Perkembangan Janin 6 Bulan ini yang Harus Dilakukan Bunda

26 Dec 2019 Isfatu Fadhilatul

Perkembangan Janin 6 Bulan ini yang Harus Dilakukan Bunda

Ilustrasi Janin 6 Bulan - Image from nakita.grid.id

Perkembangan Janin 6 Bulan ini yang Harus Dilakukan Bunda Yuk, ketahui perkembangan janin 6 bulan berikut ini.
Menginjak usia janin 6 bulan, tentu rasanya akan semakin dekat dengan persalinan. Banyak wanita yang penasaran bagaimana tumbuh kembang si Kecil ketika berusia janin 6 bulan, nah untuk menjawab rasa penasaran tersebut, simak penjelasannya mengenai janin 6 bulan berikut ini.

Baca Juga :
1. Anemia Pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
2. Tinggi Badan Ideal Bayi dan Balita, Bunda Wajib Tahu!
3. 10 Cara Mendapatkan Anak Kembar Meskipun Tidak Ada Keturunan

Janin 6 Bulan

Setelah sebelumnya kita membahas tentang perkembangan janin 5 bulan, maka selanjutnya kita akan membahas tentang janin 6 bulan.
Janin 6 bulan sebesar apa sih? Nah, memasuki minggu ke-24 ini, si Kecil akan berukuran kurang lebih 21 cm dengan berat 0,63 kilogram. Kulitnya masih transparan sehingga pembuluh darahnya terlihat jelas. Selain itu, si Kecil juga sudah mulai memiliki pola tidur yang teratur.
Nah, pada Ibu hamil sendiri, perubahan yang dirasakan tentu perut yang terlihat lebih membulat dari sebelumnya. Selain itu, beberapa wanita hamil biasanya akan mengalami berbagai macam keluhan yang disebabkan karena bobot janin dalam kandungan yang terus bertambah. Keluhan tersebut biasanya berupa sakit punggung, susah buang air besar, hingga kaki kram.
Namun tenang saja Bun, dibalik ketidaknyamanan tersebut, Bunda akan dibuat bahagia dan semakin tidak sabar menanti kelahiran si Kecil begitu tahu perkembangan pertumbuhannya. Penasaran kan, janin 6 bulan bisa apa saja? berikut penjelasannya.

  1. Minggu ke-25 kehamilan
    Pada minggu ke-25 usia kehamilan, si Kecil berukuran sekitar 34-35 cm dengan berat sekitar 660 gram.
    Pada fase ini, rambut si Kecil sudah tumbuh lebih banyak. Indera pendengarannya pun juga terbentuk lebih sempurna sehingga ia bisa mendengar dengan baik.
    Ketika ada suara keras, si Kecil mampu mendengar dan merespon dengan cara menendang perut Bunda, sehingga bisa dibilang janin 6 bulan aktif. Selain itu, si Kecil juga sudah bisa menangkap cahaya, meski kelopak matanya masih tertutup.
  2. Minggu ke-26 kehamilan
    Memasuki usia 26 minggu, si Kecil sudah berukuran sekitar 35,5 cm dengan berat sekitar 750 gram.
    Pada fase ini, jaringan saraf di telinganya sudah berkembang lebih baik, sehingga lebih sensitif dari sebelumnya. Si Kecil sudah bisa mendengar Bunda berbincang lho!
    Bahkan ia akan peka terhadap suara keras yang terjadi tiba-tiba, si Kecil bisa kaget dengan cara melakukan kedip maupun cegukan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mencoba berbicara dengan si Kecil, ia akan menendang perut Bunda sebagai jawabannya.
  3. Minggu ke-27 kehamilan
    Memasuki usia kehamilan 27 minggu, setidaknya si Kecil sudah sebesar kembang kol lho Bun! Beratnya kira-kira 900 gram dengan panjang sekitar 36 hingga 37 cm.
    Pada fase ini, si Kecil sudah bisa membuka serta menutup matanya dengan baik. Bahkan ia juga sudah bisa menghisap jarinya sendiri. Selain itu, jaringan otak si Kecil pun sudah semakin berkembang.
    Oleh karena itu, dengan Bunda mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan juga mineral, maka turut membantu tumbuh kembangnya.
  4. Minggu ke-28 kehamilan
    Memasuki usia 28 bulan, si Kecil sudah memiliki berat sekitar 1 kg dengan panjang sekitar 38 cm lho Bun! Ukurannya kira-kira sebesar terong besar. Pada fase ini, perkembangan otak di Kecil juga akan semakin baik dari minggu sebelumnya.
    Lapisan lemak yang mengelilingi tubuhnya pun juga semakin banyak. Bisa dibilang, perkembangan pada fase ini merupakan bagian dari tahap persiapan tubuhnya untuk lahir ke dunia. Selain itu, pada usia ini si Kecil juga sudah bisa mengedipkan matanya.

Itulah perkembangan janin usia 6 bulan. Yang harus diperhatikan adalah Bunda harus selalu menjaga kesehatan dengan baik agar si Kecil tetap sehat dan berkembang dengan sebagaimana mestinya.
Ketika memasuki usia 6 bulan atau pada trimester kedua, Bunda akan menjalani pemeriksaan USG. Disini dokter kandungan akan memperlihatkan posisi plasenta untuk mengantisipasi adanya kemungkinan terjadinya plasenta previa, yang bisa menimbulkan risiko pendarahan baik bagi Bunda maupun si Kecil
Selain itu, dokter juga akan menyarankan Bunda untuk melakukan beberapa pemeriksaan seperti hemoglobin dan hematokrit. Yaitu pemeriksaan darah guna mengetahui apakah Bunda mengalami anemia atau tidak.
Pemeriksaan tes diabetes juga dilakukan lho Bun! Akan tetapi jika skrining glukosa Bunda di minggu 24–28 kehamilan berada dalam batas normal, maka tes tersebut tidak perlu diulang.
Selain pemeriksaan rutin, Bunda juga harus mengkonsumsi makanan yang bergizi, seperti sayuran hijau, makanan atau jus yang kaya akan vitamin C, serta satu porsi makanan yang kaya akan vitamin A sebanyak 2700 IU, Bunda bisa mendapatkannya dari makanan yang berwarna kuning seperti ubi, wortel, dan blewah.
Tak lupa vitamin B6, B9, dan B12 yang bisa didapatkan dari susu, tempe, tahu, telur, pisang, kentang, dan alpukat, serta vitamin E yang bisa didapatkan dari daging, minyak zaitun, biji gandum, dan bayam.
Jadi, bagaimana Bunda, sudah semakin paham kan apa saja perkembangan si Kecil ketika menginjak usia 6 bulan yang mulai seru ini? Semoga bermanfaat ya..

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa