemimpin, masih mau bilang terserah?

Jangan terlalu nyaman

Menyerahkan keputusan pada orang lain tidak selamanya menjadi pilihan yang baik. Terbiasa menyerahkan hidup pada orang lain membuat kita terlalu nyaman dan malas berinovasi.

Wahai Wanita, Bisakah Kau Berhenti Ucapkan

Baca juga : Peringatan Untukmu yang Sengaja Suka Menggilas Semut di Depan Mata!

Tidak semua orang bisa jadi penyayang

Terserah biasanya diartikan sebagai “harusnya kamu mengerti mauku.” Tidak semua orang bisa memahami keinginan kita bukan? Cobalah lebih tegas.

Oleh karena itulah wahai kalian para wanita, biasakanlah mulai sekarang untuk mengatakan apa yang ingin kalian katakan. Karena kami sang pria bukanlah seseorang yang akan peka jikalau kalian tak memberikan alasan. Jangan pelihara sifat seperti itu, karena kasih sayang kalian lebih bernilai dibandingkan permasalahan yang akan timbul akibat terserah.

KOMENTAR