Niat Dan Doa Shalat Tahiyatul Masjid Lengkap

 12 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Niat Dan Doa Shalat Tahiyatul Masjid Lengkap

Niat shalat tahiyatul masjid - Image from id.pinterest.com

Dalam islam mengajarkan bahwa shalat ada dua kategori, yakni shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib adalah shalat lima waktu yang diwajibkan bagi orang yang baligh, yang memenuhi syarat untuk mengerjakannya. Sementara shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan mengerjakannya namun tidak berdosa bila ditinggalkan.

Shalat sunnah ada yang dianjurkan dilakukan secara berjamaah, contohnya seperti shalat hari raya. Dan ada pula yang tidak dianjurkan berjamaah, salah satunya adalah shalat tahiyatul masjid.

Shalat tahiyatul masjid adalah shalat yang dianjurkan dilakukan pada saat masuk masjid dan belum duduk. Andaikan sudah duduk, kesunnahan mengerjakan tahiyatul masjid tidak berlaku lagi.

Seperti shalat-shalat lainnya, ketika melaksanakan shalat tahiyatul masjid juga harus melafadzkan niat. Berikut artikel ini akan membahas mengenai niat shalat tahiyatul masjid dan doa tahiyatul masjid.

Niat Shalat Tahiyatul Masjid

Anjuran untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid terdapat dalam hadits riwayat berikut :

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ النَّاسِ قَالَ فَجَلَسْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجْلِسَ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُكَ جَالِسًا وَالنَّاسُ جُلُوسٌ قَالَ فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ 

Artinya : “Abu Qatadah RA berkata, ‘Aku masuk ke dalam masjid sedangkan Rasulullah SAW duduk di tengah orang banyak.’ Abi Qatadah RA lantas melanjutkan ceritanya, ‘Lantas aku pun langsung duduk, kemudian Rasulullah SAW berkata kepadaku, ‘Apa alasan yang menghalangimu untuk melakukan shalat dua rakaat sebelum duduk?’ Aku pun menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu duduk sedangkan orang-orang juga duduk.’ Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Ketika salah satu di antara kali masuk masjid, maka jangan duduk sebelum shalat dua rakaat,’” (HR Muslim).

Adapun bacaan sholat tahiyatul masjid adalah : 

اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAN TAHIYYATUL MASJIDI ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALAA

Artinya : "Saya niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena allah ta'ala".

Tata Cara Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

 
Hal yang istimewa dari melaksanakan shalat tahiyatul masjid adalah bahwa pahalanya bisa didapatkan bahkan jika seseorang masuk masjid lalu shalat fardhu atau shalat lainnya.

Karena kesunnahan shalat ini yang penting ialah seseorang melakukan shalat sebelum ia duduk di dalam masjid, hal yang sama juga berlaku pada shalat sunnah wudhu, yakni ketika seseorang sudah melakukan wudhu, maka ia disunnahkan melakukan shalat sunnah wudhu, apapun shalat yang akan  dilaksanakan. Baca selengkapnya disini : Waktu dan Tata Cara Sholat Sunnah Wudhu

Kesunnahan shalat tahiyatul masjid sebagaimana diterangkan oleh Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000):

وتحصل التحية بالفرض، أو بأي نفل آخر، لأن المقصود أن لا يبادر الإنسان الجلوس في المسجد بغير صلاة

Artinya : “Pahala kesunnahan shalat tahiyatul masjid ini bisa dihasilkan dengan ia mengerjakan shalat fardhu atau shalat sunnah lainnya, karena tujuan utamanya ialah agar seseorang jangan tergesa-gesa duduk di dalam masjid tanpa ia melakukan shalat”.

Adapun tata cara sholat sunnah masjid selain mengucap niat solat masjid adalah sebagai berikut :

1. Membaca niat sholat masuk masjid seperti yang sudah dijelaskan di atas dengan suara yang lirih, diikuti dengan membaca artinya di dalam hati.

2. Setelah membaca niat shalat sunnah masjid dilanjutkan dengan membaca takbir (Allahuakbar) sambil kedua tangan di angkat ke atas.

3. Disunnahkan membaca doa iftitah.

4. Membaca surat Al-fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat pendek yang ada dalam Al Qur’an, misalnya surat Al-Ikhlas, An-Nasr, Al-falaq, dan surat pendek lainnya.

5. Dilanjutkan seperti tata cara sholat pada umumnya. Seperti ruku', i'tidal, sujud, hingga mengucap salam.

Selain shalat tahiyatul masjid, ada banyak shalat sunnah lainnya yang juga mempunyai banyak keutamaan, baca disini :
1. Jumlah Rakaat dan Macam-macam Shalat Sunnah Rawatib dalam Sehari
2. Rahasia Besar Dibalik Shalat Dhuha yang Sebagian Orang Belum Tahu

Waktu Tertentu Dilarang Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid

Ada waktu atau kondisi tertentu dimana kita dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid. Hal ini diterangkan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zen, yang mana terdapat tiga kondisi yang tidak dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Ia mengatakan:

وهي ركعتان قبل الجلوس لكل داخل متطهرمريد الجلوس فيه لم يشتغل بها عن الجماعة ولم يخف فوت راتبة، ولا تسن للخطيب إذا خرج للخطبة، ولا لمن دخل آخر الخطبة بحيث لو فعل التحية فاته أول الجمعة مع الإمام

Artinya: “Shalat tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk bagi orang yang masuk masjid dalam kondisi suci dan ingin duduk, serta tidak khawatir tertinggal shalat berjamaah dan shalat sunnah rawatib. Shalat tahiyatul masjid tidak disunnahkan bagi khatib yang mau langsung khotbah, dan tidak disunnahkan juga bagi orang yang masuk masjid pada khotbah terakhir, bisa dipastikan kalau mengerjakan tahiyatul masjid dulu shalat Jum’at bersama imam akan luput.”

Berdasarkan penjelasan diatas, adapun tiga kondisi yang tidak dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid adalah:

1. Ketika shalat berjamaah akan dimulai. Contohnya ketika masuk masjid tepat saat muazin sudah iqamah sebagai tanda shalat berjamaah akan dimulai. Dalam situasi ini tidak dianjurkan untuk shalat tahiyatul masjid, karena bisa tertinggal melaksanakan shalat berjamaah.

2. Tidak dianjurkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid bagi khatib yang akan naik mimbar untuk menyampaikan khotbah. Misalnya, pada waktu shalat Jum’at dan ketika khatib baru masuk masjid, maka bagi khatib tersebut lebih baik langsung khutbah daripada melaksanakan shalat tahiyatul masjid terlebih dahulu.

3. Kondisi dimana kita terlambat datang ke masjid pada hari Jum’at sementara khutbah Jum’at sudah hampir selesai, maka kita juga tidak dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Karena dikhawatirkan akan tertinggal melaksanakan shalat Jum’at. 

Doa Sholat Tahiyatul Masjid

Selain melafadzkan niat shalat tahiyatul masjid, kita juga dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat tahiyatul masjid berikut :

Alloohummaftah ‘alainaa hikmataka wansyur ‘alainaa min khozaa-ini rohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: "Ya Allah, anugerahilah kami hikmah dari-Mu, dan curahan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih, Maha Penyayang".

Demikian artikel tentang niat shalat sunat masuk masjid dan doa tahiyatul masjid ini, semoga bermanfaat dan semoga kita senantiasa dapat mengamalkannya.