Tolak Anaknya Dikarantina, Bapak ini Debat dengan Bupati hingga Menuduh Zalim

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 16 May 2020

Diberi tahu malah ngeyel.

Niatnya ditolong malah bilang dizalimi. Jika terus-terusan minim kesadaran seperti ini, maka upaya memutus mata rantai Covid-19 akan semakin sulit.

Bupati Madiun Ahmad Dawami sempat dihadang saat berupaya menjemput warga yang positif Covid-19.

Ahmad Dawami mengatakan, awalnya ia mendapat informasi bahwa petugas medis dihalangi saat berusaha menjemput santri asal Temboro yang positif Covid-19.

Santri itu tinggal di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan. Pria yang akrab disapa Kaji Mbing ini kemudian mendatangi rumah santri tersebut.

Di sana, Kaji Mbing langsung mendapat penolakan dari orangtua santri yang ngeyel menyebut anaknya tidak sakit. 

Kaji Mbing mengatakan, kedua orangtua anak itu menilai hanya orang sakit saja yang seharusnya dibawa ke rumah sakit.

Sementara anaknya yang dinyatakan positif Covid-19 itu, tidak mengalami gejala sakit yang mengarah ke virus corona atau orang tanpa gejala (OTG).

“Kami pun sudah menjelaskan bahwa anaknya termasuk pasien yang positif, namun tidak memiliki gejala klinis Covid-19. Mereka tetap bersikukuh anaknya dalam kondisi sehat dan tidak sakit,” ujar Kaji Mbing melansir Kompas.com (14/5/2020).

Baca Juga: Innalillahi, Aktor Senior Henky Solaiman Meninggal Dunia

Tak hanya dihadang, ayah kandung dari santri itu bahkan sempat membaca doa dengan suara lantang hingga menuding orang nomor satu di Madiun itu menyakiti dan menzalimi keluarganya.

Padahal, kedatangan Kaji Mbing dan petugas medis murni untuk menyelamatkan anaknya yang terjangkit virus corona, yang hingga kini sudah menjangkiti 16.496 warga Indonesia itu.

“Justru mereka malah memiliki paham tersendiri yang katanya saya malah menyakiti, menzalimi. Tetapi, saya sampaikan yang namanya pemerintah pasti tidak akan menjerumuskan masyarakatnya,” ucap Kaji Mbing.

Baca Juga: Kisah Haru Perjuangan Anak Mencari Ayahnya yang 'Hilang', Bertemu Lewat Sosmed

Setelah debat alot selama satu jam, akhirnya kedua orangtua santri itu bersedia menyerahkan anaknya untuk diisolasi di  RSUD Dolopo Madiun, sampai nanti dinyatakan sembuh dari Covid-19.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb