Doa Orang Terzalimi Lengkap Arab, Latin dan Artinya

 11 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Doa Orang Terzalimi Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Ilustrasi orang terzalimi - Image from app.emaze.com

Aniaya atau yang disebut dengan zalim dalam islam merupakan suatu perbuatan yang tercela dan sangat dimurkai oleh Allah SWT. Zalim berarti celaka, perbuatan zalim secara istilah dapat dimaknai sebagai perbuatan aniaya atau mencelakakan orang lain dengan maksud dan cara yang jauh dari ajaran Islam.

Zalim dapat juga diartikan sebagai perbuatan terlarang yang tidak sesuai dengan tempatnya. Oleh karena itu, zalim ataupun menzalimi baik kepada orang lain maupun diri sendiri dengan maksud dan tujuan apapun, tidak dibenarkan dalam Islam.

Banyak sekali bentuk kezaliman di sekitar kita, contoh kecilnya dalam berteman, sering kali kita dijahati atau diolok-olok oleh teman kita. Nah jika Anda mengalami hal tersebut maka Anda harus bersabar, dan jangan pula melawan dengan kekerasan. Selain dengan sabar, kita juga bisa menguatkan hati dengan cara berdoa.

Berikut artikel ini akan membahas tentang doa orang terzalimi arab dan latinnya.

Hati-hati kalau menzalimi seseorang, bisa-bisa masuk penjara berikut penjelasannya (Baca: Selain Bisa Dipidanakan, Ini Azab Bagi yang Suka Menghina Bentuk Fisik Orang Lian)

Doa Orang Terzalimi

Kita mengucap doa orang terzalimi dengan tujuan melawan kejahatan dengan hal yang baik, dan meminta kepada Allah SWT semoga teman yang menzalimi kita bisa bertaubat dan berbaik hati kepada kita. 

Karena sejatinya, jika kejahatan dilawan dengan kejahatan, maka tidak akan ada habisnya dan akan membuat masalah semakin panjang. 

Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaffat ayat 23,

حْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ. مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ   

Artinya : (kepada malaikat diperintahkan) "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

Dari firman diatas, kita bisa mengetahui betapa Allah tidak menyukai orang yang zalim, oleh karena itu kita harus menjauhi sifat tersebut.

Cukup bacakan doa ini jangan sampai punya dendam, berikut penjelasannya (Baca: Cukup Baca Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita, Jangan Pernah Menyimpan Dendam)

Berikut lafadz doa orang terzalimi arab dan latinnya : 

اَللهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلآءِ وَدَرْكِ الشَّقَآءِ وَسُوْءِ الْقَضَآءِ وَشَمَاتَةِ اْلاَعْدَآءِ

ALLOOHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN JAHDIL BALAA-I WA DARKISY SYAQOO-I WA SUU-IL QUDLOO-I WA SYAMAATATIL A'DAA-I

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari pada payah kemalangan, dan jurang kecelakaan dan nasib yang malang, dan ejekan musuh".

Balasan Bagi Orang yang Zalim

Seperti yang sudah kita bahas diatas, zalim adalah suatu hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Begitu pula dengan berlaku zalim atau menzalimi atas hak orang lain juga dilarang.

Karena di antara keadilan Allah adalah Dia akan mengambil kembali hak orang yang dizalimi dari orang zalim, bahkan pula yang terjadi antar sesama hewan. Rasulullah SAW bersabda: 

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوْقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

Artinya : “Pada hari kiamat, hak-hak benar-benar akan ditunaikan kepada pemiliknya, sampai-sampai akan dibalaskan untuk seekor domba yang tak bertanduk atas perbuatan domba yang bertanduk.” (HR Muslim).

Selain sabda Nabi diatas, ada juga penjelasan dalam Al-Quran yang menerangkan hal serupa, baca selengkapnya disini : Penjelasan Al Qur'an Kenapa Doa Orang Teraniaya Mustajab

Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: 

مَنَ ضَرَبَ بِسَوْطٍ ظُلْمًا اقْتَصَّ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Siapa yang memukul (seseorang) dengan cemeti secara zalim, pada hari kiamat akan diambil qishasnya darinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albani).

Jadi siapapun yang menganiaya orang lain dengan pukulan, pada hari kiamat ia akan diqishas karenanya, atau dibalas dengan hal serupa. Lalu bagaimana jika kezaliman itu hingga menyebabkan nyawa hilang? Tentu akan lebih mengerikan balasannya di akhirat nanti, hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Mustajabnya Doa Orang yang Terzalimi

Doa merupakan senjata yang ampuh digunakan yang maha dahsyat pula kekuatannya. Kita sebagai makhluk Allah hendaknya senantiasa berhubungan dengan Rabb-nya dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi senang, susah, mudah, maupun sulit. Memohon pertolongan Allah berarti berserah kepada-Nya dan mengikatkan hati dengan-Nya.

Orang yang terzalimi baik kehormatan, harta, jiwa, agama, atau hak-hak lainnya adalah salah satu golongan yang doanya tidak ditolak atau doa yang mustajab.

Abdullah bin Umar RA, menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

اِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تُصْعَدُ إِليَ السَّمَاءِ كَأَنَّهَا شَرَارَةٌ

Artinya : “Waspadailah doa orang yang dizalimi, sebab ia akan diangkat naik ke langit seakan-akan bagai percikan bunga api.”

Ada sebuah riwayat betapa mustajabnya doa orang yang terzalimi, yaitu kisah Abu Ma‘liq RA, diceritakan bahwa dahulu ia adalah seorang pedagang yang berniaga dengan hartanya, dia juga adalah seorang yang ahli ibadah dan wara‘. 

Suatu saat ia keluar untuk berdagang lalu bertemu dengan seorang perampok bertopeng dan juga membawa senjata.

“Letakkan barang-barangmu, sebab aku akan membunuhmu!” perintah si perampok.
“Ambilah hartaku!,” jawabnya.
“Aku hanya menginginkan darahmu,” lanjut si perampok.
“Beri kesempatan aku untuk shalat,” pintanya.
Lalu si perampok pun berkata, “Shalatlah seperlumu.”

Lalu ia pun berwudhu dan shalat. Dalam sujud terakhir pada rakaat keempat, Abu Ma'liq RA berdoa:

يَا وَدُوْدَ يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ يَا فَعَّالاَ لِّمَا يُرِيْدُ أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّتِيْ لاَ تُرَامُ وَبِمُلْكِكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ وَبِنُوْرِكَ الَّذِيْ مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ أَنْ تَكْفِيْنِيْ شَرَّ هَذَا اللِّصَّ ياَ مُغِيْثُ أَغِثْنِيْ

Artinya : “Wahai Zat Yang dicintai, wahai Pemilik Arsy yang Maha Terpuji, wahai Yang Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, aku memohon-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tak tertandingi, dengan kekuasaan-Mu yang takkan dizalimi, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi rukun-rukun Arsy-Mu, agar Engkau menyelamatkanku dari kejahatan perampok ini. Wahai Yang Maha Memberi pertolongan, tolonglah aku!”

Ia membacanya tiga kali, lalu tiba-tiba muncul penunggang kuda dari sampingnya dengan membawa tombak pendek yang ditenteng di antara kedua telinga kudanya, lalu ia menikam si perampok dan membunuhnya. Ia kemudian mendekati Abu Ma‘liq.

“Siapa engkau wahai orang yang Allah telah menolongku dengan perantaanmu?” tanya Abu Ma‘liq.
Orang itu menjawab, “Aku adalah salah satu malaikat dari malaikat-malaikat langit keempat. Ketika engkau berdoa dengan doa pertama, aku mendengar suara gemuruh pintu-pintu langit, yakni terbuka untuk menyambut doamu. Ketika engkau berdoa dengan doa kedua, aku mendengar suara gaduh penduduk langit, yakni mereka mengamini doamu. Ketika engkau berdoa dengan doa ketiga, ada yang berkata, ’Ini doa orang yang sedang dalam kesulitan.’ Lalu aku pun memohon kepada Allah SWT agar memberi kuasa kepadaku untuk membunuh si perampok.”


Dari kisah diatas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa doa orang yang terzalimi memang benar mustajab. Maka dari itu, jangan sekali-kali kita berniat untuk zalim, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. 

Sebaliknya, kita harus senantiasa mengingat Allah SWT di setiap kondisi kita. Baca selengkapnya disini : Bagi Orang yang Zalim, Tak akan Bisa Lepas dari Balasan Allah, ini yang Akan Diterima!

Demikian artikel tentang doa orang terzalimi arab dan latinnya, semoga bermanfaat.