Ingin Punya Anak Cerdas ? Jangan Pernah Tinggalkan Makanan Ini Saat Hamil

 29 May 2016  Penulis
Ingin Punya Anak Cerdas ? Jangan Pernah Tinggalkan Makanan Ini Saat Hamil

Memiliki segudang nutrisi yang baik bagi kesehatan, masih banyak wanita yang enggan rajin mengonsumsi buah saat hamil. Padahal menurut studi terbaru, rutin makan buah saat hamil bisa membantu meningkatkan perkembangan memori dan kecerdasan bayinya kelak.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Kanada, dengan melibatkan 808 anak berusia 12 bulan. Ibu dari anak-anak ini sebelumnya terlibat juga dalam studi besar, yang merekap pola makan mereka selama proses kehamilan.

Baca Juga : Video : Sadis hukuman bagi pemerkosa di pedalaman papua dengan menarik alat vital

Dilansir dari detik.healt, para peneliti kemudian membandingkan antara pola makan ibu hamil, khususnya asupan buah-buahan, dengan kemampuan memori dan belajar anak. Ditemukan ada hasil signifikan antara banyaknya porsi buah yang dikonsumsi selama hamil, dengan hasil tes yang lebih baik pada anak-anak mereka.

Baca juga: Survey 67% Pendamping Wisuda belum tentu jadi Pendamping Hidup

Dikatakan bahwa dalam setiap porsi buah yang dikonsumsi per harinya, maka rata-rata hasil tes kecerdasan anak meningkat hingga 2,38 persen. Sementara pada asupan lain seperti serat, kalori, dan omega 3, hasilnya tidak terlalu tampak signifikan.

Baca Juga : HEBOH! Anak Gauli Ibu Kandung, Bayinya Dibuang di Pantai, JANGAN DITIRU !

Para peneliti menduga hal ini terjadi karena proses cyclic adenylate monophosphate pathway atau CAMP. Proses ini mengatur protein dan bahan-bahan kimia dalam tubuh, untuk terikat pada fungsi area otak, termasuk korteks prefrontal. Bagian ini sendiri diketahui bertanggung jawab untuk fungsi berpikir.

Baca juga : Vhia Valenvhi kini jadi incaran netizen akibat hina orang jawa dengan celaan ..."

"Ibu yang makan lebih banyak buah selama kehamilan memiliki anak-anak dengan perkembangan memori dan kecerdasan yang lebih baik saat menginjak usia 1 tahun. Proses cyclic adenylate monophosphate pathway atau cAMP, sangat mungkin menjadi faktor penyebab efek ini," tulis para peneliti dalam jurnal EBioMedicine, seperti dikutip dari Daily Mail