Kelebihan Serta Kekurangan Pompa ASI Manual dan Pompa ASI Elektrik

 26 Dec 2019  Isfatu Fadhilatul

Kelebihan Serta Kekurangan Pompa ASI Manual dan Pompa ASI Elektrik

Ilustrasi pompa ASI - Image from parenting.dream.co.id

Kelebihan Serta Kekurangan Pompa ASI Manual dan Pompa ASI Elektrik Ketahui kekurangan serta kelebihan dari pompa ASI elektrik dan manual disini.

Banyak sekali wanita yang harus kembali bekerja meski baru saja melahirkan, terlepas dari apapun alasannya, Bunda harus tetap memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil. Selain memberikannya secara langsung, Bunda juga bisa memompa ASI langsung dari payudara menggunakan pompa.

Pompa ASI ada dua macam, yaitu manual dan elektrik. Sebelum memutuskan untuk memakai pompa ASI, ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

Baca Juga :
1. Tinggi Badan Ideal Bayi dan Balita, Bunda Wajib Tahu!
2. Anemia Pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
3. Cara Mudah Menentukan Usia Kehamilan Menggunakan Kalender Hamil

Pompa ASI Manual

Kelebihan Serta Kekurangan Pompa ASI Manual dan Pompa ASI Elektrik

Pompa ASI Manual - Image from www.jakartanotebook.com

Apabila Bunda sedang berada di kantor ataupun di luar rumah, akan tetapi tetap menginginkan si Kecil mendapatkan ASI, maka Bunda bisa memompa ASI langsung dari payudara. Bunda bisa memilih pompa ASI manual atau pun elektrik.

Nah, Pompa ASI manual sendiri adalah jenis pompa ASI yang digunakan menggunakan tenaga manual atau tenaga tangan.

Pompa ASI manual mengharuskan Bunda berusaha lebih keras ketika memompa ASI, karena menggunakan tangan secara langsung. Yaitu salah satu tangan memegang payudara, sementara tangan lainnya menggerakkan alat ketika memompa ASI.

Pompa ASI jenis ini bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk Bunda karena tidak menggunakan tenaga listrik maupun baterai, sehingga Bunda tidak perlu bergantung kepada persediaan listrik atau baterai, ketika ingin memompa ASI di tempat yang tidak memiliki pasokan listrik.

Selain itu, banyak Ibu hamil yang merasa bahwa penggunaan pompa manual hampir sama dengan gerakan isapan si Kecil ketika menyusu, sehingga terasa alami. Hal inilah yang membuat Bunda merasa nyaman dan tidak merasakan nyeri, sakit, atau keluhan lainnya pada payudara ketika memompa ASI.

Bunda bisa mengontrol sendiri seberapa cepat gerakan pompa pada alat ketika digunakan. Sehingga pompa ASI manual bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda yang ingin memerah ASI, namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu sering.

Adapun kelebihan pompa ASI manual adalah :

  1. Bisa mengatur daya hisap pompa secara manual

    Beberapa Ibu menyusui terkadang mengeluhkan rasa sakit, nyeri, dan ketidak nyamanan lainnya ketika memakai pompa ASI, khususnya jenis elektrik. Hal ini biasanya disebabkan karena hisapan pada pompa ASI elektrik terasa tidak nyaman saat digunakan. Oleh karena itu, pompa ASI manual merupakan solusi bagi Anda, karena bisa mengatur dan mengendalikan kekuatan daya hisap pompa secara manual.

  2. Ukuran yang ringkas

    Ukuran pompa ASI manual cukup kecil, sehingga sangat fleksibel untuk dibawa bepergian karena tidak terlalu besar dan berat.

  3. Tidak memerlukan listrik

    Pompa ASI manual dapat digunakan dimana pun dan kapan pun, bahkan pada tempat yang tidak tersedia aliran listrik sekalipun.

  4. Komponen alat yang lebih sedikit

    Jumlah komponen atau alat dalam pompa ASI manual lebih sedikit ketimbang pompa elektrik. Hal ini membuat pompa ASI manual lebih mudah untuk dicuci dan dibersihkan.

  5. Harga lebih terjangkau

    Pompa ASI manual dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pompa elektrik. Khususnya bagi Bunda yang tidak terlalu sering menggunakan pompa ASI, maka pompa ASI manual ini bisa lebih menghemat pengeluaran.

    Tapi ingat ya Bun, jangan asal mencari pompa ASI murah saja, Bunda juga harus melihat apakah ada kandungan yang berbahaya dalam pompa tersebut. Karena walau bagaimanapun, ASI merupakan kebutuhan si Kecil yang paling utama.

Sedangkan kekurangan pompa ASI manual adalah :

  1. Kecepatan dalam memompa agak lambat

    Kecepatan pompa manual ketika memerah ASI cenderung lebih lambat dan lama dibandingkan pompa elektrik. Hal ini karena kecepatan serta pergerakan tuas yang dipakai ketika memompa, tergantung dari seberapa cepat gerakan tangan Anda.

