Presiden Jokowi Yakin Corona Hilang Seiring Gantinya Tahun

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 17 Apr 2020

Presiden Jokowi Yakin Corona Hilang Seiring Gantinya Tahun

Presiden Jokowi yakin corona di Indonesia akan berakhir di puncak tahun 2020 - Image from ternate.tribunnews.com

Keyakinan harus diiringi dengan tindakan

Semoga saja wabah corona ini segera menghilang

Presiden Joko Widodo yakin, wabah virus corona di Tanah Air akan berakhir pada akhir tahun 2020. Kita semua harus mendukung kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, agar virus corona dapat hilang secepatnya.

Presiden Joko Widodo optimis bahwa wabah virus corona di Indonesia akan berakhir pada akhir tahun 2020.

Keyakinan itu diungkapkan oleh Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas "Mitigasi Dampak Covid-19 terhadap Pariwisata" lewat video conference, Kamis (16/4/2020) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun mengungkapkan optimisme bahwa pariwisata dalam negeri akan kembali berkembang pada tahun 2021.

"Saya meyakini ini (Covid-19) hanya sampai akhir tahun. Tahun depan booming di pariwisata," ujar Jokowi seperti yang dilansir dari laman Kompas (17/04).

Jokowi yakin industri pariwisata akan langsung tumbuh pesat, sebab banyak masyarakat yang hanya berdiam diri di rumah selama pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19.

"Semua orang pengen keluar semua, orang ingin menikmati kembali keindahan pariwisata sehingga optimisme itu yang harus terus diangkat," ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya agar tidak terjebak pada pesimisme karena masalah Covid-19 ini.

Ia justru meminta agar Menteri Pariwisata Wishnutama dan pejabat terkait lainnya untuk mulai mempersiapkan diri.

"Jangan sampai booming yang akan muncul setelah Covid-19 ini selesai tak bisa kita manfaatkan secara baik," ujarnya.

Sementara itu, guna mengatasi industri pariwisata yang lesu saat ini, Jokowi meminta jajaran terkait untuk menyiapkan stimulus ekonomi.

Dengan stimulus tersebut, Jokowi berharap pelaku industri pariwisata dapat bertahan dan tak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, Jokowi meminta adanya perlindungan sosial yang diberikan kepada pekerja di sektor pariwisata.

Baca Juga: Tak Sembarangan, ini Cara Mencuci Masker Kain Agar Bersih dari Virus Corona

Pariwisata siap bersaing

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama pun mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghidupkan pariwisata dalam negeri di tahun depan.

Strategi ini khususnya untuk menarik turis asing agar wisata Indonesia tak kalah dari negara-negara lain begitu pandemi Covid-19 berakhir.

“Kita meyakini setelah kondisi WFH ini, pada 2021 pariwisata justru bisa rebound secara signifikan, tentu saja kita harus kompetisi dengan negara yang lain untuk melakukan berbagai strategi ke depan,” ujar Wishnutama selepas rapat terbatas. 

Untuk itu, saat ini pihaknya tetap melaksanakan koordinasi dengan berbagai destinasi wisata prioritas untuk mempersiapkan langkah-langkah menyambut kebangkitan sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah justru kepada hal-hal yang sangat mendasar di destinasi pariwisata.

"Beberapa di antaranya adalah higienitas, toilet kebersihan keselamatan dan keamanan, hal-hal tersebut yang perlu kita utamakan," ujarnya.

Baca Juga: Viral Warga Protes Isi Bantuan Sembako DKI, ini Fakta Sebenarnya

Puncak Covid-19 berada di bulan Mei

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut, puncak masa pandemi virus corona di Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Mei 2020.

"Angka kasus pada saat puncak itu secara kumulatif diprediksi 95.000 kasus," ujar Wiku dalam press briefing bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Gugus Tugas Doni Monardo, Kamis.

Wiku juga mengatakan, penurunan jumlah kasus diprediksi baru akan terjadi pada Juni atau Juli 2020.

Akan tetapi pada saat itu, angka kasus positif Covid-19 diprediksi sudah tembus lebih dari 100.000 kasus positif.

"Selama Juni-Juli kasus konfirmasi positif sudah akan mencapai 106 ribu kasus," ujar Wiku.

Wiku jua mengatakan, angka yang ia paparkan ini memang belum pasti terjadi. Angka itu merupakan gabungan dari hitungan sejumlah ilmuwan dan para ahli.

"Kami sudah me-review dan mengkombinasikan semua prediksi itu," pungkasnya.

Adapun hingga Kamis 16 April 2020, ada 5516 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari angka itu, 496 orang diantaranya meninggal dunia dan 548 orang dinyatakan sembuh.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb