Cara Wudhu yang Benar Sesuai Syariat Islam

 04 Nov 2019  Isfatu Fadhilatul

Cara Wudhu yang Benar Sesuai Syariat Islam

Ilustrasi wudhu yang benar - Image from pixabay.com

Wudhu adalah salah satu syarat sah shalat, ketika melaksanakan wudhu harus sesuai dengan cara wudhu yang benar agar wudhu menjadi sah.

Wudhu secara bahasa artinya adalah husnu (keindahan) dan nadhofah (kebersihan), sedangkan pengertian wudhu menurut istilah merupakan salah satu ibadah kepada Allah dengan cara mencuci empat anggota wudhu dengan tata cara wudhu yg benar.

Oleh karena itu, kita harus memperhatikan cara wudhu sesuai syariat Islam agar wudhu menjadi sah. Lalu bagaimanakah cara wudhu yang benar itu? Berikut kita akan membahasnya.

Cara Wudhu Sesuai Syariat Islam

Tentang tata cara wudhu yang benar berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,

Dari Humroon budak sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ ، فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِى الْوَضُوءِ ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ ، وَاسْتَنْشَقَ ، وَاسْتَنْثَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثًا ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ، ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلاَثًا ، ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا وَقَالَ « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya : Dari Humroon bekas budak Utsman bin Affan, suatu ketika Utsman memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadah), kemudian ia tuangkan air dari wadah tersebut ke kedua tangannya. Maka ia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali, lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu kemudian berkumur-kumur, lalu beristinsyaq dan beristintsar. Lalu beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, (kemudian) membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali kemudian menyapu kepalanya (sekali saja) kemudian membasuh kedua kakinya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengatakan, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu dengan wudhu yang semisal ini dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Barangsiapa yang berwudhu dengan wudhu semisal ini kemudian shalat 2 raka’at (dengan khusyuk) dan ia tidak berbicara di antara wudhu dan sholatnya, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Adapun syarat-syarat wudhu dapat Anda baca disini : Syarat Wudhu dan Dalil Tentang Wudhu

Dan berikut tata cara wudhu dengan benar yang harus diterapkan tanpa meninggalkan salah satunya. 

1. Mencuci kedua telapak tangan

Mencuci kedua telapak tangan ini dilakukan sebanyak tiga kali, dengan cara gerakan menyeka sela-sela jari pada telapak tangan, dimulai dari tangan sebelah kanan lalu dilanjutkan dengan tangan sebelah kiri, sambil membaca doa berikut :

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

Allhamdulillahilaziy ja’alal ma’a tohuro

Artinya : “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci”.

Pada cara wudhu yang pertama ini, kita juga melafadzkan niat wudhu, baca disini : Niat Wudhu dan Artinya

2. Berkumur

Berkumur dilakukan sebanyak 3 kali, dengan cara gerakan sepenuhnya membersihkan mulut, bahkan dari sisa makanan yang menempel pada mulut sambil membaca doa berikut ini :

اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma aini alay dzikrika wasukrika wahusni ibadatika

Artinya : “Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berdzikir kepadaMu, dan bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu”.

3. Membasuh hidung

Membasuh lubang hidung harus dengan cara menyeluruh, gerakan ini dilakukan sebanyak 3 kali sambil membaca doa berikut : 

اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ

Allahuma arihniy roihata janat

Artinya : “Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga”.

4. Membasuh wajah

Membasuh seluruh permukaan wajah harus dengan menyeluruh, hingga terkena samping telinga kanan dan kiri. Gerakan ini dilakukan sebanyak 3 kali sambil membaca doa berikut ini :

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Allahuma bayadh wajhi yawmatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu

Artinya : “Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah dan hitamnya wajah-wajah”.


5. Membasuh kedua tangan

Membasuh kedua tangan ini dilakukan hingga mencapai bagian siku, dimulai dari tangan bagian kanan kemudian dilanjutkan dengan tangan kiri, gerakan ini dilakukan sebanyak 3 kali seraya membaca doa berikut, 

Ketika membasuh tangan kanan :

اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا

Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron

Artinya : “Ya Allah, berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah”.

Ketika membasuh tangan kiri :

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

Allahumma latu’tini kitabi minyasariy wala minwaro’i tohriy

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung denganMu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang”.