  2. Membuat tangan cepat lelah

    Untuk mencukupi kebutuhan ASI si Kecil ketika Anda sedang tidak bisa menyusuinya secara langsung, maka biasanya Anda akan semakin sering dan lama ketika memompa ASI, sehingga membutuhkan tenaga yang lumayan ekstra.

  3. Sulit menemukan ritme memompa yang sama

    Anda mungkin akan sulit untuk melakukan ritme yang sama setiap kali memompa ASI. Terkadang, pergerakan tangan bisa agak cepat, namun kemudian berangsur-angsur melambat. Sehingga hal ini akan mempengaruhi banyaknya volume ASI yang dihasilkan.

Bagaimana cara memilih pompa ASI manual terbaik? Nah, ketika Anda memutuskan untuk memakai pompa ASI manual, maka Anda harus memastikan bahwa pompa tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya (BPA free) dan aman untuk si Kecil.

Misalnya seperti pompa ASI manual crown yang dibanderol dengan harga Rp. 150,000. Atau bisa juga menggunakan pompa ASI pigeon yang dibanderol dengan harga Rp. 290.000.

Pompa ASI Elektrik

Kelebihan Serta Kekurangan Pompa ASI Manual dan Pompa ASI Elektrik

Pompa ASI Elektrik - Image from kumparan.com

Pompa ASI elektrik adalah alat yang memudahkan Bunda untuk memompa ASI dari payudara secara otomatis. Seperti namanya, electric breast pump atau pompa ASI elektrik ini menggunakan tenaga listrik maupun baterai.

Jadi, Bunda tidak perlu lagi bersusah payah memompa dengan tangan. Dibandingkan dengan pompa ASI manual , pompa ASI elektrik ini bisa dibilang jauh lebih praktis.

Pompa ASI elektrik tersedia dalam dua bentuk. Yaitu dalam bentuk satu pompa saja (single electric pumps), dan dua pompa (double electric pumps).

Double electric pumps terdiri dari dua pompa sehingga memungkinkan Anda untuk memompa dua payudara sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan single electric pumps hanya menggunakan satu pompa, sehingga Anda harus bergantian dari payudara yang satu dengan payudara yang lain.

Adapun kelebihan pompa ASI elektrik antara lain :

  1. Menghemat waktu

    Penggunaan pompa ASI elektrik sangat membantu khususnya bagi Bunda yang memiliki banyak kesibukan, seperti harus bekerja hampir setiap hari.

  2. Waktu memompa yang lebih cepat

    Electric breast pump atau pompa ASI elektrik dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pompa manual, karena memiliki waktu memompa yang jauh lebih cepat.

  3. Bisa menggunakan ritme memompa yang sama

    Tidak seperti pompa ASI manual, kecepatan pompa ASI elektrik dapat diatur sesuai dengan keinginan dan kenyamanan Anda. Sehingga dapat menentukan seberapa banyak ASI yang ingin didapatkan.

  4. Hemat tenaga

    Karena menggunakan tenaga listrik atau baterai, pompa ASI elektrik ini dapat bekerja secara otomatis sehingga bisa membantu menyimpan tenaga Anda. Yang pastinya, Anda tidak perlu kelelahan selama proses memompa ASI berlangsung.

Sedangkan kekurangan pompa ASI elektrik antara lain :

  1. Tidak fleksibel

    Pompa ASI elektrik dilengkapi dengan berbagai macam alat, sehingga cenderung lebih berat ketika dibawa bepergian. Jadi saat Anda berencana untuk membawa pompa ASI ini berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, biasanya akan terasa berat dan lebih sulit, sehingga dinilai tidak fleksibel dan susah untuk dibersihkan.

  2. Daya yang terbatas

    Pemakaian pompa ASI elektrik tergantung dari daya, sehingga pompa ASI jenis ini hanya bisa digunakan ketika persediaan daya dari baterai mencukupi, atau tersedia listrik di sekitar Anda.

  3. Menimbulkan suara bising

    Terkadang, pompa ASI elektrik juga bisa menimbulkan suara yang cukup bising ketika digunakan, hal ini disebabkan karena terdapat komponen penggerak di dalamnya.

  4. Biaya lebih mahal

    Harga pompa ASI elektrik biasanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan pompa ASI manual. Hal ini disebabkan karena pompa ASI elektrik dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dan kelebihan yang bisa memudahkan Anda ketika memompa ASI.

Bagaimanakah memilih pompa ASI elektrik yang bagus? Nah, untuk Anda yang memutuskan untuk menggunakan pompa jenis ini, maka Anda harus memastikan hal-hal seperti seberapa seringkah Anda menggunakan pompa ASI?

Apabila lebih jarang, maka Anda bisa memilih pompa ASI elektrik dengan satu pompa saja, hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan pompa ASI elektrik murah. Selain itu, Anda juga harus memilih ukuran lingkaran pompa yang sesuai dengan payudara.

Sebagai referensi, Bunda bisa memilih pompa ASI spectra yang dibanderol dengan kisaran harga mulai dari Rp. 1 jutaan. Atau bisa juga pompa ASI elektrik merk pigeon yang dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp. 1,1 jutaan.

Nah, dari kedua jenis pompa ASI yang sudah kita bahas ini, manakah yang akan jadi pilihan Bunda?