Waktu dan Tata Cara Sholat Sunnah Wudhu

 09 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Waktu dan Tata Cara Sholat Sunnah Wudhu

Ilustrasi sholat sunnah wudhu - Image from www.islambuzzer.com

Dalam islam, ada banyak sekali sholat sunnah, salah satu diantaranya adalah sholat sunnah wudhu.

Shalat sunnah wudhu adalah shalat dua rakaat yang disunnahkan untuk kita lakukan beberapa saat setelah melaksanakan wudhu yang sempurna. Bagaimana agar wudhu menjadi sempurna? Baca disini : Rukun Berwudhu Lengkap Beserta Seluruh Doa dan Cara Wudhu yang Benar

Lalu bagaimana niat dan tata cara melaksanakan sholat sunnah wudhu? Berikut artikel ini akan membahas tentang sholat sunnah wudhu.

Pengertian dan Hukum Sholat Sunnah Wudhu

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa waktu sholat sunnah wudhu adalah setelah melaksanakan wudhu yang sah. Shalat ini juga merupakan amalan yang menjadi kebiasaan sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Bilal Bin Rabah.

Nabi Muhammad pernah bermimpi didahului oleh Bilal di surga hingga hal itu membuat beliau penasaran. Rupanya, amalan shalat sunnah wudhu lah yang membuat sahabat Bilal mendapatkan kehormatan sedemikian rupa. Hal ini tertuang dalam hadits berikut :

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Artinya: “Wahai Bilal! Sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga”. Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allâh bagiku untuk aku kerjakan.”

Hukum melaksanakan shalat ini adalah sunnah atau dianjurkan oleh Rasulullah SAW, berdasarkan sabda beliau :

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ )


Artinya : “Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga." (HR. Muslim, no. 234)

Lalu bagaimana jika kita berwudhu di masjid, namun kita juga ingin melaksanakan shalat tahiyatul masjid?
sholat sunnah wudhu atau tahiyatul masjid yang didahulukan?

Jawabannya adalah kita cukup melaksanakan shalat dua rakaat dan diniatkan untuk keduanya, yakni shalat sunnah wudhu dan shalat tahiyatul masjid. Karena kedua sholat tersebut merupakan shalat yang memungkinkan untuk digabung, adapun sebabnya ialah shalat tersebut tidak dimaksudkan secara zat nya.

Hal inilah yang kemudian disebut dengan Tasyrik atau memperserikatkan dua amalan yang terjadi dalam satu waktu sekaligus dengan syarat amalan tersebut tidak dimaksudkan secara zatnya.

Sholat Sunnah Wudhu Apakah Bid'ah? 

Ibadah yang bid'ah merupakan ibadah yang tidak terdapat dalil khusus yang menunjukkan akan hal tersebut, akan tetapi Rasulullah Salallahu‘alaihi wa sallam tidak mengingkarinya.

Adapun dasar pensyariatannya hanya ada pada hadits saja dan tidak terdapat di dalam ayat Al-Quran. Memang kebanyakan shalat sunnah itu tidak ada dasar dari Al-Quran, melainkan cukup dari hadits saja. Akan tetapi hal ini sama sekali tidak berpengaruh pada kekuatan pensyariatannya.

Niat Sholat Sunnah Wudhu

Setelah membahas mengenai hukum dan hadits tentang shalat sunnah wudhu, maka tidak afdhal jika kita tidak membahas mengenai niat sholat sunnah wudhu, mengingat niat adalah salah satu dari rukun sholat. Anda juga tetap harus ingat bahwa shalat sunnah wudhu dilaksanakan setelah wudhu, jadi jaga selalu wudhu anda, simak selengkapnya di : 8 Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut Al-Qur'an dan Hadist

Shalat wudhu berjumlah dua rakaat dan dianjurkan untuk dilaksanakan sendirian tanpa berjemaah. Adapun niat sholat sunnah wudhu adalah :

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal wudhu rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya : "Saya shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala".

Tata Cara Sholat Sunnah Wudhu

Tata cara pelaksanaan shalat sunnah wudhu' pada dasarnya sama seperti shalat-shalat sunnah 2 rakaat lainnya, yakni shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat tahajjud dan sebagainya.

Yang membedakan hanya pada niatnya saja, yaitu niat shalat sunnah setelah wudhu'. Sedangkan semua bacaan dan gerakannya sama seperti shalat-shalat lainnya. Namun ada beberapa anjuran untuk membaca surat pendek tertentu di setiap rakaatnya. Adapun anjuran itu adalah :

1. Rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat Al-Nisa' ayat 64 berikut :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا 

Wa mā arsalnā mir rasụlin illā liyuṭā'a bi`iżnillāh, walau annahum iż ẓalamū anfusahum jā`ụka fastagfarullāha wastagfara lahumur-rasụlu lawajadullāha tawwābar raḥīmā

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

2. Rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah disunnahkan untuk membaca surat Al-Nisa' ayat 110 berikut ini : 

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا 

Wa may ya'mal sū`an au yaẓlim nafsahụ ṡumma yastagfirillāha yajidillāha gafụrar raḥīmā

Artinya : "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Demikian artikel tentang pengertian, hukum, niat, dan tata cara sholat sunnah wudhu ini. Semoga dapat bermanfaat.