6. Membasuh kepala

Membasuh kepala dimulai dari ujung kening (ubun-ubun) sampai sebagian kepala , gerakan ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan gerakan menyeluruh sambil membaca doa berikut :

اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

Allahumma harom sa’riy wabasariy a’la nnari

Artinya : “Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku dari pada neraka”.

Baca Juga : 8 Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut Al-Qur'an dan Hadist

7. Membasuh kedua telinga

Membasuh kedua telinga ini dilakukan pada bagian dalam maupun luar telinga (daun telinga) hingga menyeluruh, dimulai dari telinga bagian kanan kemudian bagian kiri sebanyak 3 kali sambil membaca doa berikut :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik”.

8. Mencuci kedua kaki

Mencuci kedua kaki harus dengan cara menyeluruh tidak pada bagian depan saja, hendaklah membasuh kaki hingga ke mata kaki. Dimulai dari kaki bagian kanan kemudian kaki bagian kiri sebanyak 3 kali sambil membaca doa berikut,

Ketika mencuci kaki sebelah kanan :

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِاْ لاَقْدَامِ

Allahumma tabbatqodamiy a’lasoroti yawmatazilu fiyhil laqdami

Artinya : “Yaa Allah, ya Tuhanku,tetapkanlah tumitku di atas titian yang lurus bersama tumit hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

Ketika mencuci kaki sebelah kiri :

اَللّهمَّ اِنِّى اَنْتُجِلَ قَدَمِ عَلَى صِرَاطِ فِى النَّارْ يَوْمَ تِجِلُ اَقْدَمِ المُنَافِقِيْنْ وَ المُشْرِكِينْ

Allahuma iniyantujila qodamia’la sirotifinari yawmatijilu akdami munafikiyn wamusyrikiyni

Artinya : “Ya Allah yaa Tuhanku,sesungguhnya aku-berlindung kepada-Mu dari keterpelesetan tumuitku dari atas jalan neraka,pada hari dikala terpeleset tumit orang-orang kafir.”

Setelah gerakan membasuh kaki ini, kita membaca doa setelah wudhu, baca disini : Doa Setelah Mengambil Air Wudhu

9. Tertib

Berwudhu harus dilakukan dengan cara yang tertib yaitu berurutan mulai dari cara yang pertama dengan cara wudhu yang terakhir, dengan tidak meninggalkan satu cara pun.

Cara Wudhu Saat Puasa

Banyak orang yang masih bingung bagaimana cara wudhu yang benar saat sedang berpuasa, mengingat haram masuknya air pada tubuh orang yang sedang berpuasa. Mengenai hal tersebut, dijelaskan pada sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini,

Dari Laqith bin Shabrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَسْبِغِ الْوُضُوءَ، وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Artinya : "Sempurnakanlah wudhu, bersungguh-sungguhlah ketika istisyaq (menghirup air ke dalam hidung), kecuali ketika kamu sedang puasa". (HR. Nasa’i 87, Abu Daud 142, Turmudzi 788, hadis shahih)

Imam Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah, 15/280 menjelaskan tentang hadits tersebut, 

فأمره صلى الله عليه وسلم بإسباغ الوضوء ثم قال : (وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً) فدل ذلك على أن الصائم يتمضمض ويستنشق ، لكن لا يبالغ مبالغة يخشى منها وصول الماء إلى حلقه ، أما الاستنشاق والمضمضة فلابد منهما في الوضوء والغسل ؛ لأنهما فرضان فيهما في حق الصائم وغيره

Artinya : "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyempurnakan wudhu, kemudian beliau bersabda,

‘bersungguh-sungguhlah ketika istisyaq, kecuali ketika kamu sedang puasa’

ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa juga berkumur dan menghirup air ke dalam hidung. Hanya saja tidak boleh terlalu keras, karena dikhawatirkan akan ada air yang masuk kerongkongannya. Sementara istinsyaq dan berkumur tetap harus dilakukan dalam wudhu maupun ketika mandi, karena keduanya merupakan kewajiban dalam wudhu, baik untuk orang yang puasa maupun lainnya".


Demikianlah penjelasan tentang cara wudhu yang benar dan tata cara wudhu saat  berpuasa ini, semoga bermanfaat.