Nyeri Haid Berlebihan dan Cara Mengobatinya

 17 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Nyeri Haid Berlebihan dan Cara Mengobatinya

Ilustrasi nyeri haid - Image from pixabay.com

Perempuan yang sudah menginjak usia dewasa pasti mengalami haid, haid sendiri adalah proses keluarnya darah dari vagina yang dikarenakan siklus alami pada tubuh wanita. Haid disebut juga dengan menstruasi.

Perempuan mendapat haid pertamanya pada usia 10-15 tahun dengan rata-rata usia adalah 12 tahun. Akan tetapi, usia rata-rata ini bisa berbeda di setiap lingkungan. Anak perempuan mungkin bisa mendapat haid pertamanya sebelum 10 tahun, ada juga yang baru mendapatkan haid pertamanya di usia lebih dari 15 tahun.

Tak jarang haid pertama disertai dengan nyeri-haid. Lalu hal apa yang seharusnya dilakukan ketika tubuh merasakan nyeri haid? Simak penjelasannya berikut ini.

Nyeri Haid

Nyeri haid disebut juga dengan dismenore, adalah keadaan nyeri atau kram pada perut bagian bawah, kondisi ini muncul sebelum atau sewaktu haid. Pada sebagian wanita, nyeri haid bisa bersifat ringan, namun pada sebagian wanita lainnya, nyeri haid bisa berlebihan hingga menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu.

Nyeri haid ditandai dengan kram pada bagian bawah perut, kondisi ini tidak perlu dirisaukan karena merupakan proses alami dari tubuh wanita. Karena seiring bertambahnya usia, nyeri haid akan hilang dengan sendirinya.

Baca Juga :
1. Cara Mengecek Masa Subur Wanita Setelah Haid Agar Cepat Hamil
2. Ini Cara Pasti Menentukan Haid Telah Tuntas dan Bersih

Nyeri Haid Pertama

Ada beberapa faktor pemicu nyeri haid pertama bagi wanita, yaitu :

1. Kontraksi rahim

Kontraksi rahim atau yang disebut juga dengan Iskemia otot rahim merupakan penyebab nyeri haid pada hari pertama yang disebabkan oleh melepasnya dinding rahim akibat peningkatan prostaglandin. Hampir semua wanita mengalami kondisi ini, kadang ada pula yang merasakan nyeri bahkan sebelum haid datang, misalnya 2 atau 3 hari sebelum haid.
 
Kontraksi pada rahim yang terlalu kuat bisa mendorong pembuluh darah sehingga hal ini bisa berakibat pada suplai oksigen ke jaringan otot rahim terhambat dan hal inilah yang menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah.

2. Endometriosis


Endometriosis merupakan kondisi dimana jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini bisa tumbuh di indung telur, usus, vagina, atau di rektum. Endometriosis biasanya menyebabkan rasa nyeri yang amat sangat, jadi bila Anda merasakan hal ini disarankan untuk ke dokter.

3. Pelvic Inflammatory Disease ( PID )

Pelvic Inflammatory Disease merupakan infeksi pada organ wanita yang disebabkan adanya penyakit kelamin menular yang tidak segera diobati. Pelvic Inflammatory Disease juga bisa terjadi karena hubungan seks.

4. Faktor hormonal

Nyeri haid bisa juga disebabkan karena produksi hormon progesteron yang meningkat. Hormon progesteron ini dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur (corpus luteum) setelah melepaskan sel telur matang setiap bulannya.

Hormon tersebut bisa menyebabkan memperbesarnya ketegangan mulut rahim hingga lubang mulut rahim menjadi sempit, hal ini berakibat pada otot-otot rahim menjadi lebih kuat berkontraksi untuk bisa mengeluarkan darah haid melalui mulut rahim yang sempit. Nah, kontraksi inilah yang menyebabkan nyeri pada saat haid.

5. Kondisi psikis

Rasa cemas yang berlebihan menyebabkan kondisi psikis terganggu. Maka tak heran jika perempuan pada saat haid cenderung lebih sensitif.

Nyeri Haid Berlebihan

Umumnya, nyeri pada haid akan berangsur-angsur hilang dalam waktu 2-3 hari. Namun apabila terjadi nyeri haid berlebihan atau nyeri haid parah maka perlu mendapatkan penanganan khusus. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan nyeri haid parah adalah :

1. Kontraksi

Sepanjang waktu terjadi kontraksi ringan pada otot dinding rahim yang biasanya tidak terasa, akan tetapi ketika memasuki masa haid, kontraksi ini semakin kencang sehingga menimbulkan nyeri pada perut.

Kondisi itu menyebabkan penekanan pada pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan juga oksigen menuju ke rahim. Nah, minimnya stok oksigen inilah yang menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menciptakan rasa nyeri.

Rasa nyeri menjadi semakin buruk karena tubuh secara alami juga mengeluarkan bahan kimia prostaglandin yang mana zat kimia tersebut memicu otot rahim untuk terus berkontraksi lebih banyak. Prostaglandin selain membuat tidak nyaman ketika haid, juga memicu kondisi lain misalnya mual, diare, lemas, dan juga nyeri yang teramat sangat. 

Terkadang, nyeri juga disebabkan karena haid yang tidak lancar. Cara mengatasi haid yang tidak lancar baca disini :
1. Cara Mempercepat Haid Normal atau yang Lambat dengan Aman dan Alami
2. 5 Jamu Pelancar Haid yang Sudah Terbukti Ampuh Sejak Zaman Dulu

2. Adanya penyakit tertentu

Nyeri haid parah juga bisa disebabkan adanya penyakit tertentu pada rahim, misalnya fibroid yakni tumor yang tidak bersifat kanker di dalam rahim yang dapat membuat haid terasa menyakitkan. Atau juga stenosis leher rahim yakni pembukaan pada leher rahim yang sangat kecil, yang mengakibatkan menghambatnya aliran darah yang dikeluarkan saat haid. Kondisi ini juga menyebabkan tekanan yang amat menyakitkan pada rahim.

3. Kondisi tertentu

Nyeri haid berlebihan juga disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu pada wanita, antara lain :

  • Volume haid yang terlalu banyak
  • Mendapat menstruasi pertama sebelum usia 11 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Belum pernah hamil
  • Konsumsi minuman beralkohol dan merokok

Bagaimana Cara Mengobati Nyeri Haid?

Nyeri haid biasa seharusnya dibiarkan saja karena hal itu merupakan kondisi alami pada tubuh wanita, namun bila Anda ingin meredakannya bisa dengan cara mengompres perut menggunakan air hangat, mandi dengan air hangat, atau mengonsumsi obat pereda nyeri haid.

Namun pada kondisi nyeri haid parah, tidak dapat diatasi dengan obat haid biasa tanpa resep dari dokter. Jika anda fikir meredakan nyeri haid yang parah dengan memperbanyak konsumsi obat nyeri haid, maka Anda salah besar. Konsumsi obat yang berlebihan tanpa adanya resep dari dokter akan memperburuk keadaan.

Jadi apabila nyeri haid Anda tak kunjung reda, sebaiknya Anda segera kunjungi dokter untuk memastikan tidak ada penyakit pada rahim Anda.

Demikian artikel tentang nyeri haid dan cara mengatasinya ini, semoga dapat bermanfaat.