Haru, Warga Kristen Cegat Ambulans Bidan Islam Positif Corona untuk Doakan Kesembuhan

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 21 May 2020

Harusnya toleransi seperti ini yang dijaga.

Tidak memandang ras atau agama, warga di Maluku mendoakan kesembuhan seorang bidan Islam yang positif corona. 

Sebuah video tengah viral di sosial media, dalam video itu terlihat masyarakat menghentikan ambulans yang membawa bidan diduga terinfeksi virus corona.

Ambulans itu disetop warga yang hendak mendoakan bidan tersebut. 

Peristiwa ini tak elak mengundang haru warganet karena bidan tersebut beragama Islam, sementara warga yang menyemangati dan mendoakannya adalah warga beragama Kristen. 

Peristiwa yang dibagikan oleh @kirekswasta di Twitter itu, kini telah ditonton oleh lebih dari 200 ribu warganet.

"Saya tidak menangis, kamu tuh!" cuitnya saat menyebarkan video itu.

Baca Juga: Nekat Belanja Hingga Berdesakan, Pembeli Was-was Ada Kasir yang Positif Corona

Peristiwa tersebut diketahui terekam pada Kamis (14/5) di perbatasan Desa Kairatu dan Desa Waimital.

Para relawan Covid-19 dari Desa Kairatu mencegat sebuah ambulans yang hendak melintas, dalam ambulans tersebut terdapat seorang bidan yang ternyata hendak dibawa ke rumah sakit rujukan di kota Ambon karena hasil rapid test-nya menunjukkan reaktif Covid-19. 

Ternyata, mereka telah merencanakan aksi solidaritas untuk memberi dukungan moral pada sang bidan.

Bahkan sejumlah warga lokal juga ikut mendoakan sang bidan agar cepat pulih dari penyakit yang dideritanya.

Meskipun berbeda keyakinan, beberapa warga terdengar tak kuasa menahan tangis saat mendoakan sang bidan yang berada di dalam ambulans.

"Hamba serahkan Bidan kami ke dalam tanganmu, Tuhan. Kau lindungi dia, berikan kekuatan, kesehatan dari surga.. Pulihkan sakitnya," kata salah satu warga itu.

Semua orang diam menunduk mendengarkan doa dalam lantunan nasrani, termasuk bidan berjilbab merah di dalam ambulans.

Selain mendoakan kesembuhan bagi sang bidan, mereka juga berharap kesehatan dan keselamatan untuk seluruh rakyat Tanah Air.

Baca Juga: Resmi! MUI Perbolehkan Sholat Ied Berjamaah di Masjid dan Lapangan

Sementara itu, terlihat seorang warga lainnya membentangkan tulisan Katong ada deng Ibu Bidan yang berarti "kita bersama Ibu Bidan".

Sebelum peristiwa solidaritas ini terjadi, ternyata para relawan juga telah mendatangi puskesmas dan menyanyikan lagu gandong, lagu persaudaraan, untuk memotivasi sang bidan dan para tenaga kesehatan lainnya yang tengah bertugas menjadi garda terdepan.

Usai mendoakannya, ambulans pun melanjutkan perjalanannya membawa bidan ke rumah sakit untuk dirawat.

Dari jendela mobil, sang bidan terlihat menelungkupkan kedua tangan sambil mengangguk-angguk berterima kasih kepada warga yang menyemangatinya.

SHARE ARTIKEL