Bikin Merinding, Kisah Hantu Anak Kecil di Salah Satu Kampus di Korea (Part 2)

08 Mar 2020  Isfatu Fadhilatul

Bikin Merinding, Kisah Hantu Anak Kecil di Salah Satu Kampus di Korea (Part 2)

Hantu anak kecil - Image from merdeka.com

Dan saat melihat ke arah atas, mereka pun kaget dan langsung berlari dari ruangan. Karena apa yang mereka lihat adalah seorang anak kecil dalam keadaan basah kuyup dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Anak kecil itu menatap tajam ke arah para mahasiswi dalam keadaan badan yang terbalik, air pun menetes dari badan anak kecil tersebut.

Hantu Anak Kecil di Universitas Wanita Sookmyung

Kisah hantu Korea part 1 bisa kamu baca disini: Bikin Merinding, Cerita Hantu Anak Kecil di Universitas Sookmyung Korea (Part 1)

Siapa anak kecil yang terus menghantui di gedung Fakultas Musik?

Mari flashback ke 25 Juni 1990, pukul 12 siang di Distrik Songpa Seoul.

Seorang Ibu dari anak yang bernama Gwak Jaeun pergi ke TK untuk menjemput putri tersayangnya.

Ibu ini ingat betul bagaimana wajah Jaeun yang berseri-seri saat berangkat ke sekolah. Pagi itu Jaeun mengenakan jas hujan warna kuning dan payung berwarna merah favoritnya.

Saking sukanya dengan kedua benda itu, Jaeun pun meminta mamanya untuk menuliskan nama GWAK JAEUN di payung dan jas hujan miliknya tersebut.

Disepanjang jalan menuju TK, Ibu Jaeun tersenyum sendiri membayangkan wajah ceria anaknya di pagi hari waktu mengenakan jas hujan dan payung kesukaannya.

Beberapa menit kemudian, Ibu Jaeun sampai di TK tempat Jaeun sekolah. Dan kebetulan anak-anak TK baru saja keluar dari gedung sekolahnya.

Satu-persatu anak mulai keluar, Ibu Jaeun pun menunggu putri kesayangannya. 

Waktu terus berjalan, hingga anak terakhir keluar dari TK, namun Jaeun tak kunjung terlihat.

Ibu Jaeun pun masuk ke TK dan bertanya kepada gurunya. Namun sang guru menjelaskan bahwa ia mendapat telepon dari Ibunya sendiri yang meminta Jaeun dipulangkan 30 menit lebih awal karena ada acara keluarga penting.

Ibunya menyangkal kejadian itu, wakil kepala sekolah yang mengangkat telepon pun berkata, "Iya bu, tadi kan Ibu telepon ke sekolah, karena waktunya mepet jadi Jaeun diminta jalan kaki saja, nanti Ibu jemput di tengah jalan, bukannya seperti itu?"

Sontak Ibu Jaeun kaget dan heran siapa yang mengaku menjadi dirinya. Ia pun menelepon semua orang yang dekat dengannya, namun sayangnya tak ada satupun orang yang mengaku telah membawa Jaeun.

5 jam kemudian, orang tua Jaeun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Pihak kepolisian menduga ini merupakan tindak penculikan, mereka kemudian memasang alat perekam suara di pesawat telepon milik keluarga Jaeun.

Keesokan harinya, 26 Juni 1990 pukul 5 sore, ada satu telepon masuk. Terdengar suara seorang perempuan muda yang mengaku jika Jaeun sedang bersama dirinya dan meminta uang tebusan sebesar 50 juta won.

Perempuan itu meminta Ibu Jaeun untuk tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, ia juga membacakan satu nomor rekening untuk mentransfer uang tebusan Jaeun.

Ibu Jaeun pun yang sangat merindukan anaknya langsung menyanggupi permintaan penculik itu. Ia meminta untuk mendengar suara Jaeun sebentar saja, namun sang penculik menolak dan langsung menutup telepon.

Polisi dengan sigap langsung melacak lokasi sang penelepon, diketahui panggilan tersebut dilakukan dari salah satu telepon umum di Seoul.

