MasyaAllah, ini Keistimewaan Sakit Demam yang Sering Kita Cela

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 22 Apr 2020

MasyaAllah, ini Keistimewaan Sakit Demam yang Sering Kita Cela

Ilustrasi anak sakit demam - Image from republika.co.id

Saat demam kita pasti berucap yang tidak baik.

Niatnya agar hati lega, nyatanya mencela demam hanya akan menambah dosa saja. Sudah sakit, dosa bertambah. Sungguh sangat merugi

Sebagian orang yang tidak sabar saat ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya, maka pasti ia akan mengeluh bahkan mencela.

Seseorang yang sakit misalnya, mungkin awalnya ia hanya akan mengeluh, "Aduh sakit banget badanku," tapi lama-lama ia akan mencela dan memaki. Apalagi jika sakit tersebut disertai dengan demam yang tinggi dan sulit hilang.

Sebagai kaum muslimin, ketika tertimpa penyakit kita wajib bersabar dan menahan diri dari berkeluh kesah, atau berkata-kata yang menunjukkan protes terhadap takdir Allah Ta’ala atas dirinya. 

Begitu pula sikap yang seharusnya ditunjukkan apabila kita terkena penyakit demam, penyakit yang sering kita jumpai di sekitar kita. Hendaknya kita bersabar, sebagaimana kita berusaha bersabar saat menghadapi ujian dan musibah lainnya. 

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk Ummu As-Saaib atau Ummul Musayyib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya,

مَا لَكِ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ؟

Artinya: “Ada apa denganmu, Ummu As-Saib atau Ummul Musayyib, badanmu bergetar (karena demam, red.).” 

Ummu As-Saib berkata,

الْحُمَّى، لَا بَارَكَ اللهُ فِيهَا

Artinya: “(Ini karena) demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahan kepadanya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, 

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Artinya: “Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa) manusia, sebagaimana kiir (alat yang dipakai pandai besi) bisa menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim no. 2575)

Demam itu terjadi karena takdir Allah Ta’ala, Allah-lah yang telah menetapkannya. Dan Allah Ta’ala pula yang berhak mengangkat atau menyembuhkannya.

Segala sesuatu di muka bumi ini terjadi karena kehendak Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak sepantasnya kita mencela demam, karena hal ini sama saja dengan mencela pencipta demam, yaitu Allah Ta’ala.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

وعلى المرء إذا أصيب أن يصبر ويحتسب الأجر على الله عز وجل وأخبر أنها تذهب بالخطايا كما يذهب الكير بخبث الحديد فإن الحديد إذا صهر على النار ذهب خبثه وبقي صافيا كذلك الحمى تفعل في الإنسان كذلك

Artinya: “Menjadi kewajiban atas seseorang jika tertimpa (demam) untuk bersabar dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala dan mengabarkan bahwa demam itu bisa menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana kiir bisa membersihkan karat (kotoran) besi. Hal ini karena jika besi dipanaskan di atas api, hilanglah karat yang menempel, dan besi itu pun menjadi bersih (mengkilap) kembali. Demikian pula demam, akan berdampak seperti itu juga bagi diri manusia (yaitu membersihkan dosa dan kesalahan, red.).” (Syarh Riyadhus Shalihin, 1: 2049)

Demikianlah secara umum sakit dapat menggugurkan dosa seseorang asalkan dia bersabar.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Artinya: “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”

Bahkan bukan tak mungkin ia tidak memiliki dosa sama sekali, menjadi suci sebagaimana bayi yang baru lahir ketika sembuh atau ketika meninggal karena penyakit tersebut.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Artinya: “Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.”

Baca Juga: Doa Menjenguk Orang Sakit Dalam Bahasa Arab

Apa yang harus dilakukan saat demam?

Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam mengajarkan kita berobat ketika sakit. Sebab setiap penyakit, Allah Ta'ala sudah menjamin obatnya. Sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah ra. Nabi Sallallahu alaihi wassalam bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Artinya: “Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali Allah juga menurunkan penawar untuknya.” (HR. Al Bukhari).

Selain hadis ini, terdapat banyak sekali hadis-hadis lainnya yang mengindikasikan agar berobat ketika jatuh sakit. Seperti halnya riwayat imam Ahmad dari jalur Anas bin Malik “Sesungguhnya Allah, sekiranya menciptakan penyakit, maka Ia pun menciptakan obat, maka berobatlah kalian.”

Imam Abu Daud di dalam kitab sunannya juga meriwayatkan hadis jalur Abi Darda’ perihal anjuran berobat “Sesungguhnya Allah telah menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan obat yang haram.”

Oleh sebab itu, hendaknya manusia itu berobat ketika sakit, termasuk sakit demam, karena berobat adalah salah satu usaha manusia untuk sembuh dengan izin Allah.

Selain berobat, Nabi Sallallahu alaihi wasallam juga mengajari umatnya agar berdoa ketika sakit. Khususnya saat demam yang menjadi gejala dari sakit flu.

Imam An Nawawi di dalam kitab al Adzkar meriwayatkan hadis dari kitab imam Ibnus Sunni dari Ibnu Abbas ra. Bahwasannya Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam mengajari mereka (sahabat) dari semua jenis penyakit, yang diantaranya adalah sakit demam, beliau berdoa: 

بِسْمِ اللهِ الكَبِيرِ نَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ

Bismillail Kabir, Na’udzu billahil adzim min syarri irqin na’arin wa min syarri harrin nar

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha besar, kami berlindung kepada Allah yang maha agung dari kejahatan keringat yang bercucuran dan dari kejahatan panasnya api neraka.”

Baca Juga: 7 Sunnah Rasulullah yang Mudah Untuk Diamalkan

Imam An Nawawi menambahkan, sebaiknya juga membaca surah Al-fatihah, Al-ikhlas, dan surah muawwidzatain (An-nas dan Al-falaq), kemudian (doa di atas) ditiupkan kepada kedua tangannya (dan usapkan ke seluruh badan)

Selain itu, Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam juga menganjurkan untuk mendinginkan dengan air saat terkena penyakit demam, karena demam adalah bagian dari percikan api neraka jahannam.

Dari Ibnu Umar RA., dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

الحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَطْفِئَوْهَا بِالْمَاءِ

Artinya: “Panas adalah bagian dari percikan api Jahannam, maka padamkanlah dengan air.” (HR. Al Bukhari).

Demikian penjelasan ini semoga bermanfaat.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb