Lafadz Menjawab Adzan Terutama Subuh

 04 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Lafadz Menjawab Adzan Terutama Subuh

Ilustrasi adzan shalat Subuh - Image from kiblat.net

Terdapat beberapa perbedaan pada lafadz menjawab adzan shalat Subuh dengan lafadz adzan shalat fardhu lainnya. Simak selengkapnya di artikel lafadz adzan Subuh dan jawabannya berikut.

Menjawab adzan hukumnya adalah sunnah atau dianjurkan, jika melaksanakannya akan mendapat pahala dan jika meninggalkannya tidak mendapat dosa. 

Hal ini sesuai dengan pendapat mayoritas para ulama, misalnya seperti pendapat ulama Malikiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah, "Jika kalian mendengar orang yang sedang adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan." (Shohih Muslim).

Dan jika terdengar suara adzan secara bersamaan atau suara adzan yang dikumandangkan dari berbagai masjid yang dekat dengan kita, maka kita disunnahkan menjawab salah satu saja dari adzan tersebut.

Menjawab adzan atau jawaban lafal adzan pada praktiknya sama dengan apa yang dilafadzkan oleh muadzin, atau orang yang sedang adzan. Berarti kita menjawab atau mengikuti lafadz adzan tersebut, kecuali pada 3 kalimat dalam adzan yang termasuk dalam adzan sholat Subuh. Untuk lebih jelasnya, berikut kami akan menjelaskan tentang jawaban adzan Subuh dan artinya.

Lafadz dan Cara Menjawab Adzan Subuh

Berikut lafadz adzan shalat Subuh,

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

 أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

 اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

 حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

 حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

 اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Ashadualailahaillallah, Ashadualailahaillallah
Ashaduannamuhammadarasuulullah, Ashaduannamuhammadarasuulullah
Hayya 'alassalah, Hayya aalassalah
Hayya 'alalfalah, Hayya 'alalfalah
Assalatuhoiruminannaum, Assalatuhoiruminannaum
Allahuakbar, Allahuakbar laa ilahaillallah

Artinya :
"Allah Maha Besar , Allah Maha Besar.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
Marilah sholat, Marilah sholat.
Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan.
Sholat itu lebih baik dari pada tidur, Sholat itu lebih baik dari pada tidur.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah".

Baca Juga : Sedang Makan Mendengar Suara Adzan, Lanjut Makan atau Jawab Adzan?

Adapun cara menjawab adzan adalah seperti yang telah disebutkan diatas, dengan cara lafadz yang sama seperti kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan berikut :

1. Pada lafadz adzan yang berbunyi “Hayya ‘alash shalaah” dan “Hayya ‘alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan :

لاحول ولاقوّة الاّ بالله

Laa haula walaa quwwata illa billahi.

Artinya : "Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah".

2. Ketika mendengar suara adzan subuh, pada saat muadzin mengucapkan bacaan adzan : 

الصّلاة خير من النّوم

As shalaatu khairum minan naumi. (dua kali)

Maka kita menjawabnya dengan bacaan : 

صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين

Shadaqta wabararta wa anaa ‘alaa dzaalika minasy syaahidiina.

Artinya : "Benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan".

Setelah adzan, kita disunnahkan membaca doa. Baca selengkapnya disini :
1. Bacaan Doa Setelah Adzan dan Artinya
2. Mengapa Doa Sesudah Adzan Disunnahkan untuk Dibaca? Inilah Jawabannya

Demikianlah artikel tentang lafadz adzan Subuh dan jawabannya ini, semoga bermanfaat. Dan jangan lupa untuk selalu melaksanakan ibadah shalat Subuh karena keutamaan di dalamnya sangatlah banyak, diantaranya seperti yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya yang artinya “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)