Tiba-tiba ada telepon masuk lagi dari orang yang sama, penculik itu mengecek kembali rekening yang ia bacakan, memastikan bahwa rekening itu merupakan bank CHOHUNG atas nama LEE SANGMIN.

Pada tahun 1990, memanglah nama rekening tidak harus sama dengan nama asli, artinya nama dan rekening ini tidak membantu polisi dalam proses investigasi.

Namun polisi tak kehabisan akal, mereka mengkonfirmasi kantor pusat bank dan meminta mereka untuk menghubungi polisi jika ada aktivitas dari rekening tersebut.

Keesokan harinya, 27 Juni 1990, Ibu Jaeun mengirimkan 5 juta won ke rekening itu. Pukul 5 sore, penculik kembali menelepon Ibu Jaeun dan mengancam Jaeun akan mati jika Ibunya tak melunasi uang tebusannya.

28 Juni 1990, Ibu Jaeun kembali mengirimkan uang 25 juta won.

29 Juni 1990, ada salah satu petugas dari pihak bank yang mengatakan bahwa ada aktivitas penarikan uang dari rekening pelaku.

Polisi pun langsung menangkap pelaku bernama HONG SUNGYEONG berusia 23 tahun.

Polisi menanyakan Sungyeong dimanakah Jaeun berada. Tak disangka-sangka, Hong mengaku telah membunuh Jaeun.

Jaeun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di belakang tangki air yang berlokasi di rooftop gedung Fakultas Musik Universitas Wanita Sookmyung.

Sungyeong membunuh Jaeun tepat pada 25 Juni 1990, hari dimana ia menculik Jaeun.

Polisi terus menginvestigasi apa motif Sungyeong membunuh Jaeun. Ternyata Sungyeong adalah seorang wanita yang suka pamer dan cemburu.

Pada masa SMA ia tidak berhasil mendapatkan nilai yang baik. Ia tak ingin malu sehingga memutuskan untuk mulai membohongi keluarga dan teman-temannya dengan cara memalsukan kartu tanda mahasiswa Universitas Wanita Sookmyung dan berpura-pura menjadi mahasiswi disana.

Kebohongan ini terus berlanjut selama 4 tahun. Namun setelah 4 tahun, teman-teman Sungyeong mulai curiga bahwa ia bukanlah mahasiswi Universitas Wanita Sookmyung.

Kabar ini sampai pada telinga Sungyeong dan ia mulai merasa terdesak, bahkan kekasihnya yang saat itu akan menikah dengannya pun ikut curiga.

Untuk kembali mendapatkan kepercayaan kekasihnya, Sungyeong pun mulai mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dan memberikannya pada sang kekasih.

Ia berpikir dengan uang yang banyak, maka kekasihnya mau kembali kepadanya.

Dan bagaimana cara ia mendapatkan uang banyak adalah dengan melakukan tindak kejahatan yang melibatkan Jaeun yang saat itu masih berusia 6 tahun.

Menyesal atas perbuatan yang ia lakukan, Sungyeong meminta pihak pengadilan untuk memberinya hukuman mati. 

Dan pada 18 Desember 1990, Sungyeong yang berusia 24 tahun pun dihukum mati. Ia mati dengan air mata yang terus menetes.

Jadi, hantu anak kecil yang terus menjerit dan gentayangan di gedung Fakultas Musik Universitas Wanita Sookmyung diperkirakan adalah Jaeun yang dibunuh tanpa dosa oleh Sungyeong.

Bahkan beberapa mahasiswi Universitas Wanita Sookmyung sengaja menyiapkan beberapa snack kesukaan anak-anak dan disajikan di rooftop Fakultas Musik untuk memberi sedikit hiburan pada arwah Jaeun.

Akhirnya, penampakan munculnya hantu Jaeun pun berkurang. Namun hingga saat ini, cerita hantu Jaeun tetap menjadi urban legend di kampus ternama tersebut.

Part 2 cerita hantu anak kecil di Universitas Wanita Sookmyung telah selesai.

Jika kamu suka dengan cerita hantu lucu, cerita hantu pendek atau cerita hantu singkat, bahkan cerita hantu Korea, nantikan episode kisah hantu menarik lainnya.

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa